Sabtu, 15 April 2017

Metode Pembelajaran Bahasa Arab



BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG

Kemahiran berbicara (maharatul kalam) merupakan salah satu kemahiran berbahasa yang aktif-produktif, kemampuan berbicara menuntut penguasaan terhadap beberapa aspek dan kaidah penggunaan bahasa (Djiwando, 1996). Secara umum, proses pembelajaran maharoh kalam tidak jauh berbeda dengan pembelajaran kemahiran berbahasa lainnya yang bersifat gradual. Namun masing0masing dari maharah memiliki ciri dalam proses pembelajarannya. Oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahas secara umum tentang Pendekatan, Metode, Strategi, dan Tekhnik Pembelajaran Maharah Kalam yang diharapkan mampu memberikan kemudahan dan pemahaman bagi para pendidik maupun peserta didik dalam proses pembelajaran Maharatul Kalam.
B.       RUMUSAN MASALAH

1.    Apa yang dimaksud dengan metode perencanaan pembelajaran bahasa arab ?
2.    Bagaimana teknik dalam perencanaan pembelajaran bahasa arab ?
3.    Apa kaitan metode pembelajaran dalam keterampilan berbahasa arab ?

C.    TUJUAN

1.      Mengetahui dan memahami makna metode perencanaan pembelajaran bahasa arab
2.      Mengetahui dan memahami tehnik dalam perencanaan pembelajaran bahasa arab
3.      Mengetahui kaitan metode pembelajaran dalam perencanaan pembelajaran bahasa arab.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Makna Metode Perencanaan Pembelajaran
Salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian dalam perencanaan pembelajaran adalah pandangan kita tentang bagaimana caranya (metode) agar proses ini dapat sepatutnya berlangsung. Hal ini tentulah harus mengacu kepada tujuan yang hendak kita capai dan sifat dari materi yang menjadi isi pembelajaran tersebut, metode perencanaan pembelajaran ini berkaitan dengan bagaimana metode, cara, strategi, atau kegiatan yang dilakuakan siswa memperoleh pengalaman belajar untuk mencaoai tujuan. Setiap metode yang digunakan berdampak terhadap proses memperoleh pengalaman yang dilaksanakan. Berdasarkan perencanaan pembelajaran, setiap komponen ketergantungan dengan tujuan. Metode perencanaan pembelajaran merupakan suatu cara menyusun materi-materi pembelajaran atau pengalaman belajar yang ingin dicapai. Setiap metode mewarnai jenis materi, urutan serta tehnik mempelajari. Oleh karena itu setiap perencanaan pembelajaran menekankan kepada aspek tertentu, maka proses belajar untuk mempelajari materi pembelajaran berbeda.

B.     Kriteria Metode Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran tentu memiliki keunggulan dan kelemahan. Kelemahan tersebut perlu dihilangkan, atau setidaknya diperkecil, kemudian melakukan modifikasi. Oleh karena itu perlu dirumuskan kriteria metode pembelajaran yang efektif, seperti yag diungkapkan Ralp W.Tyler, sebagai berikut : 1) Berkesinambungan, 2) Urutan Materi, 3) keterpaduan.
1.      Berkesinambungan
Berkesinambungan menunjukkan keadaan pengulangan kembali unsur-unsur utama perencanaan pembelajaran secara vertikal. Sebagai contoh, jika dalam pelajaran Bahasa Arab pengembangan ketrampilan membaca dipandang sangat penting, maka metode latihan membaca perlu dilakukan terus menerus atau berkesinambungan, agara siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan tersebut.
2.      Urutan Materi
Urutan materi mempunyai hubungan dengan kriteria berkesinambungan. Dengan kriteria ini dimaksudkan bahwa isi perencanaan pembelajaran diorganisasi dengan cara mengurutkan materi pembelajaran sesuai dengan tingkat kedalam atau keluasan yang dimiliki. Sebagai contoh, keterampilan membaca yang dikembangkan pada pelajaran Bahasa Arab, pada kelas pertama dapat berisi materi pembelajaran yang sederhana, namun pada tingkat selanjutnya harus semakin kompleks.   

3.      Keterpaduan Materi
Keterpaduan materi menunjukkan pada hubungan horizontal pengalaman belajar yang menjadi isi perencanaan pembelajaran. Organisasi pengalaman belajar dapat membantu siswa memperoleh pengalaman itu dalam suatu kesatuan. Sebagai contoh, dalam mengembangkan keterampilan Qiraat dalam pelajaran Bahasa Arab penting pula dipertimbangkan cara bagaimana keterampilan itu dapat digunakan secara efektif dalam PAI, IPS, dan pelajaran lainnya. Jadi, pengethuan, keterampilan maupun sikap yang diperoleh sebagai pengalaman belajar tidak berdiri sendiri, melainkan dapat diterapkan dalam berbagai bidang.
                        Ketiga kriteria diatas merupakan petunjuk dalam membuat metode perencanaan pembelajaran. Hal ini tidak terikat pada suatu perencanaan pembelajaran apapun yang digunakan, karena  pada dasarnya semua metode perencanaan pembelajaran itu mempunyai matei pembelajaran yang akan dijadikan isi. Perbedaan hanya terjadi tentang jenis materi pembelajaran itu. Oleh karenanya, semua kriteria itu berlaku untuk perencanaan pembelajaran apapun yang akan digunakan.

C. Metode dan Tehnik dalam Perencanaan Pembelajaran Bahasa Arab
a. Metode
Metode secara umum adalah segala hal yang termuat dalam setiap proses pengajaran, baik itu pengajaran matematika, kesenian, olahraga, ilmu alam dan lain sebagainya. Secara semantik, metodologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang cara-cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan yang efektif dan efisien. Maksud dari Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab adalah cara atau jalan yang ditempuh bagaimana menyajikan bahan-bahan pelajaran bahasa Arab agar mudah diterima, diserap, dan dikuasai oleh anak didik dengan baik dan menyenangkan.
Setelah kita membahas tentang hal-hal yang menjadi pertimbangan dalam memilih metode maka pembahasan kita selanjutnya adalah tentang metode-metode yang telah berkembang dalam pembelajaran, yaitu:
1.      Metode Nahwu wa tarjamah
Dari yang telah kita ketahui bahwa dalam penerapan metode ini banyak  menekankan pada penggunaan nahwu (tata bahasa) dan praktik penerjemahan dari bahasa dan ke dalam bahasa sasaran. Metode ini bahkan harus kita akui sebagai metode yang paling populer digunakan dalam pembelajaran bahasa baik di sekolah, pesantren maupun di perguruan tinggi.
2.      Thariqah Mubassyaroh (Metode Langsung/Direct Method)
Metode ini lahir sebagai reaksi terhadap penggunaan metode nahwu wa tarjamah yang mengajarkan bahasa seperti bahasa yang mati. Dan sebelumnya sejak tahun 1850 telah banyak muncul propaganda yang menyampaikan agar menjadikan penajaran bahasa itu hidup menyenangkan dan efektif. Sehingga secara cepat lahirlah metode pembelajaran baru yang disebut dengan metode langsung.
3.      Thariqah Sam’iyah Syafawiyah (Audio Lingual Method)
Metode ini sebagai respon bagi 2 hal penting pada tahun 50-an dan 60-an yaitu :1) studi bahasa yang dilakukan oleh ahli jiwa dan ahli bahasa terhadap bahasa-bahasa lisan Hindia diwilayah Amerika serikat, 2) perkembangan sarana komunikasi antar bangsa yang bisa mendekatkan jarak antara mereka dan adanya kebutuhan mempelajari bahasa asing tidak hanya digunakan untuk membenci tetapi untuk komunikasi langsung antar mereka. Kedua hal ini mendorong untuk melihat  kembali  fungsi bahasa yang tidak hanya untuk komunikasi bahasa lisan atau transfer budaya manusia, akan tetapi bahasa sebagai alat untuk merealisasikan komunikasi lisan.
4.      Thariqah Qira’ah (Reading Method)
Metode ini lahir dari pemikiran para ahli pengajaran asing pada awal abad 20. Teori ini dipelopori oleh beberapa ahli pendidikan Inggris dan Amerika. Mereka perpendapat bahwa belajar membaca secara lancar jauh lebih penting bagi orang-orang yang belajar bahasa ketimbang berbicara. Karena mereka menganggap hal itu sebagai ketrampilan yang paling bermanfaat yang harus diperoleh dalam bahasa, tetapi juga karena hal itulah yang paling mudah.
b. Teknik (Uslub)
Sebagaimana telah diketahui pada penjelasan sebelumnya tentang pendekatan dan metode, ketiganya adalah merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dalam proses pengajaran, maka setelah kita mengetahui pengertian masing-masing dari pengertian pendekatan dan pengertian metode, selanjutnya kita akan memahami pengertian teknik dalam pengajaran. Teknik pengajaran merupakan operasionalisasi metode. Karena itu, teknik pengajaran itu berupa rencana, aturan-aturan, langkah-langkah tersebut haruslah terkait erat dengan bingkai umumnya yaitu metode.
Pengaturan, penyusunan dan gaya mengajar sangat tergantung pada guru serta ketrampilan kepribadian guru dalam mengelola kelas, karena semua hal ini akan dipengaruhi oleh perbedaan situasi dan kondisi. Oleh sebab itu tidak bisa dikatakan bahwa ini adalah metode yang terbaik, ini adalah teknik yang terbaik yang cocok untuk segala situasi dan kondisi pengajaran. Perbedaan tujuan, materi, siswa serta perbedaan guru membutuhkan teknik/stategi yang berbeda dalam sebuah penerapan metode.
Berikut ini adalah penjelasan seputar teknik/strategi pembelajaran yang meliputi empat ketrampilan bahasa.
1.      Teknik Pembelajaran Istima’ (Menyimak)
Istima’ mempunyai peranan penting dalam hidup kita, karena istima’ adalah sarana pertama yang digunakan manusia untuk berhubungan dengan sesama dalam tahapan-tahapan kehidupannya. Melalui istima’ kita kenal mufrodat, bentuk-bentuk jumlah dan taraakib. Dan dengan istima’ pula kita bisa menguasai ketrampilan-ketrampilan bahasa yang lain yaitu kalam, qira’ah dan kitabah.
2.      Teknik Pembelajaran Kalam (Berbicara)
Kemampuan untuk menyusun kata-kata yang baik dan jelas mempunyai dampak yang besar dalam hidup manusia. Baik untuk mengungkapkan pikiran-pikiran atau memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Berbicara dengan bahasa asing merupakan ketrampilan dasar yang menjadi tujuan dari beberapa tujuan pengajaran bahasa. Sebagaimana bicara adalah sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan orang lain.
3.      Teknik Pembelajaran Qira’ah (Membaca)
Membaca merupakan materi terpenting di antara materi pelajaran. Oleh sebab itu membaca merupakan sarana yang utama untuk mencapai tujuan pembelajaran bahasa. Membaca adalah salah satu ketrampilan berbahasa yang tidak mudah dan sederhana, tidak sekedar membunyikan huruf-huruf atau kata-kata akan tetapi sebuah ketrampilan yang melibatkan berbagai kerja akal dan pikiran.
4.      Teknik pembelajaran kitabah (menulis)
Diantara ketrampilan-ketrampilan berbahasa, ketrampilan menulis adalah ketrampilan tertinggi dari empat ketrampilan berbahasa. Menulis merupakan salah satu sarana berkomunikasi dengan bahasa antara orang dengan orang lainnya tidak terbatas oleh tempat  dan waktu.
Ø  Kemampuan menulis dengan tujuan yang benar
Ø  Memperbaiki khoth
Ø  Kemampuan mengungkapkan pikiran secara jelas dan detail.












BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Konsep dalam mengembangkan keaktifan proses pembelajaran dilakukan guru maupun siswa. Penerapannya berlandaskan pada teori belajar yang menekankan pentingnya belajar melalui proses mengalami untuk memperoleh pemahaman. Siswa sebagai pusat pembelajaran mempunyai peran yang sangat penting dalam menentukan materi pembelajaran.
Secara umum penerapan metode pembelajaran meliputi empat kegiatan utama, yaitu kegiatan awal yang bersifat orientasi, guru berupaya memfokuskan perhatian dan kesiapan siswa untuk mempelajari materi. Lalu, kegiatan inti dalam proses pembelajaran, guru menggunakan metode untuk memudahkan siswa. Selanjutnya, penguatan dan balikan, guru memberikan tugas yang harus dikerjakan siswa. Dan kegiatan terakhir dilakukan penilaian terhadap keberhasilan yang dicapai siswa melalui proses belajar yang dilakukan.













DAFTAR PUSTAKA


Hakim, Lukmanul. 2008. Perencanaan pembelajaran. Bandung : CV Wacana Prima

Sudjana, D. 2000. Strategi Pembelajaran. Bandung : Falah Production

Uno, Hamzah B. 2010. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara



Tidak ada komentar:

Posting Komentar