UAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI “SMH”
BANTEN 2014 M
Kata Pengantar
Puji dan syukur dengan sepenuh hati
selalu di panjatkan kehadirat Allah Swt. Karena dengan rahmat dan limpahan
kasih sayang nya, alhamdulillah kami dapat menyelesaikan tugas makalah “islam
dan kehidupan peribadahan”dengan baik. Sholawat serta salam tak lupa
kami limpahkan kepada nabi kita, nabi Muhammad saw. Beserta keluarga, shohabat,
para tabiin dan tabi’at nya sampai akhir zaman.
Selanjutnya kami mengucapkan banyak trimakasih
kepada semua pihak yang turut membantu dalam menyelesaikan makalah ini.kepada
orang tua kami yang senantiasa mendoakan kami, teman-teman yang telah mengeluarkan
pemikiran serta sarannya sehingga terbentuklah makalah ini walaupun sederhana.
Kami
berharap semoga makalah ini bisa memberikan manfaat yang baik untuk kita semua,
terutama dalam memberi pemahaman mengenai studi islam tentang akhlak dan
kemanusiaan. Atas perhatiannya kami mengucapkan banyak trimakasih.
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR..............................................................................................................1
DAFTAR
ISI.........................................................................................................................2
BAB I
- PENDAHULUAN
a.
Latar
belakang..........................................................................................................4
b.
Rumusan
Masalah....................................................................................................4
c.
Tujuan.......................................................................................................................4
BAB II
- LANDASAN THEORY
a.
Pengertian Akhlak…………………………………………………………………
b.
Pengaruh Akhlak dalam kehidupan peribadahan........................................................6
BAB III
- PENUTUP
a.
Kesimpulan..............................................................................................................13
DAFTAR
PUSTAKA...........................................................................................................14
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
belakang
Islam adalah Agama yang dibawa olehNabi Muhammad
saw yang ajaran pokoknya yaitu: mengenal tuhan, cara beribadah, dan
membersihkan hati dalam diri. Islam adalah agama yang sangat memperhatikan
pembinaan akhlak dan karakter mulia secara kompheresif, baik dari segi materi,
metode, pendekatan, dan pelaksanaan. Ajaran islam tentang Iman, Islam dan Ihsan
belum dinilai sempurna jika tidak
menimbulkan dampak pembinaan akhlak dan karakter yang mulia. Sebagai contoh, seseorang yang
merasa beriman belum sempurna imannya bila perutnya kenyang sendiri, sementara
tetangga dan orang-orang disekitar menderita kelaparan. Juga seseorang yang
mengaku telah melaksanakan ibadah, misalnya sholat, dianggap sebagai pendusta
agama jika shalatnya itu tidak menghasilkan dampak positif bagi kehidupan
sosial.
Kepada umat manusia, khususnya yang beriman
kepada Allah diminta agar Akhlak dan budi luhur Nabi Muhammad saw dijadikan
sebagai contoh dalam kehidupan diberbagai bidang. Mereka yang mencontoh akhlak
Nabi Muhammad Saw. Dijamin keselamatan hidupnya didunia dan diakhirat.
Seseorang yang ahli ibadah belum tentu dikatakan seseorang yang berakhlak
baik, Karena sebenarnya seseorang yang
beribadah itu bukan hanya menyembah saja tapi dia taqorub kepada Allah agar roh
manusiadiingatkan kepada hal-hal yang bersih dan suci.Dengan demikian rasa
kesucian mereka menjadi tajam. Karena seseorang yang beribadah itu bukan hanya
latihan hal-hal spiritual tapi juga latihan moral. Ibadah yang dijalankan
dinilai baik apabila sesuai dengan muammalah. Muammalah bisa dinilai dengan
baik apabila seseorang berakhlak yang baik.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah definisi Akhlak?
2. Berapa besarkah pengaruh akhlak dalam
kehidupan, Terutama dalam hal ibadah?
C.
Tujuan
Setelah selesai pembahasan ini, mahasiswa
diharapkan agar :
1. Mengetahui pengertian akhlak dengan baik
2. Memahami hubungan akhlak dengan ibadah dalam
kehidupan dan bisa mengaplikasikan secara maksimal.
BAB II
LANDASAN THEORI
A. Pengertian
Akhlak
Kata akhlak berasal dari bahasa Arab khuluq
yang jamaknya akhlak. Menurut bahasa, akhlak adalah perangai, tabiat, dan
agama. Kata tersebut mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan khalq
yang berarti kejadian, serta erat hubungannya dengan kata khaliq yang
berarti pencipta dan makhluq yang berarti “yang diciptakan”
Ibn Al-jauzi menjelaskan (w. 597 H) bahwa al-khuluq
adalah etika yang dipilih seseorang. dinamakan khuluq karena etika bagaikan
khalqah (karakter) pada dirinya. Dengan demikian, khuluq adalah etika yang
menjadi pilihan dan diusahakan seseorang. Adapun etika yang sudah menjadi
tabiat bawaannya dinamakan al-khaym
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata akhlak
diartikan sebagai budi pekerti, watak, dan tabiat.
Berkaitan dengan pengertian khuluq yang berarti
agama, Al-Fairuzzabadi berkata, “Ketahuilah, agama pada dasarnya adalah akhlak.
Barang siapa memiliki akhlak mulia, kualitas agamanya pun mulia. Agama
diletakkan di atas empat landasan akhlak utama, yaitu kesabaran, memelihara
diri, keberanian, dan keadilan.”
Secara sempit, pengertian akhlak dapat diartikan
dengan:
a) Kumpulan kaidah untuk menempuh jalan yang baik
b) Jalan yang sesuai untuk menuju akhlak
c) Pandangan akal tentang kebaikan dan keburukan.
Kata akhlak lebih luas artinya dari pada moral atau
etika yang sering dipakai dalam bahasa Indonesia sebab akhlak meliputi
segi-segi kejiwaan dari tingkah laku lahiriah dan batiniah seseorang. Ada pula
yang menyamakannya karena keduanya membahas masalah baik dan buruk tingkah laku
manusia.
Akhlak adalah sesuatu yang praktis yang harus
di terapkan dalam kehidupan sehari-hari, tenggelam dan munculnya suatu bangsa
tergantung kepada akhlaknya. Setiap tingkah laku dan kehidupan manusia tak
terlepas dari norma-norma akhlak, baik itu yang
menyangkut manusia secara individu ataupun sebagai anggota masyarakat
dan bahkan sebagai penduduk dalam suatu negara.
Sebagaimana kita maklumi bahwa ilmu akhlak itu
adalah ilmu yang membicarakan tentang perbuatan manusia di tinjau dari segi
baik dan buruknya, apa yang harus di lakukan dan bagaimana caranya untuk diri
sendiri dan orang lain dalam mencapai tujuan, maka sudah barang tentu ruang
lingkup yang akan di bicarakan oleh ilmu akhlak adalah sekitar materi yang ada
dalam pengertian yang kita dapati tersebut dia atas.
Sebagai
di ketahui oleh masyarakat bahwa nabi muhammad Saw. Di utus menjadi nabi dan
rosul untuk menyempurnakan akhlak,
Artinya:
sesungguhnya aku di utus untuk menyempurnakan akhlak
Secara teoretik, akhlak dapat di bedakan menjadi
dua:
1. Akhlak
mulia (al-akhlaq al-karimah)
2. Akhlak
tercela (al-akhlaq al-madzmumah)
Akhlak
mulia adalah akhlak yang sejalan dengan al Quran dan sunnah; sedangkan akhlak
tercela adalah sebaliknya, yaitu akhlak yang tidak sejalan dengan al Quran dan
sunnah, atau yang lebih tepatnya adalah perbuatan yang melanggar aturan yang di
tentukan dalam al quran dan sunnah.
B.
Hubungan
Akhlak dan Ibadah
Islam telah
menghubungkan secara erat antara akidah dan akhlak. Dalam islam, akhlak
bertolak dari tujuan-tujuan akidah. Akidah merupakan barometer bagi perbuatan,
ucapan, dengan segala bentuk interaksi sesama manusia. Berdasarkan keterangan
al Quran dan as Sunnah, iman kepada Allah Swt. Menuntut seseorang mempunyai
akhlak yang terpuji. Sebaliknya, akhlak tercela membuktikan ketidak-adaan iman
tersebut. Berikut ini akan dikemukakan salah satu contoh tentang pengukuran
kadar iman seseorang dengan akhlak terpujinya.
Keterkaitan
antara akhlak dan aqidah dapat dilihat ketika Allah SWT mengkaitkan keimanan
dengan akhlak mulia. Ketika al-Quran menyuruh berlaku adil, sebelumnya ia
menyebut tentang iman. Allah SWT berfirman:
Artinya: “wahai
orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah,
(ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu
kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena adil itu
lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sungguh, Allah
Mahateliti apa yang kamu kerjakan.”
Al-Quran juga
menghubungkan antara amal saleh dan perbuatan baik. Allah SWT berfirman:
Artinya: “dan barang
siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, sedang dia
beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizhalimi
sedikitpun. Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang dengan
ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan dan
mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi
kesayangannya”
Demikian pula,
Rasulullah SAW ditanya, “siapa diantara kaum mu’min yang paling utama
keimanannya?’ Beliau menjawab. Yang paling baik akhlaknya”
Dalam hadist lain,
Rasulullah SAW bersabda :
Artinya: Iman itu
memiliki 70 cabang (riwayat lain 77 cabang)dan yang paling utama ialah Laa
ilaaha Illa Allah, dan yang terendah ialah membuang duri dari jalan. Malu juga
merupakan salah satu cabang iman.”
Iman
tidak cukup sekadar disimpan dalam hati, tetapi harus direalisasikan dalam
perbuatan nyata dan amal shaleh. Hanya iman yang melahirkan amal shalehah yang
dinamakan iman yang sempurna.
Akhlak
mulia merupakan mata rantai keimanan. Contoh, rasa malu berbuat jahat merupakan
salah satu akhlak yang mulia. Nabi Muhammad SAW. Dalam salah satu haditsnya
menegaskan:
Artinya: “Malu adalah
cabang iman”
Sebaliknya,
akhlak buruk adalah yang menyalahi prinsip-prinsip keimanan. Sekalipun suatu
perbuatan pada lahirnya baik, tetapi jika titik tolaknya bukan keimanan,
perbuatan tersebut tidak mendapatkan penilaian di sisi Allah SWT.
Adapun
kaitan ilmu akhlak dan ibadah dapat
dijelaskan bahwa tujuan akhir ibadah adalah keluhuran akhlak. Ibadah terpenting
yang disyariatkan Islam dan yang paling pertama dihisab pada hari Kiamat adalah
shalat. Shalat juga merupakan barometer kepribadian seseorang. Hikmah
disyariatkannya shalat adalah menjauhi keji dan mungkar
“Sesungguhnya shalat
itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Islam
telah menghubungkan secara erat antara kaidah dan akhlak. Dalam Islam, akhlak
bertolak dari tujuan-tujuan aqidah. Aqidah merupakan barometer bagi perbuatan,
ucapan, dengan segala bentuk interaksi sesame manusia. Berdasarkan keterangan
Al-Quran dan As-Sunah, iman kepada Allah SWT. Menuntut seseorang mempunyai
akhlak yang terpuji.
Adapun kaitan ilmu akhlak dan ibadah dapat
dijelaskan bahwa tujuan akhir ibadah adalah keluhuran akhlak. Ibadah terpenting
yang disyariatkan Islam dan yang paling pertama dihisab pada hari Kiamat adalah
shalat. Shalat juga merupakan barometer kepribadian seseorang. Hikmah
disyariatkannya shalat adalah menjauhi keji dan mungkar.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar