Senin, 27 Februari 2017

media word search dalam pembelajaran bahasa arab



MEDIA WORD SEARCH (بحث المفردات)
A.    Pengertian
      Media “cari kata (WORD SEARCH)” ini adalah salah satu media visual yang menuntut siswa untuk berpikir kritis dan bertindak secara aktif. Media ini dapat digunakan untuk tingkat satuan MTS/SMP dan MA/SMA. Pada hakikatnya media ini dianggap sudah cukup familiar sebagai suatu permainan. Karena sudah cukup familiar, maka permainan tersebut bisa dijadikan sebagai media untuk menunjang dan mendukung kegiatan belajar mengajar dan dapat diaplikasikan untuk media pembelajaran Bahasa Arab.
B.     Urgensi media
      Media ini memiliki peranan cukup penting dalam pembelajaran siswa. Karena media ini berbasis media pembelajaran sambil bermain, maka siswa akan merasa lebih tertarik dan tidak merasakan bosan didalam kelasnya. Dengan menggunakan media ini, maka siswa maupun kelas akan terasa menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Dan yang terpenting adalah bahwa media ini akan meninggalkan kesan tersendiri dan membuat siswa lebih mudah mengingat setiap mufrodat yang telah mereka temukan.
C.    Alat dan Bahan
1.      Alat
·         Gunting
·         Penggaris
·         Pensil / spidol
·         steples
2.      Bahan
·         Kertas karton (empat warna : putih, biru, kuning, pink / warna bisa  disesuaikan).
·         Perekat / lem.
·         Plastik bening.

D.    Langkah pembuatan
1.      Langkah pertama
                  ü   Siapkan karton pertama sebagai alas.
                  ü   Siapkan tema untuk setiap mufrodat.
                  ü   Buat kotak – kotak sebanyak 15 x 15 ditengah karton dengan ukuran 3cm persegi dengan menggunakan pensil / spidol.
                  ü   Gunting karton berwarna dengan ukuran 3cm sebanyak 15 x 15.
2.      Langkah kedua
                  ü   Siapkan mufrodat untuk setiap tema (5 – 10 tema). Setiap tema memiliki 5 mufrodat
                  ü   Tulis mufrodat setiap tema di pinggir kanan dan kiri karton.
                  ü   Tempelkan secara silang dan beraturan karton berwarna yang sudah digunting kotak – kotak.
                  ü   Isi setiap kotak yang telah dibuat di karton tersebut dengan huruf – huruf hijaiyah dari mufrodat yang telah disediakan secara acak namun masih berkaitan bagi setiap hurufnya (bisa diisi secara vertikal, horizontal atau diagonal).
                  ü   Setelah setiap karton warna tertempel dan sudah terisi huruf – huruf hijaiyah, langkah terakhir adalah memasang plastik bening seluas kotak – kotak yang telah tersedia. Hal ini perlu dilakukan agar media bisa digunakan berkali – kali.
E.     Cara Penggunaan
Media ini bisa digunakan dengan cara:
Ø  Siswa di instruksikan untuk mencari mufrodat yang telah tersedia dalam media tersebut dengan durasi (waktu) yang sudah ditentukan.
Ø  Siswa diinstruksikan  menyanyikan lagu pendek sebagai acuan waktu untuk mencari mufrodat tersebut.
Ø  Siswa diinstruksikan untuk mencoret setiap mufrodat yang telah ditemukan, baik itu secara vertikal, horizontal maupun diagonal dengan menggunakan spidol non-permanen agar bisa dihapus dan media bisa digunakan berkali – kali.
Ø  Setelah siswa berhasil menemukan mufrodat, mereka harus diinstruksikan mencari makna dan membuat kalimat sempurna / jumlah mufidah dalam bahasa arab dari mufrodat tersebut dengan waktu yang sudah ditentukan, meskipun hanya sekedar kalimat sederhana.
F.      Kekurangan dan kelebihan media
Adapun media ini memiliki kekurangan sebagai berikut:
Ø  Media ini membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pembuatanya dan sedikit rumit ketika harus menaruh setiap huruf hijaiyah dalam kotak.
Ø  Karna media ini akan membangkitkan keaktifan siswa, akan besar kemungkinan suasana di kelas menjadi lebih gaduh.
Adapun media ini memiliki kelebihan sebagai berikut:
Ø  Siswa akan menjadi lebih aktif dan berpikir kritis.
Ø  Kelas akan lebih terasa hidup dengan keaktifan siswa.
Ø  Pembelajaran mengenai mufrodat akan terasa lebih efektif dan menyenangkan karena media ini berbasis media belajar sambil bermain dan siswa akan lebih mudah menghafal mufrodat yang mereka dapatkan.




tekhnik mengumpulkan dan mengolah data penelitian

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Penelitian merupakan kegiatan yang terencana untuk mencari jawaban yang obyektif atas permasalahan manusia melalui prosedur ilmiah Untuk itu didalam suatu penelitian dibutuhkan suatu proses analisis data yang berguna untuk menganalisis data-data yang telah terkumpul. Data yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari berbagai catatan dilapangan, gambar, foto, dokumen, laporan, biografi, artikel, dan sebagainya. Pekerjaan ini biasanya mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberikan kode, dan mengategorikannya. Pengorganisasian dan pengelolaan data tersebut bertujuan menemukan tema dan dipotesis kerja yang akhirnya diangkat menjadi teori.
            Dalam membuat sutu proposal penelitian terdapat sub-bagian tentang metode penelitian dan salah satu bagian tersebut terdapat tekhnik pengumpulan data. Dalam tekhnik pengumpulan data ini merupakan instrument yang berpengaruh dalam berhasil atau tidaknya suatu penelitian karena tekhnik pengumpulan data jika tidak menggunakan tekhnik ini yang semestinya dapat berakibat fatal terhadap hasil-hasil yang telah dilakukan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa saja jenis data dalam penelitian?
2.      Apa saja teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data?
3.      Apa saja teknik yang digunakan dalam menganalisis data?
C.     Tujuan
1.      Mengetahui jenis – jenis data dalam penelitian.
2.      Mengetahui teknik yang bisa digunakan dalam pengumpulan data.
3.      Mengetahui teknik yang bisa digunakan dalam menganalisis data.



BAB II
PEMBAHASAN
MENGUMPULKAN DAN MENGOLAH DATA
A.    Jenis – Jenis Data Penelitian
Berdasarkan tipe penelitian, jenis data dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1.      Data kuantitatif
Yaitu data yang dapat diinput kedalam skala pengukuran statistik. Fakta dan fenomena dalam data ini tidak dinyatakan dalam bahasa alami melainkan dalam numerik.
2.      Data kualitatif
Yaitu data yang dapat mencakup hampir semua data non numerik. Data ini dapat menggunakan kata – kata untuk menggambarkan fakta dan fenomena yang diamati.[1]
Berdasarkan sumbernya, data dibagi menjadi dua, yaitu:
1.      Data primer
Yaitu data yang diperoleh langsung dari sumbernya dan dicatat untuk pertama kali.
2.      Data sekunder
Yaitu data hasil pengumpulan orang lain dengan maksud tersendiri dan mempunyai kategorisasi atau klasifikasi menurut keperluan mereka.[2]
Berdasarkan cara memperolehnya data dibagi menjadi
1.      Data observasional
Yaitu data yang ditangkap in situ. Data  ini sekali jadi atau tidak bisa diulang diciptakan atau diganti.
2.      Data wawancara
Yaitu data yang diperoleh melalui tanya jawab antara peneliti dan informan. Data ini bisa divalidasi menggunakan triangulasi.
3.      Data eksperimental
Yaitu data yang dikumpulkan dalam kondisi terkendali, in situ atau berbasis laboratorium dan harus bisa direproduksi.
4.      Data simulasi
Yaitu data hasil dari penggunaan model dan metadata dimana input lebih penting daripada output. Contoh: model iklim, model ekonomi, model kosmologi dan lain – lain.
5.      Data referensi atau kanokik
Yaitu data statis atau koleksi organik (peer – reviewed). Contoh: menggunakan data urutan gen yang sudah tersedia, struktur kimia, data sensus dan lain – lain.
6.      Data derivasi atau kompilasi
Yaitu data reproduksi. Contoh: kompilasi data base yang sudah ada untuk membangun 3D.
Berdasarkan format berkas, data dibagi menjadi:
1.      Data kuantitatif
Contoh: SPSS, SAS, Microsoft Exel, XMI, dan lain – lain.
2.      Data kualitatif
Contoh: Microsoft Word, Rich Text Format, HTML dan lain – lain.
3.      Data geospatial
Contoh: ESRI Shapefile, Geo – Referenced TIFF, CAD data, Tabular GIS attribute data dan lain – lain.
4.      Data digital image
Contoh: TIFF, JPEG, Adobe Portable Document Format (PDF), MPEG – 1 audio layer, audio interchange File Format dan lain – lain.
5.      Data digital Vidio
Contoh: MPEG – 4 High Profile, motion JPEG 2000, GIFT dan lain – lain.
Berdasarkan subjek kedokteran, data dibagi menjadi:
1.      Data diagnosis
Contoh: subklasifikasi penyakit atau histologi, sitogenetika, penanda molekuler dan lain – lain.
2.      Data demografi
Contoh: sosial ekonomi informasi, jenis kelamin, usia, ras/etnis dan lain – lain.


B.     Teknik Pengumpulan Data
            Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya dan apa alat yang digunakan. Jenis sumber data adalah mengenai dari mana data diperoleh. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data peimer) atau data diperoleh dari sumber tidak  langsung (data sekunder)
            Metode pengumpulan data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaanya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dokumentasi dan sebagainya. Sedangkan instrumen pengumpul data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list, kuisioner (angket terbuka/tertutup) pedoman wawancara, photo kamera dan lainya.
            Adapun tiga teknik pengumpulan data yang bisa digunakan adalah angket, observasi dan wawancara.
1.      Angket
      Angket atau kuisioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepad orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondenya cukup besar dan tersebar diberbagai wilayah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.
Prinsip penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain:
-          Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur, maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
-          Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah – istilah bahasa bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris dan sebagainya.
-          Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau tertutup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pertanyaan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.[3]
2.      Wawancara / interview
      Teknik pengumpulan data melalui wawancara, yaitu suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dengan mengungkapkan pertanyaan – pertanyaan pada para responden.[4] Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber data. Wawancara terbagi menjadi dua, yaitu:
-          Wawancara terstruktur : artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaanya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat batu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.
-          Wawancara tidak terstruktur : yaitu wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik dan hanya memuat poin – poin penting masalah yang ingin digali dari responden.[5]
3.      Observasi
      Observasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatanya melalui hasil kerja pancaindra mata serta dibantu dengan pancaindra lainya.[6] Observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan unutk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari prilaku manusia, proses kerja, gejala – gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.
-          Participant observation : dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatan sehari – hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data. Misalnya: seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana prilaku siswa, semangat siswa, kemampuan managerial kepala sekolah, hubungan antar guru dan lain sebagainya.
-          Non participant observation , yaitu observasi yang penelitianya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati. Misalnya: penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian. Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung didalam peristiwa. Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain: lembar cek list, buku catatan, kamera photo dan lain – lain.[7]
C.    Teknik Analisis Data (statistik deskriptif dan statistik inferensial)
            Analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasi data dan memilah – milahnya menjadi satuan – satuan yang dapat dikelola, mencari dan menemukan pola dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.[8]
            Pada dasarnya penelitian dilakukan untuk mendapatkan data. Data yang didapatkan peneliti beragam. Data dapat digolongkan kedalam dua jenis, yaitu data bermuatan kualitatif dan data bermuatan kuantitatif.[9] Dalam kesempatan kali ini hanya akan dibahas mengenai data bermuatan kuantitatif. Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik. Terdapat dua statistik untuk analisis, yaitu:
1.      Statistik deskriptif, yaitu statistik yang digunakakn untuk analisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa ada tujuan membuat kesimpulan untuk generalisasi. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah penyajian data melalui tabel, grafik, diagram lingkaran (pie chart), pictogram, perhitungan modus, median, mean, desil, persentil, perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata – rata dan standar deviasi, perhitungan prosentase. Dapat juga dilakukan analisis korelasi antar variabel, analisis regresi atau membandingkan dua nilai rata – rata sampel/populasi.
2.      Statistik inferensial, yaitu statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik ini cocok untuk digunakan jika sample diambil dari populasi yang jelas dan pengambilan sample secara acak. Sering disebut statistik induktif atau statistik probabilitas karena kesimpulan yang diberlakukan pada populasi berdasarkan pada data sample dan kebenaranya bersifat peluang (kita kenal disini tafar signifikansi dan interval kepercayaan.
Statistik inferensial terbagi atas dua, yaitu:
-          Statistik parametrik (diperlukan terpenuhinya banyak asumsi terutama distribusi normal)
-          Statistik non – parametrik (tidak perlu terpenuhinya banyak asumsi.[10]












BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
            Tekhnik atau metode ini adalah bagian instrument pengumpulan data yang menentukan berhasil atau tidaknya suatu penelitian. Kesalahan menggunakan metode ini yang tidak digunakan semestinya, berakibat fatal terhadap hasil-hasil penelitian yang dilakukan. Dalam proses pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara:
·         Angket
·         Wawancara
·         observasi
            Analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasi data dan memilah – milahnya menjadi satuan – satuan yang dapat dikelola, mencari dan menemukan pola dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik. Terdapat dua statistik untuk analisis, yaitu:
·         Statstik deskriptif
·         Statistik inferensial





                [1] https://azharnasri.blogspot.com
                [2] S. Nasution, Metode Research (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), hal. 143.
                [3] https://azharnasri.blogspot.com
                [4] P. Joko Subagyo, Metode Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta 2004) hal. 39
                [5] https://azharnasri.blogspot.com
                [6] Burhan Bungin, Metode Penelitian Sosial (Surabaya: Airlangga University Press, 2001), hal. 142
                [7] https://azharnasri.blogspot.com
                [8] Lexy Maleong, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), hal. 248.
                [9] http://metagunawan.blogspot.com
[10] http://jam-statistik.blogspot.com