MAKALAH
PERAN DAN FUNGSI KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu
tugas kelompok dalam Mata Kuliah “Pengembangan Kurikulum”

Disusun Oleh : kelompok 4
Muhammad Lutfi
Siti Hildatul Munajah
Siti Rohmah
Pendidikan Bahasa Arab semester 5-B
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
IAIN SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN
TAHUN AKADEMIK 2016
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
B.
Rumusan masalah
C.
Tujuan
BAB II
FUNGSI DAN PERAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
A. Fungsi pengembangan Kurikulum
Dalam aktivitas belajar
mengajar, kedudukan kurikulum sangat krusial, karena dengan kurikulum anak
didik akan memperoleh manfaat (benefits). Namun demikian, disamping kurikulum
bermanfaat bagi anak didik, ia juga memiliki fungsi – fungsi lain, yaitu:
1.
Fungsi kurikulum dalam rangka pencapaian
tujuan pendidikan
Kurikulum
pada suatu sekolah merupakan suatu alat atau usaha mencapai tujuan – tujuan
pendidikan yang diinginkan sekolah tertentu yang dianggap cukup tepat dan
krusial untuk dicapai, sehingga salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah
meninjau kembali tujuan yang selama ini digunakan oleh sekilah bersangkutan.
Maksudnya bila tujuan – tujuan yang diinginkan belum tercapai , orang akan
cenderung meninjau kembali alat yang digunakan untuk mencapai tujuan itu, misalnya
dengan meninjau kurikulumnya. Pendidikan tertinggi sampai pendidikan rendah
mempunyai tujuan, yakni tujuan yang akan dicapai setelah berakhirnya aktivitas
belajar.
Di Indonesia, ada empat tujuan pendidikan
utama yang secara hierarkis dapat dikemukakan :
a. Tujuan nasional
b. Tujuan institusional
c. Tujuan kurikuler
d. Tujuan intruksional
Dalam
pencapaian tujuan pendidikan yang dicita – citakan, tujuan – tujuan tersebut
mesti dicapai secara bertingkat yang saling mendukung, sedangkan keberadaan
kurikulum disini adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan (pendidikan).
2.
Fungsi kurikulum
Keberadaan
kurikulum sebagai organisasi belajar tersusun merupakan persiapan lagi bagi
anak didik. Anak didik diharapkan mendapat sejumlah pengalaman baru yang
dikemudian hari dapat dikembangkan seirama dengan perkembangan anak, agar dapat
memenuhi bekal hidupnya nanti.
Jika
kita kaitkan dengan pendidikan Islam, pendidikan harus diorientasikan kepada
kepentingan peserta didik, dan perlu diberi bekal pengetahuan untuk hidup pada
zamanya kelak. Dalam hadist Nabi Shalallahu alaihi wasallam disebutkan “didiklah
anak – anakmu karena mereka diciptakan untuk menghadapi zaman yang lain dari
zamanmu”. Sebagai alat dalam mencapai tujuan pendidikan,kurikulum diharapkan
mampu menawarkan program – program pada anak didik yang akan hidup pada
zamanya, dengan latar belakang sosio historis dan kultural yang berbeda dengan
zaman dimana kedua orang tuanya berada.
3.
Fungsi kurikulum bagi pendidik
Guru
merupakan pendidik profesional yang secara implisit telah merelakan dirinya
untuk memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang ada di pundak orang tua.
Tatkala menyerahkan anaknya ke sekolah, berarti orang tua telah melimpahkan
sebagian tanggung jawab pendidikan anaknya kepada guru/pendidik. Tentunya orang
tua berharap agar anaknya menemukan guru yang baik, kompeten dan berkualitas.
Adapun fungsi kurikulum bagi guru atau pendidik adalah:
a. Pedoman kerja dalam menyusun dan mengorganisasi pengalaman belajar para
anak didik.
b. Pedoman untuk mengadakan evaluasi terhadap perkembangan anak didik dalam
rangka menyerap sejumlah pengalaman yang diberikan.
Dengan adanya kurikulum, sudah
barang tentu tugas guru/pendidik sebagai pengajar dan pendidik lebih terarah.
Pendidik juga merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dan sangat
penting dalam proses pendidikan dan merupakan salah satu komponen yang
berinteraksi secara aktif dengan anak didik dalam pendidikan.
Langeveld mengajukan lima komponen yang berinteraksi secara aktif
berinteraksi dalam proses pendidikan, yaitu:
a. Komposisi tujuan pendidikan sebagai landasan idiil pendidikan dan yang
dicapai melalui proses pendidikan.
b. Komponen terdidik, sebagai masukan manusiawi yang diperlukan sebagai subjek
aktif dan dikenai proses pendidikan tersebut.
c. Komponen alat pendidikan, sebagai unsur sarana atau objek yang dikenakan
kepada terdidik dalam proses pendidikan.
d. Komponen pendidik, sebagai unsur manusiawi yang membantu mengenalkan alat
pendidikan kepada anak didik dan mengarahkan proses pendidikan menuju sarana
yang diharapkan sebagaimana tercantum dalam tujuan pendidikan.
e. Komponen lingkung pendidikan, sebagai unsur suasana yang membantu
memberikan udara segar dalam proses pendidikan.
Dari uraian di atas keberadaan
pendidik memang sangat krusial dalam proses pendidikan. kurkulum merupkan alat
mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan dapat meringankan sebagian tugas
pendidik dalam proses belajar mengajar yang efektif dan efisien, karenanya
kurikulum mempunyai fungsi sebagai pedoman.
Sebagai pedoman, kurikulum dijadikan alat yang
berfungsi untu mencapai tujuan – tujuan pendidikan. Kurikulum suatu sekolah
memuat uraian mengenai jenis – jenis program apa yang dilaksanakan di sekolah
tersebut, bagaimana menyelengarakanya, siapa penanggung jawabnya dan
perlengkapan apa yang dibutuhkan.
Atas dasar itu, sekolah dapat
merencanakan secara lebih tepat jenis tenaga apa yang masih dibutuhkan sekolah,
keterampilan – keterampilan apa yang masih perlu dikembangkan dikalangan para
petugas yang ada sekarang, perlengkapan apa yang masih perlu diadakan dan lain
– lain.
4. Fungsi kurikulum bagi kepala/pembina sekolah/madrasah
Kepala sekolah merupakan administrator dan supervisor yang mempunyai
tanggung jawab terhadap kurikulum. Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah dan
para pembina lainya adalah:
a.
Sebagai pedoman dalam mengadakan fungsi
supervisi, yakni memperbaiki situasi belajar.
b.
Sebagai pedoman dalam melaksanakan supervisi
dalam menciptakan situasi untuk menunjang situasi belajar ke arah yang lebih
baik.
c.
Sebagai pedoman dalam melaksanakan supervisi
dalam memberikan bantuan kepada guru atau pendidik agar dapat memperbaiki
situasi mengajar.
d.
Sebagai seorang administrator, menjadikan
kurikulum sebagai pedoman untuk pengembangan kurikulum pada masa mendatang.
e.
Sebagai pedoman untuk mengadakan evaluasi atas
kemajuan belajar mengajar.
5. Fungsi kurikulum bagi orang tua
Bagi orang tua, kurikulum difungsikan sebagai bentuk adanya partisipasi
orang tua dalam membantu usaha sekolah dalam memajukan putra/putrinya. Bantuan
yang dimaksud dapat berupa konsultasi langsung dengan sekolah/guru mengenai
masalah – masalah menyangkut anak – anak mereka. Bantuan berupa pemikiran,
materi dari orang tua atau masyarakat anak dapat melalui lembaga komite
sekolah. Dengan membaca dan memahami kurikulum sekolah, para orang tua dapat
pengalam belajar yang diperlukan anak – anak mereka, sehingga partisipasi orang
tua ini pun tidak kalah pentingnya dalam menyukseskan proses belajar mengajar
di sekolah.
Meskipun orang tua telah menyerahkan anak – anak mereka kepada kepala
sekolah agar diajarakan ilmu pengetahuan dan didikan orang yang bermanfaat bagi
pribasinya, orang tua, keluarga, masyarakat, bangsa dan agama namun tidak
berarti tanggung jawab kesuksesan anaknya secara total disertakan kepaa sekolah
alias pendidik. Keberhasilan tersebut merupakan dari sistem kerja sama
berdasarkan fungsi masing – masing, yakni orang tua, sekolah, guru dan
pendidik. Karenanya pemahaman orang tua mengenai kurikulum tampaknya menjadi
hal yang mutlak.
6. Fungsi bagi sekolah tingkat diatasnya
Fungsi kurikulum dalam hal ini dapat dibagi menjadi dua, yakni:
a.
Pemeliharaan keseimbangan proses pendidikan
Pemahaman kurikulum yang digunakan oleh suatu
sekolah pada tingkatan sekolah yang berada di bawahnya, sekolah dapat meninjau
kembali masuknya program tentang keterampilan – keterampilan ini kedalam
kurikulumnya.
Jika keterampilan – keterampilan tertentu yang
diperlukan dalam mempelajari kurikulum suatu sekolah belum diajarkan pada
sekolah yang berada dibawahnya, sekolah dapat mempertimbangkan masuknya program
tentang keterampilan – keterampilan ini kedalam kurikulumnya.
b.
Penyiapan tenaga baru
Jika suatu sekolah berfungsi menyiapkan tenaga
pendidik bagi sekolah yang berada dibawahnya, perlu sekali sekolah tersebut
memahami kurikulum sekolah yang berada dibawahnya itu. pengetahuan tentang
kurikulum sekolah yang berada dibawahnya berkaitan dengan pengetahuan tentang organisasi,
isi atau susunan serta cara pengajaranya. Dengan harapan hal ini akan membantu
sekolah dan pendidik dalam melakukan revisi – revisi dan penyesuaian kurikulum.
Sebagai contoh, jika pengajaran IPA di SD/MI menggunakan metode eksperimen,
pelajaran tentang, pelajaran tentang cara pelaksanaan metode eksperimen
hendaknya lebih diinterprestasikan di SMP/MTs; jika pada kurikulum SD/MI telah
diperkenalkan matematika modern, pelajaran mengenai matematika di SMP/MTs
hendaknya disesuaikan dengan pendekatan di SD/MI dan seterusnya.
7. Fungsi bagi masyarakat dan pemakai lulusan sekolah/madrasah
Kurikulum suatu sekolah juga berfungsi bagi masyarakat dan pihak pemakai
lulusan sekolah bersangkutan. Dengan mengetahui kurikulum suatu sekolah,
masyarakat sebagai pemakai lulusan, dapat melaksanakan sekurang – kurangnya dua
macam berikut:
a.
Ikut memberikan konstribusi dalam memperlancar
pelaksanaan program pendidikan yang membutuhkan kerja sama dengan pihak orang
tua dan masyarakat.
b.
Ikut memberikan kritik dan saran konstruktif
demi penyempurnaan program pendidikan di sekolah, agar lebih serasi dengan
kebutuhan masyarakat dan lapangan kerja.
Disamping mempunyai fungsi di atas, kurikulum
juga memiliki fungsi lain yang tentu memiliki pendekatan berbeda dengan
sebelumnya. Sebagaimana dikemukakan Alexander Inglis dalam bukunya Principle
of Secondary Education (1981) sebagai berikut:
·
The adjust fine of adaptive funcion (penyesuaian)
anak didik hidup dalam suatu lingkungan, sehingga anak didik dituntut untuk
mampu menyuaikan diri terhadap lingkungan tersebut. Lingkungan senantiasa
berubah, yidak statis, bersifat dinamis, karena itu anak didik diharapkan mampu
menyesuaikan diri dengan kondisi seperti itu. semuanya mesti disesuaikan dengan
kondisi dan keadaan perorangan. Program pendidikan harus diarahkan pada
berbagai aspek kehidupan serta sarana juga usaha anak didik dalam mengembangkan
kehidupanya sebagai individu, anggota masyarakat atau warga negara.
·
The integrative funcion (pengintegrasian)
Dalam hal ini, orientasi dan fungsi kurikulum adalah mendidik anak agar
mempunyai pribadi yang integral. Mengingat anak didik merupakan bagian integral
dari masyarakat, pribadi yang terintegrasi itu akan memberikan keseimbangan
dalam rangka pembentukan atau pengintegrasian masyarakat.
Kehidupan sosial selalu mengalami perubahan sebagai akibat kemajuan
teknologi. Perubahan tersebut memunculkan beragam tuntutan kehidupan diberbagai
aspek kehidupan
·
The differentiating funcion (pembeda)
·
The propaedeutic funcion (persiapan)
·
The selective funcion (pemilihan)
·
The diagnostic funcion (diagnostik)
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar