12 Barisan Manusia Di Hari Kebangkitan
إِنّ الْحَمْدَ
ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ
شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ
لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ
وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ...
فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.
Khutbah yang Pertama اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ...
فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.
Ma’asyiral Muslimin Rahimani wa Rahimakumullah!!
Marilah
kita senantiasa meningkatkan mutu keimanan dan kualitas ketaqwaan kita kepada
Allah subhanahu wata’ala dengan selalu menjalankan setiap perintah Allah
dan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam dan berusaha semaksimal
mungkin menjauhi dan meninggalkan setiap bentuk larangan-Nya dan Nabi-Nya shallallahu
‘alaihi wasallam sebagai bentuk konsekwensi mahabbah dan kecintaan
kepada-Nya. Selalu berharap surga dan merasa takut terhadap adzab dan
siksa-Nya. Kita senantiasa interopeksi diri dan muhasabah terhadap amalan yang
telah kita lakukan. Dengan itu kita memiliki perhitungan dan tolak ukur yang
jelas, sudahkah diantara kita telah membekali diri dengan bekal yang baik untuk
menghadapi perhitungan Allah subhanahu wata’ala di saat tidak akan ada
lagi pertolongan melainkan pertolongan-Nya. Dan pada saat itu harta dan anak keturunan seseorang
tidak akan berharga. Allah subhanahu wata’ala berfirman :
يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ
وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيه لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ ُيُغْنِيه
“Pada
hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri
dan anak-anaknya, Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang
cukup menyibukkannya.” (QS. ‘Abasa: 37)
. يَوْمَ لاَيَنفَعُ مَالٌ وَلاَبَنُونَ إِلاَّ مَنْ أَتَى اللهَ
بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (الشعراء: 88-89)
“(yaitu)
di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang
menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. asy-Syu’ara:
88-89)
Semoga
kita yang hadir di majelis ini termasuk orang-orang yang akan mendapatkan
pertolongan, perlindungan dan penjagaan dari Allah subhaanahu wata’ala.
Baik di dunia maupun di akhirat kelak. Amin
Ma’asyiral Muslimin Rahimani wa Rahimakumullah!!
Suatu ketika, Muadz bin Jabal ra menghadap Rasulullah saw dan
bertanya: "Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah
SWT:
يَوْمَ
يُنْفَخُ فيِ الصُّوْرِ فَتَأْ تُوْنِ اَفْوَاجًا
"Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu
sekalian datang berbaris-baris." (QS An-Naba':18)"
Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah
pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: "Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku,
perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan
berbaris-baris."
Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut.....
Barisan Pertama
Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan
mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka
itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka
demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Kedua
Digiring dari kubur berbentuk babi hutan.
Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah
orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya
dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Ketiga
Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut
mereka penuh dengan ular dan kala jengking. "Mereka itu adalah orang yang enggan membayar
zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Keempat
Digiring dari kubur dengan keadaan darah
seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. "Mereka itu adalah
orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat
kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Kelima
Digiring dari kubur dengan bau busuk dari
bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu
mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. "Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan
perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut
kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah
neraka..."
Barisan Keenam
Digiring dari kubur dengan keadaan kepala
mereka terputus dari badan. "Mereka adalah orang yang menjadi saksi
palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Ketujuh
Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah
tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. "Mereka
itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah
balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Kedelapan
Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik
dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. "Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka
inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Kesembilan
Digiring dari kubur dengan berwajah hitam
gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. "Mereka
itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya,
maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Kesepuluh
Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan
penyakit sopak dan kusta. "Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang
tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Kesebelas
Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala,
gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai
ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar
beraneka kotoran. "Mereka adalah orang yang minum arak, maka
inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."
Barisan Kedua Belas
Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar
laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka,
datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: "Mereka
adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi
perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia
keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali
mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang
Maha Pengasih..."
أَقُوْلُ قَوْلِي
هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ
Khutbah yang kedua
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ
يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ
أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
وبعد,
Ma’asyiral Muslimin Rahimani wa Rahimakumullah!!
Marilah kita menengok ke belakang bagaimana selama
ini kita telah berbuat di muka bumi ini. Seperti apa kondisi kita ketika
dibangkitkan dari alam kubur nanti, masuk dalam barisan manakah kita …? Ingatlah…! Sekali-kali
Allah SWT tidak akan pernah mendholimi hamba-Nya sedikitpun, namun Allah SWT
akan memberikan balasan sebagaimana amalan yang telah manusia kerjakan semasa
hidup di dunia ini. Allah SWT berfirman :
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرَايَّرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ
شَرَّايَّرَهُ
“Barangsiapa yang mengerjakan
kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan
barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan
melihat (balasan)nya pula.
(QS.
Az-Zalzalah : 7-8)
Ada baiknya kita instropeksi diri kita masing-masing
setelah mendapat berita dari baginda Rosulullah Muhammad SAW yang telah
disebutkan diatas.
1.
Bagaimanakah selama ini kita bergaul dengan tetangga kita
?
2.
Bagaimanakah sholat
kita ? sudahkah tepat waktu dan berjamaah ?
3.
Sudahkah harta kita dikeluarkan zakatnya ?
4.
Apakah lisan kita selalu berdusta ketika bermaisyah /
jual-beli ?
5.
Apakah selama ini kita hanya takut dosa/aib kita
diketahui orang lain, namun sama sekali tidak takut kepada Allah SWT dengan
selalu mengulang dosa/aib itu? Ingatlah, sesungguhnya Allah SWT Maha Melihat
lagi Maha Mengetahui.
6.
Pernahkan kita menjadi saksi palsu hanya karena untuk
kepentingan dunia tanpa memikirkan akibatnya kelak di akhirat ?
7.
Bagaimana sikap kita ketika diminta untuk menjadi saksi
atas kebenaran ? apakah kita masih berfikir untung rugi jika kita diminta
menjadi saksi atas kebenaran yang ada ?
8.
Apakah kita pernah melakukan perbuatan zina? Naudzubillahi
min dzalika. Segeralah bertaubat kepada Allah SWT.
9.
Apakah harta yang kita gunakan/makan ada haknya anak
yatim ? segera selesaikan sebelum maut menjemput kita.
10.
Sudahkah kita menjadi anak yang berbakti kepada kedua
orang tua kita ?
11.
Apakah kita masih mengkonsumsi benda haram yang memabukan
seperti khamr, narkoba, dll ?
Semoga kita semua di saf yang Ke-12 yang mendapat rahmat dari
Allah SWT. Amin...
اَللَّهُمَّ صَلِّ
عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar