Kamis, 06 Oktober 2016

pendidikan jasmani (tafsir tarbawi)




PENDIDIKAN JASMANI
A.    QS. Al – Baqarah : 247
A$s%ur óOßgs9 óOßgŠÎ;tR ¨bÎ) ©!$# ôs% y]yèt/ öNà6s9 šVqä9$sÛ %Z3Î=tB 4 (#þqä9$s% 4¯Tr& ãbqä3tƒ ã&s! ہù=ßJø9$# $uZøŠn=tã ß`øtwUur ,ymr& Å7ù=ßJø9$$Î/ çm÷ZÏB öNs9ur |N÷sムZpyèy šÆÏiB ÉA$yJø9$# 4 tA$s% ¨bÎ) ©!$# çm8xÿsÜô¹$# öNà6øn=tæ ¼çnyŠ#yur ZpsÜó¡o0 Îû ÉOù=Ïèø9$# ÉOó¡Éfø9$#ur ( ª!$#ur ÎA÷sム¼çmx6ù=ãB ÆtB âä!$t±o 4 ª!$#ur ììźur ÒOŠÎ=tæ ÇËÍÐÈ
Artinya: ”dan Nabi mereka berkata kepada mereka ‘sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu’. Mereka menjawab ‘bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami,sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu dari padanya dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?’ Nabi menjawab ‘Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik’. Allah memberikan kerajaanya kepada siapa yang Dia kehendaki,dan Allah Maha Luas Maha Mengetahui”.

Tafsir Ibnu Katsir
Ketika mereka meminta kepada nabi mereka agar diangkat seorang raja buat mereka, maka Allah menentukan Talut untuk menjadi raja mereka. Talut adalah seorang lelaki dari kalangan prajurit mereka, bukan berasal dari keluarga raja mereka; karena raja mereka berasal dari keturunan Yahuza, sedang Talut bukan dari keturunannya. Karena itulah disebut oleh firman-Nya, bahwa mereka mengatakan:
{أَنَّى يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا}
Bagaimana Talut memerintah kami. (Al-Baqarah: 247)
Dengan kata lain, mana mungkin Talut menjadi raja kami.
{وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ}
padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedangkan dia pun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak? (Al-Baqarah: 247)
            Yakni selain dari itu Talut adalah orang yang miskin lagi tidak berharta yang dapat membantunya untuk menjadi seorang raja. Sebagian ulama mengatakan bahwa Talut adalah seorang pengangkut air. Menurut pendapat yang lain, Talut adalah penyamak kulit.
Ungkapan ini merupakan sanggahan mereka terhadap nabi mereka dan sekaligus sebagai suatu protes, padahal yang lebih utama bagi mereka hendaknya mereka taat dan mengucapkan kata-kata yang baik. Selanjutnya nabi mereka memberikan jawabannya yang disitir oleh firman-Nya:
{إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ}
Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi raja kalian. (Al-Baqarah: 247)
            Yaitu Allah-lah yang memilihnya menjadi raja kalian melalui nabi kalian. Allah lebih mengetahui tentang Talut daripada kalian. Dengan kata lain, bukan aku yang menentukan Talut menjadi raja atas kemauanku sendiri, melainkan Allah-lah yang memerintahkan kepadaku agar memilihnya di saat kalian meminta hal tersebut kepadaku.
{وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ}
dan (Allah) menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa. (Al-Baqarah: 247)
            Selain dari itu Talut lebih berilmu daripada kalian, lebih cerdik, lebih banyak akalnya daripada kalian, dan lebih kuat, lebih teguh dalam peperangan serta lebih berpengalaman mengenainya. Singkatnya, Talut lebih sempurna ilmunya dan lebih kuat tubuhnya daripada kalian. Dari ayat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa seorang raja hendaknya memiliki ilmu, bentuk, cakap, kuat, serta perkasa tubuh dan jiwanya. Kemudian Allah Swt. berfirman:
{وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ}
Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. (Al-Baqarah: 247)
            Artinya Dialah yang berkuasa yang melakukan semua apa yang dikehendaki-Nya dan Dia tidak diminta pertanggungjawaban tentang apa yang telah diperbuat-Nya, sedangkan mereka diharuskan mempertanggungjawabkannya. Hal ini berkat ilmu dan kebijaksanaan-Nya serta belas kasihan-Nya kepada makhluk-Nya. Untuk itu dalam firman selanjutnya disebutkan:
{وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ}
Dan Allah Mahaluas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqarah: 247)
            Yakni Dia Mahaluas karunia-Nya, Dia mengkhususkan rahmat-Nya buat siapa yang dikehendaki-Nya, lagi Maha Mengetahui siapa yang berhak menjadi raja dan siapa yang tidak berhak.
B.     QS. Huud : 52
ÏQöqs)»tƒur (#rãÏÿøótFó$# öNä3­/u ¢OèO (#þqç/qè? Ïmøs9Î) È@Åöãƒ uä!$yJ¡¡9$# Nà6øn=tæ #Y#uôÏiB öNà2÷ŠÌtƒur ¸o§qè% 4n<Î) öNä3Ï?§qè% Ÿwur (#öq©9uqtGs? šúüÏB̍øgèC ÇÎËÈ  
Artinya :”dan (Hud berkata) ‘wahai kaumku mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada – Nya,niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras,dia akan menambahkan kekuatan diatas kekuatanmu,dan janganlah kamu berpaling dari orang yang berdosa”.
Tafsir Jalalain
            (dan (Hud berkata) ‘wahai kaumku mohonlah ampunan kepada Tuhanmu) dai kemusyrikan ( lalu bertaubatlah kepada – Nya) dengan menjalankan ketaatan,(niscaya Dia menurunkan hujan)air hujan yang sebelumnya mereka keringkan (yang sangat deras,dia akan menambahkan kekuatan diatas kekuatanmu)bersama dengan kekuatanmu yakni berupa harta benda dan anak - anak, (dan janganlah kamu berpaling dari orang yang berdosa) yakni berbuat kemusyrikan.

C.     QS. Al – Anfal : 60
(#rÏãr&ur Nßgs9 $¨B OçF÷èsÜtGó$# `ÏiB ;o§qè% ÆÏBur ÅÞ$t/Íh È@øyÜø9$# šcqç7Ïdöè? ¾ÏmÎ/ ¨rßtã «!$# öNà2¨rßtãur tûï̍yz#uäur `ÏB óOÎgÏRrߊ Ÿw ãNßgtRqßJn=÷ès? ª!$# öNßgßJn=÷ètƒ 4 $tBur (#qà)ÏÿZè? `ÏB &äóÓx« Îû È@Î6y «!$# ¤$uqムöNä3ös9Î) óOçFRr&ur Ÿw šcqßJn=ôàè? ÇÏÉÈ  
Artinya :”dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggetarkan musuh Allah,musuhmu, dan orang – orang yang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengatahuinya. Apa saja yang kamu infakan dijalan Allah,niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan didzalimi (dirugikan)”.
Tafsir Kementrian Agama
            Untuk menghadapi penghianatan kaum yahudi dan persekongkolan mereka dengan kamu musyrikin dengan tujuan menghancurkan kaum muslimin, Allah memerintahkan pada ayat ini agar kaum muslimin menyiapkan kekuatan guna menghadapi musuh – musuh islam, baik musuh yang nyata maupun yang belum menyatakan permusuhannya secara terang – terangan. Yang harus dibina lebih dahulu adalah kekuatan iman yang akan menjadikan mereka percaya dan yakin bahwa mereka adalah pembela kebenaran, penegak kalimat Allah di muka bumi dan mereka pasti dalam mengahadapi dan membasmi kedzaliman dan keangkara – murkaan. Kekuatan iman yang sempurna inilah yang dapat membina kekuatan mental yang selalu ditanamkan pada hati segenap rakyat agar mereka benar – benar menjadi bangsa yang tangguh dan perkasa dalam mengahadapi berbagai macam kesulitan dan cobaan. Bangsa yang kuat mentalnya tidak akan dapat dikalahkan oleh bangsa lain bagaimanapun sempurnanya peralatan dan senjata mereka. Hal ini telah dibuktikan dalam perang badar, dimana tentara kaum musyrikin yang jauh lebih besar jumlah dan persenjataanya dapat dipukul mundur oleh tentara islam yang sedikit jumlahnya dan amat kurang persenjataanya, tetapi memiliki mental yang kuat dan iman yang teguh.
            Disamping kekuatan iman/mental mereka, harus pula dipersiapkan kekuatan fisiknya karena kedua kekuatan ini harus digabung menjadi satu. Kekuatan fisik saja akan kurang keampuhanya bila tidak disertai dengan kekuatan mental. Demikian pula sebaliknya, kekuatan mental saja tidak akan berdaya bila tdak ditunjang oleh kekuatan fisik.
            Allah memerintahkan agar kaum muslimin mempersiapkan tentara berkuda yang ditempatkan pada tempat strategis, siap untuk menggempur dan menghancurkan setiap serangan musuh dari manapun datangnya. Pada mada Nabi pasukan berkuda inilah yang amat straregis nilainya dan amat besar keampuhanya. Suatu negeri yang mempunyai pasukan berkuda yang besar akan disegani oleh negeri – negeri lain, dan negeri lain itu akan berpikir dulu bila akan menyerang negeri itu.
            Pada masa sekarang, pasukan berkuda (kavaleri) telah digantikan oleh pasukan tank baja, masalah peperangan pada masa kini sudah lain corak dan bentuknya dari peperangan masa dulu. Alat senjata yang digunakan sudah beragam pula, berupa armada udara armada laut, bahkan sampai mempergunakan persenjataan yang sangat canggih. Jika pada masa Nabi Muhammad saw., Allah memerintahkan agar mempersiapkan pasukan berkuda, maka pada masa sekarang kaum muslimin harus mempersiapkan berbagai senjata modern untuk mempertahankan negaranya dari serangan musuh.
            Sebagaimana diketahui senjata – senjata modern sekarang ini adalah hasil dari kemajuan tekhnologi, maka umat islam wajib berusaha mencapai ilmu pengetahuan setinggi – tingginya dan menguasai tekhnologi dan selalu mengikuti perkembangan dan kemajuanya. Untuk mencapai ilmu dan tekhnologi yang tinggi kita memerlukan biaya yang sangat besar. Kita wajib mempercepat kemajuan ekonomi dan memperbesar penghasilan rakyat. Dengan demikian akan mudah bagi rakyat menafkahkan sebagian hartanya untuk kepentingan dan mempertahankan negaranya.
            Suatu negara yang kuat mentalnya, kuat pertahanyanya dan kuat pula perekonomianya pasti akan disegani oleh negara lain dan mereka tidak berani memusuhinya apalagi menyerangnya. Inilah yang dituntut Allah dari kaum muslimin.
*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar