PENDIDIKAN PERASAAN (EMOSI)
A.
QS. Yunus : 109
ôìÎ7¨?$#ur $tB #Óyrqã y7øs9Î) ÷É9ô¹$#ur 4Ó®Lym zNä3øts ª!$# 4
uqèdur çöyz tûüÏJÅ3»ptø:$# ÇÊÉÒÈ
Artinya: “Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan
bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang
sebaik-baiknya”.
Tafsir Ibnu Katsir
{وَاتَّبِعْ مَا يُوحَى
إِلَيْكَ وَاصْبِرْ}
Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu dan
bersabarlah. (Yunus: 109)
Yakni
berpeganglah kamu kepada apa yang diturunkan Allah kepadamu dan yang telah
diwahyukan kepadamu, serta bersabarlah dalam menghadapi manusia yang
menentangmu.
{حَتَّى يَحْكُمَ اللَّهُ}
hingga Allah memberi keputusan. (Yunus:
109)
Maksudnya,
semoga Allah memberikan jalan keluar antara kamu dan mereka.
{وَهُوَ خَيْرُ
الْحَاكِمِينَ}
dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya. (Yunus:
109)
Yaitu
sebaik-baik pemberi jalan keluar, berkat keadilan dan kebijaksanaan-Nya.
B.
QS. At – Taubah : 21
öNèdçÅe³t6ã Oßg/u 7pyJômtÎ/ çm÷YÏiB 5bºuqôÊÍur ;M»¨Zy_ur öNçl°; $pkÏù ÒOÏètR íOÉ)B ÇËÊÈ
Artinya: “Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat
dari-Nya, keridaan, dan surga; mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang
kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya"
Tafsir Jalalain
(Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat
dari-Nya, keridaan, dan surga; mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang
kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya) abadi.
C.
Al – A’raf : 157
tûïÏ%©!$# cqãèÎ7Ft tAqß§9$# ¢ÓÉ<¨Z9$# ¥_ÍhGW{$# Ï%©!$# ¼çmtRrßÅgs $¹/qçGõ3tB öNèdyYÏã Îû Ïp1uöqG9$# È@ÅgUM}$#ur NèdããBù't Å$rã÷èyJø9$$Î/ öNßg8pk÷]tur Ç`tã Ìx6YßJø9$# @Ïtäur ÞOßgs9 ÏM»t6Íh©Ü9$# ãPÌhptäur ÞOÎgøn=tæ y]Í´¯»t6yø9$# ßìÒtur öNßg÷Ztã öNèduñÀÎ) @»n=øñF{$#ur ÓÉL©9$# ôMtR%x. óOÎgøn=tæ 4
úïÏ%©!$$sù (#qãZtB#uä ¾ÏmÎ/ çnrâ¨tãur çnrã|ÁtRur (#qãèt7¨?$#ur uqZ9$# üÏ%©!$# tAÌRé& ÿ¼çmyètB
y7Í´¯»s9'ré& ãNèd cqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÎÐÈ
Artinya: “(Yaitu) orang-orang
yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati
tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh
mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang
mungkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka
segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu
yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya,
menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an),
mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Tafsir Kementrian Agama
Sifat –sifat Nabi Muhammad sebagai Rosul Allah
1.
Nabi yang Ummi (buta huruf)
Dalam ayat ini diterangkan bahwa salah satu
sifat Muhammad saw., ialah tidak pandai menulis dan membaca. Sifat ini memberi pengertian
bahwa orang yang ummi tidak mungkin membaca Taurat dan Injil yang ada pada
orang – orang Yahudi dan Nashrani. Demikian pula cerita – cerita kuno yang
berhubungan dengan umat – umat dahulu. Hal ini membuktikan bahwa risalah yang
dibawa oleh Muhammad saw. Itu benar – benar berasal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Mustahil seseorang yang tidak tahu tulis baca dapat membuat dan membaca Al –
Qur’an dan hadist yang memuat hukum – hukum, ketentuan – ketentuan ilmu
pengetahuan yang demikian tinggi nilainya. Seandainya Al – Qur’an itu buatan
Muhammad, bukan buatan dari Tuhan semesta alam tentulah manusia dapat membuat
atau menirunya, tetapi sampai saat ini tidak ada seorang pun yang dapat
menandinginya.
2.
Kedatangan Nabi Muhammad telah diberitakan dalam Taurat dan Injil
Kedatangan Muhammad sebagai Nabi dan Rosul
penutup di isyaratkan di dalam Taurat (Kejadian xxi. 13,18; ulangan xviii. 15)
dan Injil (Yohanes xiv. 16), di dalam al – Qur’an disebutkan dengan jelas bahwa
mereka pun sudah mengenal pribadi Muhammad dan akhlaknya.
Yahudi dan nashrani telah menyembunyikan
pemberitaan tentang akan diutusnya Muhammad saw dengan menghapus pemberitaan
ini dan menggantinya dengan yang lain di dalam Taurat dan Injil. Banyak ayat al
–Qur’an yang menerangkan tindakan – tindakan orang – orang yahudi dan nashrani
mengubah isi taurat.
3.
Nabi menyuruh berbuat yang ma’ruf dan melarang berbuat munkar
Perbuatan yang ma’ruf adalah perbuatan yang
baik, yang sesuai dengan akal sehat, bermanfaat bagi diri mereka sendiri,
manusia dan kemanusiaan serta sesuai dengan ajaran agama. Sedangkan perbuatan
yang munkar adalah kebalikanya.
4.
Menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang buruk
Yang dimaksud dengan yang baik adalah yang
halal lagi baik, tidak merusak akal, pikiran, jasmani dan rohani. Sedangkan yang
dimaksud dengan yang buruk adalah yang haram, yang merusak akal, pikiran,
jasamani dan rohani.
5.
Menghilangkan berbagai beban dan belenggu yang memberatkan
Maksudnya ialah bahwa syariat yang dibawa
Muhammad tidak ada lagi beban yang berat seperti yang dipikulkan kepada bani israel.
*****
Casinos that offer a gambling software on mobile
BalasHapusAt casinos with 경상남도 출장샵 a 부천 출장샵 mobile app, you can access your 여주 출장안마 favorite 화성 출장마사지 casino games like blackjack, roulette, 남원 출장마사지 craps, and so on.