Kamis, 06 Oktober 2016

PENDIDIKAN PERASAAN (EMOSI) / tafsir tarbawi





PENDIDIKAN PERASAAN (EMOSI)
A.     QS. Yunus : 109
ôìÎ7¨?$#ur $tB #Óyrqムy7øs9Î) ÷ŽÉ9ô¹$#ur 4Ó®Lym zNä3øts ª!$# 4 uqèdur çŽöyz tûüÏJÅ3»ptø:$# ÇÊÉÒÈ
Artinya: “Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya”.

Tafsir Ibnu Katsir
{وَاتَّبِعْ مَا يُوحَى إِلَيْكَ وَاصْبِرْ}
Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu dan bersabarlah. (Yunus: 109)
            Yakni berpeganglah kamu kepada apa yang diturunkan Allah kepadamu dan yang telah diwahyukan kepadamu, serta bersabarlah dalam menghadapi manusia yang menentangmu.
{حَتَّى يَحْكُمَ اللَّهُ}
hingga Allah memberi keputusan. (Yunus: 109)
            Maksudnya, semoga Allah memberikan jalan keluar antara kamu dan mereka.
{وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ}
dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya. (Yunus: 109)
            Yaitu sebaik-baik pemberi jalan keluar, berkat keadilan dan kebijaksanaan-Nya.
B.     QS. At – Taubah : 21
öNèdçŽÅe³t6ムOßgš/u 7pyJômtÎ/ çm÷YÏiB 5bºuqôÊÍur ;M»¨Zy_ur öNçl°; $pkŽÏù ÒOŠÏètR íOŠÉ)B ÇËÊÈ  
Artinya: “Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari-Nya, keridaan, dan surga; mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya"
Tafsir Jalalain
            (Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari-Nya, keridaan, dan surga; mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya) abadi.

C.     Al – A’raf : 157
tûïÏ%©!$# šcqãèÎ7­Ftƒ tAqß§9$# ¢ÓÉ<¨Z9$# ¥_ÍhGW{$# Ï%©!$# ¼çmtRrßÅgs $¹/qçGõ3tB öNèdyYÏã Îû Ïp1uöq­G9$# È@ÅgUM}$#ur NèdããBù'tƒ Å$rã÷èyJø9$$Î/ öNßg8pk÷]tƒur Ç`tã ̍x6YßJø9$# @Ïtäur ÞOßgs9 ÏM»t6Íh©Ü9$# ãPÌhptäur ÞOÎgøŠn=tæ y]Í´¯»t6yø9$# ßìŸÒtƒur öNßg÷Ztã öNèduŽñÀÎ) Ÿ@»n=øñF{$#ur ÓÉL©9$# ôMtR%x. óOÎgøŠn=tæ 4 šúïÏ%©!$$sù (#qãZtB#uä ¾ÏmÎ/ çnrâ¨tãur çnrã|ÁtRur (#qãèt7¨?$#ur uqZ9$# üÏ%©!$# tAÌRé& ÿ¼çmyètB   y7Í´¯»s9'ré& ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÎÐÈ  
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharam­kan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Tafsir Kementrian Agama
Sifat –sifat Nabi Muhammad sebagai Rosul Allah
1.      Nabi yang Ummi (buta huruf)
Dalam ayat ini diterangkan bahwa salah satu sifat Muhammad saw., ialah tidak pandai menulis dan membaca. Sifat ini memberi pengertian bahwa orang yang ummi tidak mungkin membaca Taurat dan Injil yang ada pada orang – orang Yahudi dan Nashrani. Demikian pula cerita – cerita kuno yang berhubungan dengan umat – umat dahulu. Hal ini membuktikan bahwa risalah yang dibawa oleh Muhammad saw. Itu benar – benar berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Mustahil seseorang yang tidak tahu tulis baca dapat membuat dan membaca Al – Qur’an dan hadist yang memuat hukum – hukum, ketentuan – ketentuan ilmu pengetahuan yang demikian tinggi nilainya. Seandainya Al – Qur’an itu buatan Muhammad, bukan buatan dari Tuhan semesta alam tentulah manusia dapat membuat atau menirunya, tetapi sampai saat ini tidak ada seorang pun yang dapat menandinginya.
2.      Kedatangan Nabi Muhammad telah diberitakan dalam Taurat dan Injil
Kedatangan Muhammad sebagai Nabi dan Rosul penutup di isyaratkan di dalam Taurat (Kejadian xxi. 13,18; ulangan xviii. 15) dan Injil (Yohanes xiv. 16), di dalam al – Qur’an disebutkan dengan jelas bahwa mereka pun sudah mengenal pribadi Muhammad dan akhlaknya.
Yahudi dan nashrani telah menyembunyikan pemberitaan tentang akan diutusnya Muhammad saw dengan menghapus pemberitaan ini dan menggantinya dengan yang lain di dalam Taurat dan Injil. Banyak ayat al –Qur’an yang menerangkan tindakan – tindakan orang – orang yahudi dan nashrani mengubah isi taurat.
3.      Nabi menyuruh berbuat yang ma’ruf dan melarang berbuat munkar
Perbuatan yang ma’ruf adalah perbuatan yang baik, yang sesuai dengan akal sehat, bermanfaat bagi diri mereka sendiri, manusia dan kemanusiaan serta sesuai dengan ajaran agama. Sedangkan perbuatan yang munkar adalah kebalikanya.
4.      Menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang buruk
Yang dimaksud dengan yang baik adalah yang halal lagi baik, tidak merusak akal, pikiran, jasmani dan rohani. Sedangkan yang dimaksud dengan yang buruk adalah yang haram, yang merusak akal, pikiran, jasamani dan rohani.
5.      Menghilangkan berbagai beban dan belenggu yang memberatkan
Maksudnya ialah bahwa syariat yang dibawa Muhammad tidak ada lagi beban yang berat seperti yang dipikulkan  kepada bani israel.
*****



1 komentar:

  1. Casinos that offer a gambling software on mobile
    At casinos with 경상남도 출장샵 a 부천 출장샵 mobile app, you can access your 여주 출장안마 favorite 화성 출장마사지 casino games like blackjack, roulette, 남원 출장마사지 craps, and so on.

    BalasHapus