Kamis, 06 Oktober 2016

tujuan pendidikan




A.    Tafsir Qur’an Surat Adz – Dzariyaat ayat 56
$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbrßç7÷èuÏ9 ÇÎÏÈ
Artinya : “ dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaku”
Tafsir dari Kementrian Agama.
Ayat 56
            Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak menjadikan jin dan manusia melainkan untuk mengenal – Nya dan agar menyembah – Nya. Pendapat tersebut sama dengan pendapat Az – Zajjaaj, tetapi ahli tafsir yang lain berpendapat bahwa maksud ayat tersebut adalah bahwa Allah tidak menjadikan jin dan manusia kecuali untuk tunduk kepada – Nya dan untuk merendahkan diri. Maka setiap makhluk, baik jin atau manusia wajib tunduk kepada peraturan Tuhan, merendahkan diri terhadap kehendak – Nya. Menerima apa yang Dia takdirkan, mereka dijadikan atas kehendak – Nya dan diberi rizki sesuai dengan apa yang telah Dia tentukan. Tak seorang pun yang dapat memberikan manfaat atau mendatangkan mudarat karena kesemuanya adalah dengan kehendak Allah.
B.     Tafsir Qur’an Surat Ali Imron ayat 137 – 139
ôôs% ôMn=yz `ÏB öNä3Î=ö6s% ×ûsöß (#r玍šsù Îû ÇÚöF{$# (#rãÝàR$$sù y#øx. tb%x. èpt6É)»tã tûüÎ/Éjs3ßJø9$# ÇÊÌÐÈ   #x»yd ×b$ut/ Ĩ$¨Y=Ïj9 Yèdur ×psàÏãöqtBur šúüÉ)­GßJù=Ïj9 ÇÊÌÑÈ   Ÿwur (#qãZÎgs? Ÿwur (#qçRtøtrB ãNçFRr&ur tböqn=ôãF{$# bÎ) OçGYä. tûüÏZÏB÷sB ÇÊÌÒÈ   
Artinya : “sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunah – sunah (Allah) karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (Rosul – Rosul) (137). Inilah (Al – Qur’an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang – orang yang bertakwa (138). Dan janganlah kamu (merasa lemah) dan jangan pula bersedih (hati), sebab kamu paling tinggi derajatnya jika kamu orang yang beriman (139).

Diambil dari Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 137
            Yakni telah berlalu hal yang seperti ini dikalangan ummat – ummat sebelum kalian, yaitu mereka yang mengikuti Nabi – Nabi. Tetapi pada akhirnya akibat yang erpuji adalah bagi mereka sedangkan kekalahan dialami oleh orang – orang kafir. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan karena itu berjalanlah kalian dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang – orang yang mendustakan (Rosul – Rosul).
Ayat 138
            Dalam Al – Qur’an terkandung berita ummat – ummat sebelum kalian, petunjuk bagi hati kalian, serta peringatan bagi kalian agar kalian menghindari hal – hal yang diharamkan dan semua perbuatan dosa.
Ayat 139
            Jangan pula bersikap lemah dan patah semangat  karena apa yang baru dialami. Akibat yang terpuji dan kemenangan pada akhirnya akan kalian peroleh wahai orang – orang mukmin.

C.     Tafsir Qur’an Surat Al – Hajj ayat 40 – 41
tûïÏ%©!$# (#qã_̍÷zé& `ÏB NÏd̍»tƒÏŠ ÎŽötóÎ/ @d,ym HwÎ) cr& (#qä9qà)tƒ $oYš/u ª!$# 3 Ÿwöqs9ur ßìøùyŠ «!$# }¨$¨Z9$# Nåk|Õ÷èt/ <Ù÷èt7Î/ ôMtBÏdçl°; ßìÏBºuq|¹ ÓìuÎ/ur ÔNºuqn=|¹ur ßÉf»|¡tBur ㍟2õム$pkŽÏù ãNó$# «!$# #ZŽÏVŸ2 3 žcuŽÝÇZuŠs9ur ª!$# `tB ÿ¼çnçŽÝÇYtƒ 3 žcÎ) ©!$# :Èqs)s9 îƒÌtã ÇÍÉÈ   tûïÏ%©!$# bÎ) öNßg»¨Y©3¨B Îû ÇÚöF{$# (#qãB$s%r& no4qn=¢Á9$# (#âqs?#uäur no4qŸ2¨9$# (#rãtBr&ur Å$rã÷èyJø9$$Î/ (#öqygtRur Ç`tã ̍s3ZßJø9$# 3 ¬!ur èpt6É)»tã ÍqãBW{$# ÇÍÊÈ  
Artinya : “(yaitu) orang – orang yang diusir dari kampung halamanya tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka berkata ‘tuhan kami adalah Allah’. Seandainya Allah tidak menolah keganasan sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara – biara Nashrani, gereja – gereja, rumah – rumah ibadah orang – orang yahudi dan mesjid – mesjid yang dialamnya banyak disebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama – Nya). Sungguh Allah Maha Kuat, Maha Perkasa (140). (yaitu) orang – orang yang jika kai berikan kedudukan di bumi, mereka melaksanakan sholat, menunaikan zakat dan menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, dan kepada Allah lah kembali segala urusan (141)”.

Diambil dari Tafsir Jalalain
Ayat 40
            Mereka adalah (orang – orang yang telah di usir dari kampug halaman mereka tanpa alasan yang benar) didalam pengusiran itu, mereka sekali - kali tidak diusir (melainkan karena meeka berkata) disebabkan karena perkataan yang mereka ucapkan yaitu (‘Rabb kami hanyalah Allah’) semata. Perkataan ini adalah perkataan yang hak dan benar. Maka mengusir hanya dengan alasan karena mengucapkan perkataan itu adalah tidak dibenarkan . (dan sekiranya Allah tidak menolakkeganasan sebagian manusia) lafal ba’dhahum menjadi badal ba’dh lafal an – Naas (dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan) dibaca Lahuddimat dengan memakai harokat Tsydid menunjukan makna banyak, yakni telah banyak dirobohkan, sebagaimana dapat dibaca Takhfifi yaitu Lahudimat (biara – biara) bagi para rahib (gereja – gereja) bagi orang – orang Nashrani (rumah – rumah ibadah) bagi orang yahudi, lafal shalawaat artinya tempat peribadatan menurut bahasa Ibrani (dan mesjid – mesjid) bagi kaum Muslimin (yang disebut di dalamnya) maksudnya di dalam tempat – tempat yang telah disebutkan tadi (nama Allah dengan banyak)sehingga ibadah menjadi terhenti karena robohnya tempat – tempat tersebut. (sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong – Nya)menolong agama – Nya. (sesungguhnya Allah benar – benar Maha Kuat) diatas semua makhluk – Nya (lagi Maha Perkasa) pengaruh dan kekuasaan – Nya Maha Perkasa.
Ayat 41
            (Yaitu orang – orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi) dengan memberikan pertolongan kepada mereka sehingga mereka dapat mengalahkan musuh – musuhnya, (niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan munkar) kalimat ayat ini menjadi jawab syarat, dan syarat beserta jawabnya menjadi shilah dari mausul, kemudian diperkirakan adanya lafal Hum sebelumnya sebagai mubtada (dan kepada)Allah lah kembali segala urusan) di akhirat, semua urusan itu kembali kepada – Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar