BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Kita sebagai manusia menginginkan kehidupan yang tenang, tentram
dan bahagia. Dalam mencapai keinginan tersebut kita pasti memerlukan tuntunan
dalam menjalankan kehidupan yang tentram lagi bahagia yaitu adalah agama yang lurus
yang mengajarkan kebaikan serta yang menghargai,menghormati dan menyayangi kepada sesamanya. Dengan agama yang lurus kita
akan lebih terarah dan lebih menjadi baik karna kita senantiasa di tuntut untuk
menjadi suatu sebuah kepribadian yang lebih baik. Dalam mempelajari agama yang
lurus agar kita dapat memahaminya dengan baik serta dapat melakuakannya dengan perbuatan di keseharian
maka kita membutuhkan suatu keyakinankarna
kita meyakini sesuatu hal yang ghoib. Dalam hal tersebut mendorong kita untuk
selalu berbuat baik kepada setiap orang.
Dalam sebuah agama islam kita patut untuk mengenal konsep iman dan ihsan. Kedudukan
ihsan dalam menjalani kehidupan ini sangatlah penting. Karna kadang kala kita
sebagai seorang muslim sudah diberikan tuntunan masih saja melakukan hal hal
yang kurang baik (jelek). Ini karna tingkat keimanan seorang muslim masih
kurang stabil walaupun sebenarnya kita sudah mengetahui dengan baik bahwasannya
ihsan merupakan realisasi dari iman .
Oleh karna itu, kita sebagai umat islam kita harus mengtahui
bagaimana kaitan antara iman, islam dan
ihsan. Karna dari ketiga konsep
tersebutlah merupkan sebuah kunciuntuk mencapai suatu kehidupan yang tenang,
tentram serta bagia.
Ø Rumusan
Masalah
1.
Apakah
pengertian dari Iman, islamdan ihsan ?
2.
Sebutkan
rukun iman dan islam dan menjelaskannya ?
3.
Bagaimanakah
hubungan antara Iman, islam dan Ihsan?
Ø Tujuan
1.
Untuk dapat menjelaskan pengertian Iman, islam dan
Ihsan
2.
Untuk dapat
menyebutkan menjelaskan rukun iman dan islam
3.
Dapat mengetahui
hubungan iman, islam dan ihsan
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian
iman.
Iman secara etimologis berarti 'percaya'. Perkataan iman
diambil dari kata kerja 'aamana'-- yukminu' yang berarti 'percaya' atau
'membenarkan'. Secara terminologis iman adalah mempercayai dengan hati,
mengikrarkan, dan mengamalkan dengan perbuatan, segala apa yang dibawa Nabi
Muhammad SAW Dalam HR. Muslim iman ialah
hendaknya kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya,
utusan-utusanNya, hari kemudian, dan
hendaknya kamu beriman dengan qada dan qadarNya ketentuan baik dan buruknya
dari Allah ta’ala.
Menusia yang hidup ini senantiasa ingin tahu, dan lagi harus tahu,
bagaimana kepercayaan yang harus diyakininya dan bagaimana pula kewajiban kewajiban
yang harus di kerjakan. Untuk itu orang harus mengetahui dan mempercayai
pokok-pokok sebagai orang islam.
Kepercayaan itu harus kuat dan benar sehingga dapat mendiring jiwa
raga kearah perbuatan-perbuatan yang diwajibkan dan dapat menjauhkan diri dari
segala yang terlarang . kepercayaan yang teguh itu, IMAN namanya. orang yang
percaya di sebut MU’MIN; dan kalau
banyak di sebut MU’MININ. Pokok-pokok kepercayaan itu di sebut ‘rukun iman’ dan
pokok kewajiban itu disebut‘ rukun Islam’.
Perkataan rukun itu berasal dari bahasa Arab, yang artinya: Tiang
atau sendi.
Rukun Iman Yang Enam. Yaitu :
1.
Iman Kepada Allah
Iman adalah keyakinan adapun iman kepada Allah adalah yang paling
pokok dan mendasari seluruh ajaran
islam, dan ia harus di yakinkan dengan ilmu yang pasti seperti ilmu yang
terdapat dalam kalimat syahadat “laa ilaaha illallah” . ialah yang menjadi
awal, inti dan akhir dari seluruh seruan islam sebagaimana wasiat Rasulullah Saw kepada sahabat Mu’ad.
Ketika beliau mengutus sahabat tersebut
ke negri Yaman: “Sesungguhnya engkau
akan mendatangi suatu kaum dari Ahli
Kitab, maka hendaklah engkau mengawali da’wahmukepada mereka penyaksian bahwa
tidak ada Tuhan melainkan Allah.” Kemudian jika mereka telah taat kepadamu,
mak ajarkan lagi kepada mereka bahwa Allah mewajibkan atasnya shalat lima
waktu. Surat al ikhlas 1-2.
2.
Iman Kepada Malaikat
Iman kepada malaikat adalah masalah aqidah yang kedua sesudah iman
kepada Allah SWT. Pengetahuan kita tentang malaikat hanya semata-mata
berdasarkan quran dan keterangan ketarangan Nabi. Para malaikat termasuk persoalan
alam ghaib tidak bersifat materill. Kita wajib beriman kepada para malaikat
oleh karena alquran dan Nabi memerintahkannya sebagaimana wajibnya beriman
kepada Allah dan para Nabinya.
3.
Iman Kepada Para Rasul
Dalam analisa yang lalu telah di uraikan tentang iman kepada
malaikat, mereka sebagai makhluk tertinggi menjadi jalan raya turunnya wahyu
yang agung kepada para rasul dimana para rasul itulah sebagai duta-duta Allah
untuk manusia. Para rasul berkewajiban menyampaikan risalah dan wahyu yang
diterimanya itu kepada manusia. Karena itulah iman kepada para rasul berarti
mempercayai bahwa Allah telah memilih diantara manusia menjadi utusan utusannya
dengan tugas risalah kepada manusia sebagai hamba-hamba Allah dengan wahyu yang
diterimanya dari Allah. Untuk memimpin manusia kejalan yang lurus.
4.
Iman Kepada Kitabullah
Tuhan
Allah menurunkan wahyu berisi petunjuk-petunjuk suci kepada para utusannya.
Petunjuk itu kemudian dihimpun menjadi kitab suci yang di anmakan kitab-kitab Allah.
Kitab kitab
allah yang wajib kita percayai ada empat:
1)
Kitab Taurat : yang diturunkan kepada Nabi Musa as. Berisi hukum-hukum
syariah dan kepercayan yang benar.
2)
Kitab Zabur : yang diturunkan kepaada Nabi Daud as. Berisi doa doa,
dzikir, nasehat, dan hikmah.
3)
Kitab Injil : yang diturunkan kepada Nabi Isa as. Berisi seruan
kepada manusia agar bertauhid kepada Allah
menghapus dari sebagian dari hukum hukum yang terdapat dalam kitb-kitab
taurat yang sudah tidak sesuai dengan zamannya.
4)
Kitab al-Quran : yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW berisi
syariat yang menghapus sebagian isi kitab-kitab yang terdahulu yang sudah tidak
sesuai dengan zamannya dan juga melengkapinya dengan hal-hal yang sesuai dengan
zamannya.
5.
Iman Kepada Hari Akhir
Kita wajib percaya kepada datangnya hari kemudian. Sebagaimana yang
difirmankan oleh Allah didalam al-Quran. Diterangkan bahwa pada hari akhir
zaman akan datang suatu hari yang semua makhluk yang ada akan menjadi rusak
binasa itulah hari kiamat namanya.
Sesudah itu akan di bangkitkan semua manusia dari kuburnya dengan
isyarat puput (sangka kala) yang ditiup oleh malaikat. Kemudian di periksalah
semua amal masing-masing untuk dihitung atau ditimbang (dihisab) dan akhirnya
diberi balasan bagi yang amal kebaikannya didunia lebih banyak dari pada amal
kejahatannya dan diberi siksa yang amal jahatnya di dunia lebih banyak dari
pada amal kebaikannya balasan itu berupa surga dan neraka.
6.
Iman Kepada Qodha dan qodhar
Qadha’ artinya
keputusan perbuatan (pelaksanaan) sedangkan qadhar artinya hinggaan. Sebagian
ulama menamakan taqdir itu qadha’: dan qadha’ itu taqdir atau qadarjadi segala
sesuatu terjadi dengan qudrat dan iradatnya yang sesuai dengan qadha dan
qadarnya. Maka dalam hakekatnya kata “ kebetulan” itu tidak ada.
Dari pada itu Tuhan Allah telah memberi petunjuk kepada manusia
sebagai mana caranya dan seharusnya manusia berbuat sesuatu untuk mencapai
kemajuan, kemulyaan dan kebahagiaan dunia dan akhirat atau untuk menuju sesuatu
cita-cita yang baik. Qadha dan qadhar adalah hak Tuhan Allah sendiri sedang
kita tidak mengetahuinya. Berusaha, beriktiar, dan berdoa adalah kewajiban kita
dengan keyakinan bahwa Tuhan tidak akan menyia-nyiakan atau menganiaya kita.
Macam-Macam
Dalil
Untuk menentukan sesuatu itu benar boleh dipercaya,perlu ada
bukti-bukti dan dalil-dalil yang sah, yang dapat menegakkan keyakinan dan
membarantas was-was atau keraguan. Menagingat akan bertingkat tingkatnya jalan
fikiran manusia dari segala lapisan, maka dalil-dalil itu dapat bersusun
bertingkat tingkat pula sesuai dengan kesediaan akal fikiran yag hendak
menerimanya, maka dari pada itu, apa yang akan kita pakai sebagai dasar-dasar
dalil tadi, dalil itu ada dua macam :
a.
Dalil naqly نقلى(dalil
salinan) Artinya :
Dalil yang
diambil/ disalin dari tulisan yang telah ada terlebih dahulu
b.
Dalil ‘Aqly عقلي(dalil
fikiran) Artinya :
Dalil yang diambil dari akal pertimbangan akal fikira manusia.
Dengan demikian
pulalah dalil-dalil yang kita pakai dalm membahas atau membicarkan soal-soal
dalam macam dalil ini. Ada dua macam :
a.
Dalil Naqly ialah tanda bukti yang telah tertera di dalam Al-Qur’an
dan hadist yang mutawatir
b.
Dalil Aqly ialah dalil dari pertimbangan fikiran yang sehat (
objektif ) yang tidak ada hubungannya dan tidak dipengruhi oleh keinginan atau
kebencian.
Cara Mempergunakan Dalil
Adapun
cara mempergunakan kedua macam dalil itu,adalah sebai berkut :
dalil
yang pertama (Naqly) itu sebagai pelita,obor,pedoman dan dalil yang kedua
(‘Aqly) itu sebagai mata kepala yang hendak menimbang jalan yang telah
ditunjukan oleh pelita atau obor tadi.
Apabila akal kita tidak berjalan
dengan tidak ada arah yag dituju dan tidak ada pedoman, tentu akan mudah
tersesat dan mungkin pula akan menjadi bingung dalam mencari jalan yang masih
belum tentu dan tidak mau bertanya tentang arah yang akan dituju.
Oleh karna itu, dalil naqly harus diletakkan di muka kemudian
daliil ‘Aqly menimbang nimbang dengan adil dan tenang, dimana akal kita dapat
menerima dan sampai diamana pula akan menolak.
Kalau
bertentangan
Apabila terasa oleh akal bahwa antara dua macam dalil itu itu belum
atau kurang bertepatan,maka kita harus meninjau kembali pada dua soal :
1.
Sampai dimana kekuatan dan kesempurnaan petunjuk akal itu ?
2.
Sampai dimana pulakah kekuatan faham kita kepada dalil Naqly itu ?
sudah tidak adakah kesalahan dalam memahaminya ?
Setelah
kita meninjau kembali akan hal-hal tersebut tentu kita akan akan yakin bahwa tidak akan ada lagi pertentangan
yang meragukanantara keduanya.
Dasar keyakinan dan pendapat akal
Fanatik percaya dan fanatik tidak percaya.
Banyak diantara manusia yang telah tergila-gila,ta’assub atau
fanatik percaya, sebelum mempergunakan akal atau fikiran dan ada juga yang
tergila-gila atau fanatik tidak percaya sebelum mengetahui dan memikirkan
alasan-alasan dan dalil-dalil atau bukti–buktinya. Kedua-duanya itu khususnya
dalam soal kepercayaan. Karena yang demikian itu akan mematikan otak dan tidak
akan membawa manusia kearah kemajuan dan kesempuranaan.
Orang yang gil tidak percaya
meskipun ada bukti yang terang. Padahal kalau ia mau memikirkannya mesti akan
masuk di akalnya. Tetapi, juga ia tidak mau percaya. Bahkan bukti-buti itu
masih diselidiki lagi,dengan maksud mencari apa yang tersembunyi dibalik-bukti
yang sudah terang itu.
Agam islam amat mencela kedua-duanya
Dalam
al-Quran surat ad-Dzariyat 20-21 disebutka yang artinya : “Dan di bumi dan
juga apa dirimu sendiri itu terdapat tanda tanda kekuasaan nya bagi orang orang
yang yakin. Maka apakah kamu tidak memperhatikan ?”(Ad-Dzariyat 20-21 )
Begitu
juga di dalam surat al-Haji 47 yang artinya : tidakkah mereka orang orang yang
tidak mau percaya itu berjalan jalan meluaskan
pandangan di atas dunia ini sehingga mempunyai akal untuk memikir dan
telinga untuk mendengar ? sesungguhnya yang buta itu bukan mata kepalanya tetapi
mata hatinya di dalam dada.
Dan masih banyak lagi ayat ayat yang tegas yang menyuruh manusia
mempergunakan akal fikirannya khususnya dalam soal kepercayaan. Maka dari pada
itu dalam soal ini kita harus mempergunakan akal untuk menerima dalil-dalil
tadi seehingga dapat menjadiak kepercayaan yang kuat dan sehat.
B.
Pengertian Islam
menurut terminologis, Islam adalahtunduk dan
patuh lahir danbatin, kepada ajaran yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.Ada
juga yang mengatakanbahwaIslam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada
rasul-rasul-Nya sejak nabi pertamayaituAdam AS hingga nabi terakhir Muhammad
SAW.
Pengertian islam secara etimologis
berasal dari bahasa Arab yaitu salima artinya selamat. Dari kata itu terbentuk
aslama yang artinya menyerahkan diri atau tunduk dan patuh. Secara
terminologis, islam adalah tunduk dan patuh lahir batin, kepada apa yang telah
dibawa oleh Nabi Muhammad SAW (Jamaludin Kafie, 1981:15). Seperti yang terdapat
dalam HR.Muslim, islam adalah bersaksi bahwasannya tidak ada Tuhan melainkan
Allah, dan sesungguhnya Nabi Muhammad itu utusan Allah. Agama islam adalah agama yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW dan
dipelihara serta dipahamkan dengan rapi dan teliti oleh para sahabat beliau dan
orang-orang yang hidup pada zaman itu, yang mengajarkan manusia berserah diri
dan tunduk sepenuhnya kepada Allah untuk menuju keselamatan di dunia dan di
akhirat.
Rukun artinya: Tiang atau bagian yang pokok.Sesuatu tidak akan
menjadi atau berdiri tegak, bila bagian-bagiannya yang pokok atau rukunnya
tidak cukup.
Ruku
Islam itu ada lima perkara :
1.
Mengucapkan dua kaliimat SYAHADAT.
2.
SHALAT
3.
PUASA bulan ramadhan
4.
Membayar ZAKAT.
5.
Mengerjakan haji.
Tiap-tiap orang Islam harus mengerjakan rukun Islam
yang lima itu dengan syarat dan rukunnya yang telah ditentukan.
Tiap-tiap orang
yang mengerjakan rukun Islam itu disebut muslim, wanitanya muslimah. Dan kalau
banyak disebut muslimiin atau muslimuun. Wanitanya disebut muslimat.
Semua lima
perkara itulah yang akan kita pelajari selanjutnya.
Di dalam hadits
disebutkan sebagai berikut yang artinya :
“Islam
dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah
selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat,
menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan.”(Riwayat Turmuzi dan Muslim)
Selainitukitajugamengetahuiadanya 5 rukun Islam, yaitu :
1.
Mengucapkan Dua kalimat Syahadat
Syahadat artinya : pengakuan
Pertama : pengakuan bahwa
tidak ada tuhan yang sebenarnya selain Allah.
Kedua : pengakuan bahwa Muahammad
itu adalah utusan dan (pesuruh Allah)
Bunyi
kedua kalimah syahadat itu sebagai berikut :
أشهد
أن لا اله الا الله وأشهد ان Ù…ØÙ…د رسول الله
Artinya :
”Aku mengakui bahwa tidak ada tuhan Yang sebenarnya meliankan Allah.
Dan mengakui bahwa Muhammad itu utusan Allah.”.
Pengakuan
pertama disebut syahadat tauhid, pengakuan kedua disebut syahadat rasul. Orrang
yang baru masuk Islam harus mengucapkan dua kalimah syahadat. Kewajiabn
mengucapkan syahadat cukuplah sekali dalam seumur hidup.
Syarat syarat
mengucapkan kedua kalimah syahadat :
1.
Dibca dengan tertib ( berurutan )
2.
Mengerti maksud dan artinya
3.
Tidak ragu ragu mengucapkannya
4.
Tidak mengakui kabalikannya
2.
Sholat
Menurut bahasa
sholat berati do’a, sedang menurut syara menghadapkan jiwa dan raga kedapa
allah. Karna taqwa hamba kepada tuhannya, mengangunggkan kebesarannya dengan
khusyu dan ikhlass dalam bentuk perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan
takbir dan diakhiri dengan salam, menurut cara cara dan syarat syarat yang
telah ditentukan. Dalam Al-quran disebutkan yang artinya
“Bacalah kitab (Al Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan dirikanlah olehmu sholat karna sholat mencegah kamu dari
kejahatan dan dari munkar (pekerjaanyang buruk dan keji ).”( al-Ankabut 45 )
Waktu waktu sholat lima waktu :
1)
Waktu shubuh
mulai dari
terbit fajar shodiq sampai terbit matahari
2)
waktu zhuhur
awal
waktunya setelah cenderung matahari ke barat dari pertengahan langit dan akhir
wktunya apabila bayang bayang telah sama oanjang dengan sesuatu.
3)
Waktu ashar
Waktunya mulai dari habis waktu dhuhur sampai terbenam matahari.
4)
Waktu magrib
Waktunya mulai terbenam matahari sampai terbenam syafaq yang merah
( cahaya merah di kaki langit sebalah barat )
Waktu isya
5)
Waktu isya mulai hilangnya waktu syafaq merah sampai terbit
fajar.
3.
Zakat
Asal arti kata zakat: pembersihan dari membersihkan atau
pertumbuhan dari tumbuh. Arti zakat dalam syari’at islam: sebagian harta yang
wajib diberikan kepada orang orang yang tertentu dengan syarat syarat yang
tertentu pula. Umpamanya: seorang islam yang memiliki padi dari hasil sawahnya
sebanyak sedikitnya 14 kwintal, wajiblah ia sepersepuluhnya kepada fakir
miskin, musafir yang terlantar dan sebagainya. Padi yang dikeluarkan itulah
zakat namanya. Dalam al-quran disebutkan yaitu :
ÙˆَØ£َÙ‚ِيمُوا الصَّÙ„َاةَ Ùˆَآتُوا الزَّÙƒَاةَ ÙˆَارْÙƒَعُوا Ù…َعَ
الرَّاكِعِينَ
“Dan dirikanlah
sholah, tunaikannlah zakat dan ruku’lah beserta orang orang yang ruku’.”( Al-Baqarah 43 )
A.
Harta benda yang wajib dizakati
Adapun harta
benda yang wajib di zakati itu ialah :
a.
Emas, perak dan uang.
b.
Harta perniagaan.
c.
Binatang ternak.
d.
Hasil bumi makanan pokok dan buah-buahan.
e.
Barang tambang dan barang temuan.
Adapun
syarat-syarat wajib zakat adalah sebagai berikut :
a.
Orang islam.
b.
Orang merdeka (bukan hamba sahaya).
c.
Memiliki penuh (dimiliki dan men menjadi hak penuh).
d.
Sampai nisabnya.
e.
Sampai setahun.
Serta
yang berhak menerima zakat itu adalah sebagai berikut :
a.
Fakir
b.
Miskin
c.
Amil
d.
Mu’allaf
e.
Hamba sahaya yang mempunyai perjanjian akan dimerdekakan oleh
tuannya dengan jalan menebus dirinya.
f.
Gharim
g.
Ibnu Sabiel (Musafir)
h.
Fi Sabilillah.
Adapun
pemberian zakat
Selain daripada
zakat dan zakat fitrah, masih banyak macam-macam pemberian atau dana, yang
wajib atau yang sunah. Diantaranya sebagai berikut :
a.
Sedakah
b.
Hadiah
c.
Hibah
d.
Walimah/Kenduri/Pesta
e.
Aqiqah
f.
Qurban
g.
Selain dari pada itu semua masih ada beberapa pemberian atau
sedekah yang wajib atau yang sunnah seperti kifarat, fidiyah, maskawin dan
nafkah, yang berhubungan dengan prkawinan dan kekeluargaan.
4.
Puasa
Asal arti kata
itu ialah : menahan atau mencegah. Dlam baha arab di sebut “ صوم “ atau “صيام “ adapun artinya dalam agama islam: menahan diri dari makan dan
minum dan dari segala apa yang membatlkannya, mulai dari terbit fajar sampai
terbenamnya matahari dengan syarat yang tertentu.puasa itu ada yang wajib dan
ada yang sunah. Puasa wajib ialah puasa pada bulan ramadhan yang menjadi salah
satu rukun islam yang lima. Dalam al-quran disebutkan yaitu:
ÙŠَاأَÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ Ø¡َامَÙ†ُوا Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ُ الصِّÙŠَامُ ÙƒَÙ…َا
Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙ‰ الَّذِينَ Ù…ِÙ† Ù‚َبْÙ„ِÙƒُÙ…ْ Ù„َعَÙ„َّÙƒُÙ…ْ تَتَّÙ‚ُونَ
“Hai orang
orang yang beriman, di wajibkan atas kamu berpuasa sebaimana yang di wajibakan
atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (yaitu) dalm beberap hari yang
tertentu.”( Al-Baqarah
183-184 )
A.
Syarat wajib puasa
Syarat wajib berpuasa, yakni yang diwajibkan berpuasa ialah :
a.
Orang islam
b.
Orang yang telah dewasa/baligh.
c.
Orang yang berakal (bukan orang yang gila atau mabuk)
d.
Orang yang kuat berpuasa. Orang yang lemah karna sakit atau sangat
tua. Boleh tidak berpuasa tetapi wajib membayar fidiyah.
B.
Sayrat sahya puasa
a.
Islam
b.
Tamyiz artinya dikerjakan oleh orang/anak yang telah dapat
membedakan antara makan dan bukan antara yang menyakitkan dan tidak sebagai
mana manusia biasa
c.
Suci. Ini khusus bagi wanita. Artinya suci dari nifas dan dari
datang bulan
C.
Rukun puasa
a.
Berniat. Niat puasa wajib harus pada malamnya tidak pada paginya.
b.
Menahan dari makan dan minum.
5.
Haji
Haji menurut
bahasa berartimenyengaja untuk mengunjungi. Menurut para ulama haji berarti mengujungi
ka’bah untuk beribadah kepada allah dengan rukun rukun tertentu dan beberapa
syarat tertentu serta beberapa kewajibannya dan mengerjakannya pada waktu
tertentu. Jadi haji itu adalah rukun islam yang kelima yang wjib dikerjakan
oleh setiap muslim, baik laki laki maupun permpuan apabila ia telah memenuhi
syarat syaratnya dan kewajiban naik haji itu bagi setiap muslim hanya sekali
seumur hidup. Dalam al-quran disebutkan yang artinya:
“wajib karna allah atas semua manusia untuk
menunaikan haji kerumah suci (kakbah)yakni yang mampu pergi kesana “( ali imran 97 )
A.
Syarat syarat wajib haji
Orang orang
yang berkewajiban menjalankan haji itu hanyalah yang memenuhi syarat syarat
yang tersebut di bawah ini :
a.
Islam
b.
Berakal
c.
Baligh
d.
Merdeka
e.
Mampu ( kuasa ) yang dimaksud dengan mampu :
1)
Mempunyai bekal yang cukup untuk pulang pergi dan cukup pula untuk
nafkah yang ditinggalkan.
2)
Ada kendaraan yang sesuai dengan kendaraanya.
3)
Bagi perempuan bersama sama dengan muhrimnya Aman
4)
atau suaminya
B.
Rukun haji ada enam perkara :
a.
Ihram : berpakaian
ihram dan niat ihram haji
b.
Wukuf : berdiam dipadang
arafah pada tanggal 9 dzulhijjah
c.
Thawaf : thawaf haji yang
disebut thawaf ifadlaah.
d.
Sa’yi : berjalan atau
lari kecil antara bukit shofa dan marwah
e.
Tahalul : membuka iharam dengan cara menggunting rambut sedikitnya
tiga helai
f.
Tertib : berururtan
C. PengertianIhsan
Secara
etimologis, Ihsan berasal dari kata hasana yuhsinu, yang artinya
adalah berbuat baik, sedangkan bentuk masdarnya adalah ihsanan, yang artinya
kebaikan.yang artinya
baik. Ihsan secara terminologis mempunyai arti apabila kita beribadah
seolah-olah kita melihat Allah dan bila tidak melihatnya, maka Allah pasti
melihat kita. Allah Swt. Berfirman dalam Al-qur’an mengenai.
” Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik
bagi dirimu sendiri . . .”(Al-Isra’:7)
“Dan berbuat baiklah (kpd orang lain) seperti halnya
Allah berbuat baik terhadapmu . . “(Qs
AL-Qashash: 77).
Menurut HR. Muslim ihsan ialah hendaknya kamu
menyembah Allah seakan-akan kamu melihatnya. Dan jika kamu tidak melihatnya,
maka sesungguhnya Allah melihat kamu.
Ihsan adalah puncak ibadah dan akhlak yang senantiasa
menjadi target seluruh hamba Allah swt. Sebab ihsan menjadikan kita sosok yang
mendapatkan kemuliaan darin-Nya. Sebaliknya, seorang hamba yang tidak mampu
mencapai target ini akan kehilangan kesempatan yang sangat mahal untuk
menduduki posisi terhormat dimata Allah swt. Rasulullah Saw. Pun sangat menaruh
perhatian akan hal ini, sehingga seluruh ajaran-ajarannya mengarah kepada satu
hal, yaitu mencapai ibadah yang sempurna dan akhlak yang mulia. Oleh karenanya,
seorang muslim hendaknya tidak memandang ihsan itu hanya sebatas akhlak yang
utama saja, melainkan harus dipandang sebagai bagian dari aqidah dan bagian
terbesar dari keislamannya karena, islam di bangun atas tiga landasan utama,
yaitu iman, islam, dan ihsan, seperti yang telah diterangkan oleh Rasulullah
Saw.dalam haditsnya yang sahih . Hadits ini menceritakan saat Rasulullah Saw.
Menjawab pertanyaan malikat jibril – yang menyamar sebagai seorang manusia –
mengenai islam, iman, dan ihsan. Setelah jibril pergi, Rasulullah Saw. Bersabda
kepada sahabatnya, “ inilah jibril yang datang mengajarkan kepada kalian urusan
agama kalian.” Beliau menyebut ketiga hal diatas sebagai agama, dan bahkan
Allah Swt. Memerintahkan untuk berbuat ihsan pada banyak tempat dalam Al-qur’an
.” Dan berbuat baiklah kalian, karena sesungguhnya
Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik. “ (Qs Al-Baqarah:195)
“ Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk berbuat
adil dan kebaikan . . . .”(Qs. An-Nahl : 90 )
Ibnu katsir mengomentari ayat diatas dengan mengatakan
bahwa kebaikan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah kebaikan kepada seluruh
mahluk Allah Swt.
Landasan syar’I ihsan
Pertama Al-
qur’anul karim
Dalam Al-qur’an, terdapat 166 ayat yang berbicara
tentang ihsan dan implementasinya. Dari sini kita dapat menarik satu makna,
betapa mulia dan agungnya perilaku dan sifat ini, hingga mendapat porsi yang
sangat istimewa dalam Al-qur’an. Berikut ini adalah beberapa ayat yang menjadi
landasan akan hal ini.
“Dan berbuat baiklah kalian karena sesungguhnyaAllah
mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (Qs. Al- Baqarah:
195)
“Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk berbuat adil
dan kebaikan.”(Qs. An-Nahl:90)
“. . . . .serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada
manusia. . . .”(Qs. Al-Baqarah:83)
“Dan berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak,
kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat maupun yang
jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan para hamba sahayamu. . . . “ (Qs. An-Nisa’:
36)
Kedua,
As-sunnah
Rasulullah Saw. Pun sangat memberi perhatian terhadap
masalah ihsan ini. Sebab,ini merupakan puncak harapan, perjuangan seorang
hamba. Bahkan, diantara hadits-hadits mengenai ihsan tersebut, ada beberapa
yang menjadi landasan utama dalam memahami agama ini. Rasulullah Saw. menerangkan
mengenai ihsan –Ketika ia menjawab pertanyaan malaikat jibril tentang ihsan,
dimana jawaban tersebut dibenarkan oleh jibril, dengan mengatakan, ”Engkua
menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan apabila engkau tidak dapat
melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”
(HR. Muslim).
D.
Hubungan antara Islam Iman dan Ihsan
Telah di jelaskan sebelumnya pengertian islam, iman,
dan ihsan . Nah, dalam ketiga hal ini terdapat hubungan antara ketiganya. Lebih
jelasnya hubungan – hubungan atau keterkaitan antar ketiga hal tersebut :
Iman itu bisa dikatakan sebagai landasan awal.
Seperti sebagai pondasi dalam keberadaan suatu rumah. Sedangkan Islam merupakan entitas yang berdiri
diatasnya. Maka, apabila iman seseorang lemah, maka islamnya pun akan condong,
lebih lebih akan rubuh. Dalam realitanya mungkin pelaksanaan sholat akan
tersendat-sendat, sehingga tidak dilakukan pada waktunya, atau malah mungkin
tidak terdirikan. Zakat tidak tersalurkan, puasa tak terlaksana, dan lain
sebagainya. Sebaliknya, iman akan kokoh bila islam seseorang ditegakkan. Karena
iman terkadang bisa menjadi tebal, kadang pula menjadi tipis, karena amal
perbuatan yang akan mempengaruhi hati. Sedang hati sendiri merupakan wadah bagi
iman itu. Jadi, bila seseorang tekun beribadah, rajin taqorrub, maka akan
semakin tebal imannya, sebaliknya bila seseorang berlarut-larut dalam
kemaksiatan, kebal akan dosa, maka akan berdampak juga pada tipisnya iman.
Ihsan bisa diumpamakan sebagai hiasan rumah, bagaimana
rumah tersebut bisa terlihat mewah, terlihat indah, dan megah. Sehingga padat
menarik perhatian dari banyak pihak. Sama halnya dalam ibadah, bagaimana ibadah
ini bisa mendapatkan perhatian dari sang kholiq, sehingga dapat diterima
olehnya. Tidak hanya asal menjalankan perintah dan menjauhi larangannya saja,
melainkan berusaha bagaimana amal perbuatan itu bisa bernilai plus
dihadapan-Nya. Sebagaimana yang telah disebutkan diatas kedudukan kita hanyalah
sebagai hamba, budak dari tuhan, sebisa mungkin kita bekerja, menjalankan
perintah-Nya untuk mendapatkan perhatian dan ridhonya. Disinilah hakikat dari
ihsan.
Lalu Iman
berkaitan dengan aqidah islam , islam berkaitan dengan syariah, ihsan berkaitan
dengan khuluqiya. Dari tiga hal tersebut dapat kita pahami dalam perkembangan
ilmu keislaman , ilmu terkelompokan menjadi aqidah, fiqih, akhlaq.
Diantara pengelompokan kata dalam
agama islam ialah iman, islam dan ihsan. Berdasarkan sebuah hadist yang
terkenal, ketiga istilah itu memberikan umat ide tentang rukun iman, rukun
islam dan penghayatan terhadap Tuhan yang maha Hadir dalam hidup. Setiap
pemeluk islam mengetahui dengan pasti bahwa islam tidak absah tanpa iman, dan
iman tidak sempurna tanpa ihsan. Dari pengertian tersebut memiliki arti
masing-masing istilah terkait satu denga yang lain. Bahkan tumpang tindih
sehingga satu dari ketiga istilah tersebut mengandung makna dua istilah yang
lainnya. Dari pengertian inilah kita mengertibahwaislam,
imandanihsanadalahTrilogiajaranIlahi.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Islam, iman, dan ihsan
merupakan suatu aspek yang membentuk sebuah rangkaian kesatuan yang saling
mengait satu sama lain. Kita bisa menganalogikan islam, iman, dan ihsan sebagai
sebuah rumah. Dimana iman sebagai pondasi, islam sebagai dinding dan ihsan sebagai
atapnya. Jika diantara ketiganya ada yang hilang, maka maka rumah tersebut
tidak akan sempurna. Dalam kehidupan, jika diantara ketiga aspek tersebut ada
yang hilang dalam diri seseorang, maka orang tersebut tidak akan merasakan
dalam hatinya, muslim yang menjaga rukun islam akan selalu dekat dengan
Tuhannya dan muslim yang selalu berihsan akan selalu baik dalam hubungan dengan
lingkungannya. Ihsan merupakan perbuatan atau wujud pengaplikasian dari iman
dan islam itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Hossen
s. Nasr.2003,Islam Religi, History dan Civilizon,surabaya: Risalah Gusti
Zarkasyi,imam.1990,Fiqih
1,Ponorogo:Trimurti
Zarkasyi,imam.1990,Fiqih
2,Ponorogo:Trimurti
Zarkasyi,
iman.1937,Usuludin,Ponorogo:Trimurti