BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
belakang
kita sebagai manusia menginginkan kehidupan yang tenang,
tentram dan bahagia. Dalam mencapai keinginan tersebut kita pasti memerlukan
tuntunan dalam menjalankan kehidupan yang tentram lagi bahagia yaitu adalah
agama yang lurus yang mengajarkan kebaikan serta yang menghargai,menghormati
dan menyayangi kepada sesamanya. Dengan
agama yang lurus kita akan lebih terarah dan lebih menjadi baik karna kita
senantiasa di tuntut untuk menjadi suatu sebuah kepribadian yang lebih baik.
Dalam mempelajari agama yang lurus agar kita dapat memahaminya dengan baik
serta dapat melakuakannya dengan
perbuatan di keseharian maka kita
membutuhkan suatu keyakinankarna kita meyakini sesuatu hal yang ghoib.
Dalam hal tersebut mendorong kita untuk selalu berbuat baik kepada setiap
orang.
Dalam sebuah agama islam kita patut untuk mengenal konsep iman dan ihsan. Kedududkan
ihsan dalam menjalani kehidupan ini sangatlah penting. Karna kadang kala kita
sebagai seorang mulim sudah di berikan tuntunan masih saja melakukan hal hal
yang kurang baik ( jelek ).ini karna tingkat ke imanan seorang muslim masih
kurang stabil walaupun sebenarnya kita sudah mengetahui dengan baik bahwasannya
ihsan merupakan realisasi dari iman .
Oleh karna itu kita sebagai umat islam kita harus mengtahui
bagaimana kaitan antara iman, islam dan
ihsan. Karna dari ketiga konsep
tersebutlah merupkan sebuah kunciuntuk mencapai suatu kehidupan yang tenang,
tentram serta bagia.
Ø Rumusan
Masalah
1.
Apakah
pengertian dari Iman, islamdan ihsan ?
2.
Sebutkan
rukun iman dan islam dan menjelaskannya ?
3.
Bagaimanakah
hubungan antara Iman, islam dan Ihsan?
Ø Tujuan
1.
Untuk dapat menjelaskan pengertian Iman, islam dan
Ihsan
2.
Untuk dapat
menyebutkan menjelaskan rukun iman dan islam
3.
Dapat mengetahui
hubungan iman, islam dan ihsan
BAB 2
LANDASAN TEORI
A. Pengertian
iman.
Menusia yang hidup ini senantiasa
ingin tahu, dan lagi harus tahu, bagaimana kepercayaan yang harus diyakininya
dan bagaimana pula kewajiban kewajiban yang harys di kerjakan. Untuk itu orang
harud mengetahui dan mempercayai pokok-pokok sebagai orang islam.
Kepercayaan itu harus kuat dan benar
sehingga dapat mendiring jiwa raga kearah perbuatan perbuatan yang diwajibkan
dan dapat menjauhkan diri dari segala yang terlarang . kepercayaan yang teguh
itu, IMAN namanya. orang yang percaya di
sebut MU’MIN; dan kalau banyak di sebut MU’MININ. Pokok-pokok kepercayaan itu
di sebut ‘rukun iman’ dan pokok kewajiban itu disebut‘ rukun Islam’.
Perkataan rukun itu berasal dari
bahasa Arab, yang artinya: Tiang atau sendi.
Rukun Iman Yang Enam
1. Iman Kepada Allah
Iman adalah
keyakinan adapun iman kepada Allah adalah yang paling pokok dan mendasari
seluruh ajaran islam, dan ia harus di
yakinkan dengan ilmu yang pasti seperti ilmu yang terdapat dalam kalimat
syahadat “laa ilaaha illallah” . ialah yang menjadi awal, inti dan akhir dari
seluruh seruan islam sebagaimana wasiat
Rasulullah Saw kepada sahabat Mu’ad. Ketika beliau mengutus sahabat tersebut ke negri Yaman: “Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab, maka hendaklah
engkau mengawali da’wahmukepada mereka “penyaksian bahwa tidak ada Tuhan
melainkan Allah.” Kemudian jika mereka telah taat k padamu, mak ajarkan lagi
kepada mereka bahwa Allah mewajibkan atasnya shalat lima waktu. Surat al ikhlas
1-2
2.
Iman Kepada Malaikat
Iman kepada malaikat adalah
masalah aqidah yang kedua sesudah iman kepada allah SWT. Pengetahuan kita
tentang malaikat hanya semata mata berdasarkan quran dan keterangan ketarangan
nabi. Para malaikat termasuk persoalan alam ghaib tidak bersifat materill. Kita
wajib beriman kepada para malaikat oleh karena alquran dan nabi
memerintahkannya sebagaimana wajibnya beriman kepada allah dan para nabinya
3.
Iman Kepada Para Rasul
Dalam analisa yang lalu telah
di uraikan tentang iman kepada malaikat, mereka sebagai makhluk tertinggi
menjadi jalan raya turunnya wahyu yang agung kepada para rasul dimana para
rasul itulah sebagai duta duta allah untuk manusia. Para rasul berkewajiban
menyampaikan risalah dan wahyu yang diterimanya itu kepada manusia. Karena
itulah iman kepada para rasul berarti mempercayai bahwa allah telah memilih
diantara manusia menjadi utusan utusannya dengan tugas risalah kepada manusia
sebagai hamba hamba allah dengan wahyu yang diterimanya dari allah. Untuk
memmpin manusia kejalan yang lurus dan untuk
4.
Iman kepada kita bullah
Tuhan
allah menurunkan wahyu berisi petunjuk-petunjuk suci kepada para utusannya.
Petunjuk itu kemudian dihimpun menjadi kitab suci yang di anmakan kitab kitab
allah.
Kitab
kitab allah yang wajib kita percayai ada empat:
1.
Kitab taurat : yang diturunkan kepada
nabi musa as. Berisi hukum hukum syariah dan kepercayan yang benar.
2.
Kitab zabur : yang diturunkan kepaada
nabi daud as. Berisi doa doa, dzikir, nasehat, dan hikmah
3.
Kitab injil : yang diturunkan kepada
nabi isa as. Berisi seruan kepada manusia agar bertauhid kepada allah menghapus dari sebagian dari hukum hukum yang
terdapat dalam kitb kitab taurat yang sudah tidak sesuai dengan zamannya
4.
Kitab al quran yang diturunkan kepada
nabi muhammad saw berisi syariat yang menghapus sebagian isi kitab kitab yang
terdahulu yang sudah tidak sesuai dengan zamannya dan juga melengkapinya dengan
hal hal yang sesuai dengan zamannya.
5.
Iman kepada hari akhir
Kita wajib percaya kepada datangnya
hari kemudian. Sebagaimana yang difirmankan oleh allah di dalam al quran.
Diterangkan bahwa pada hari akhir zaman akan datang suatu hari yang semua
makhluk yang ada akan menjadi rusak binasa itu lah hari kiamat namanya.
Sesudah itu akan di bangkitkan semua manusia dari kuburnya
dengan isyarat puput ( sangka kala ) yang ditiup oleh malaikat. Kemudian di
periksalah semua amal masing masing untuk dihitung atau ditimbang ( dihisab )
dan akhirnya diberi balasan bagi yang amal kebaikannya di dunia lebih banyak
dari pada amal kejahatannya dan di beri siksa yang amal jahatnya di dunia lebih
banyak dari pada amal kebaikannya balasan itu berupa surga dan neraka.
6.
Qodha dan qodhar
Qadha’ artinya keputusan perbuatan (
pelaksanaan ) sedangkan qadhar artinya hinggaan. Sebagian ulama menamakan
taqdir itu qadha’: dan qadha’ itu taqdir atau qadarjadi segala sesuatu terjadi
dengan qudrat dan iradatnya yang sesuai dengan qadha dan qadarnya. Maka dalam
hakekatnya kata “ kebetulan” itu tidak ada.
Dari pada itu tuhan allah telah
memberi petunjuk kepada manusia sebagai mana carana dan seharusnya manusia
berbuat sesuatu untuk mencapai kemajuan, kemulyaan dan kebahagiaan dunia dan
akhirat atau untuk menuju sesuatu cita cita yang baik. Qadha dan qadhar adalah
hak tuhan allah sendiri sedang kita tidak mengetahuinya. Berusaha, beriktiar,
dan berdoa adalah kewajiban kita dengan keyakinan bahwa tuhan tidak akan
menyia-nyiakan atau menganiaya kita.
Macam
Macam Dalil
Untuk menentukan sesuatu itu benar boleh dipercaya,perlu ada bukti-bukti dan
dalil-dalil yang sah, yang dapat
menegakkan keyakinan dan membarantas was-was atau keraguan. Menagingat akan
bertingkat tingkatnya jalan fikiran manusia dari segala lapisan, maka
dalil-dalil itu dapat bersusun bertingkat tingkat pula sesuai dengan kesediaan
akal fikiran yag hendak menerimanya, maka dari pada itu apa yang akan kita
pakai sebagai dasar-dasar dalil tadi, dapalil itu ada dua macam :
a.
Dalil naqly نقلى( dalil salinan ) Artinya :
Dalil
yang diambil/ disalin dari tulisan yang telah ada terlebih dahulu
b.
Dalil ‘Aqly عقلي( dalil fikiran )
Artinya :
Dalil yang
diambil dari akal pertimbangan akal fikira manusia.
Dengan
demikian pulalah dalil-dalil yang kita pakai dalm membahas atau membicarkan
soal-soal dalam macam dalil ini. Ada dua macam :
a.
Dalil Naqly ialah tanda bukti yang
telah tertera di dalam Al-Qur’an dan hadist yang mutawatir
b.
Dalil Aqly ialah dalil dari
pertimbangan fikiran yang sehat ( objektif ) yang tidak ada hubungannya dan
tidak dipengruhi oleh keinginan atau kebencian.
Cara Mempergunakan Dalil
Adapun cara mempergunakan
kedua macam dalil itu,adalah sebai berkut :
dalil yang pertama ( Naqly )
itu sebagai pelita,obor,pedoman dan dalil yang kedua ( ‘Aqly ) itu sebagai mata
kepala yang hendak menimbang jalan yang telah ditunjukan oleh pelita atau obor
tadi. Apabila akal kita tidak
berjalan dengan tidak ada arah yag
dituju dan tidak ada pedoman, tentu akan mudah tersesat dan mungkin pula akan
menjadi bingung dalam mencari jalan yang masih belum tentu dan tidak mau
bertanya tentang arah yang akan dituju.[1]
Oleh
karna itu dalil naqly harus diletakkan di muka kemudian daliil ‘Aqly menimbang
nimbang dengan adil dan tenang, dimana akal kita dapat menerima dan sampai
diamana pula akan menolak.
Kalau bertentangan
Apabila terasa oleh akal
bahwa antara dua macam dalil itu itu belum atau kurang bertepatan,maka kita
harus meninjau kembali pada dua soal :
1.
Sampai dimana kekuatan dan
kesempurnaan petunjuk akal itu ?
2.
Sampai dimana pulakah kekuatan faham
kita kepada dalil Naqly itu ? sudah tidak adakah kesalahan dalam memahaminya ?
Setelah kita meninjau kembali
akan hal-hal tersebut tentu kita akan akan
yakin bahwa tidak akan ada lagi pertentangan yang meragukanantara
keduanya.[2]
Dasar keyakinan dan
pendapat akal
Fanatik
percaya dan fanatik tidak percaya.
Banyak
diantara manusia yang telah tergila gila,ta’assub atau fanatik percaya, sebelum
mempergunakan akal atau fikiran dan ada juga yang tergila gila atau fanatik tidak
percaya sebelum mengetahui dan memikirkan alasan-alasan dan dalil-dalil atau
bukti –buktinya. Kedua duanya itu khususnya dalam soal kepercayaan. Karena yang
demikian itu akan mematikan otak dan tidak akan memba manusia kearah kemajuan
dan kesempuranaan.
Orang yang gil tidak percaya meskipun ada bukti
yang terang. Padahal kalau ia mau memikirkannya mesti akan masuk di
akalnya tetap juga ia tidak mau percaya.
Bahkan bukti-buti itu masih diselidiki lagi,dengan maksud mencari apa yang
tersembunyi di balik bukti yang sudah terang itu.
Agam
islam amat mencela kedua dua nya
Dalam al-quran surat ad
dzariyat 20-21 di sebutka yang artinya : dan di bumi dan juga apa dirimu
sendiri itu terdapat tanda tanda kekuasaan nya bagi orang orang yang yakin.
Maka apakah kamu tidak memperhatikan ? ( adz dzariyat 20-21 )
Begitu juga di dalam surat
haji 47 yang artinya : tidakkah mereka orang orang yang tidak mau percaya itu
berjalan jalan meluaskan pandangan di
atas dunia ini sehingga mempunyai akal untuk memikir dan telinga untuk
mendengar ? sesungguhnya yang buta itu bukan mata kepalanya tetapi mata hatinya
di dalam dada.
Dan
masih banyak lagi ayat ayat yang tegas yang menyuruh manusia mempergunakan akal
fikirannya khususnya dalam soal kepercayaan. Maka dari pada itu dalam soal ini
kita harus mempergunakan akal untuk menerima dalil dalil tadi seehingga dapat
menjadiak kepercayaan yang kuat dan sehat.
B.
Pengertian islam
Rukun artinya: Tiang atau bagian yang pokok.Sesuatu
tidak akan menjadi atau berdiri tegak, bila bagian-bagiannya yang pokok atau
rukunnya tidak cukup.
Ruku Islam itu da lima perkara :
1.
Mengucapkan dua kaliimat SYAHADAT.
2.
SHALAT
3.
PUASA bulan ramadhan
4.
Membayar ZAKAT.
5.
Mengerjakan haji.
Tiap-tiap orang Islam harus mengerjakan rukun Islam
yang lima itu dengan syarat dan rukunnya yagbtelah di tentukan.
Tiap-tiap
orang yang mengerjakan rukuun Islam itu disebut muslim, wanitanya muslimah. Dan
kalu banyak disebut muslimiin atau muslimuun. Wanitanya disebut muslimat.
Semua
lima perkara itulah yang akan kita pelajari selanjutnya.
Di
dalam hadits disebutkan sebagai berikut yang artinya :
Islam
dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah
selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat,
menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan. (Riwayat Turmuzi dan
Muslim)
Selainitukitajugamengetahuiadanya
5 rukun Islam, yaitu :
1.
Mengucapkan Dua kalimat Syahadat
Syahadat artinya : pengakuan
Pertama :
pengakuan bahwa tidak ada tuhan yang sebenarnya selain allah.
Kedua :
pengakuan bahwa muahmmad itu adalah utusan dan (pesuruh allah)
Bunyi kedua kalimah syahadat itu sebagai berikut :
أشهد أن لا اله الا الله وأشهد ان محمد رسول الله
Artinya :
Aku mengakui bahwa tidak ada tuhan Yang sebenarnya meliankan
allah. Dan mengakui bahwa muhammad itu utusan allah.
Pengakuan pertama disebut syahadat tauhid, pengakuan kedua
disebut syahadat rasul. Orrang yang baru masuk islam harus mengucapkan dua
kalimah syahadat. Kewajiabn mengucapkan syahadat cukuplah sekali dalam seumur
hidup.
Syarat syarat mengucapkan kedua kalimah syahadat :
1. Dibca
dengan tertib ( berurutan )
2. Mengerti
maksud dan artinya
3. Tidak
ragu ragu mengucapkannya
4. Tidak
mengakui kabalikannya
2.
Sholat
Menurut bahasa sholat berati do’a,
sedang menurut syara menghadapkan jiwa dan raga kedapa allah. Karna taqwa hamba
kepada tuhannya, mengangunggkan kebesarannya dengan khusyu dan ikhlass dalam
bentuk perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan
salam, menurut cara cara dan syarat syarat yang telah ditentukan.Dalam al-quran
disebutkan yang artinya
Bacalah
kitab (Al Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan dirikanlah olehmu sholat
karna sholat mencegah kamu dari kejahatan dan dari munkar ( pekerjaanyang buruk dan keji ) ( al-ankabut 45 )
Waktu waktu sholat lima waktu :
1.
Waktu shubuh
mulai
dari terbit fajar shodiq sampai terbit matahari
2.
waktu zhuhur
awal waktunya setelah cenderung matahari ke barat dari
pertengahan langit dan akhir wktunya apabila bayang bayang telah sama oanjang
dengan sesuatu.
3.
Waktu ashar
Waktunya mulai dari habis
waktu dhuhur sampai terbenam matahari.
4.
Waktu magrib
Waktunya mulai terbenam
matahari sampai terbenam syafaq yang merah ( cahaya merah di kaki langit
sebalah barat )
Waktu isya
5.
Waktu isya mulai hilangnya waktu
syafaq merah sampai terbit fajar.
3.
Zakat
Asal
arti kata zakat : pembersihan dari membersihkan atau pertumbuhan dari tumbuh.
Arti zakat dalam syari’at islam : sebagian harta yang wajib diberikan kepada
orang orang yang tertentu dengan syarat syarat yang tertentu pula. Umpamanya :
seorang islam yang memiliki padi dari hasil sawahnya sebanyak sedikitnya 14
kwintal, wajiblah ia sepersepuluhnya kepada fakir miskin, musafir yang
terlantar dan sebagainya. Padi yang dikeluarkan itulah zakat namanya.Dalam al-quran
disebutkan yaitu :
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ
الرَّاكِعِينَ
“ dan dirikanlah sholah, tunaikannlah zakat
dan ruku’lah beserta orang orang yang ruku’ ( Al-Baqarah 43 )
A.
Harta benda yang wajib dizakati
Adapun
harta benda yang wajib di zakati itu ialah :
a.
Emas, perak dan uang.
b.
Harta perniagaan.
c.
Binatang ternak.
d.
Hasil bumi makanan pokok dan
buah-buahan.
e.
Barang tambang dan barang temuan.
Adapun
syarat-syarat wajib zakat adalah sebagai berikut :
a.
Orang islam.
b.
Orang merdeka (bukan hamba sahaya).
c.
Memiliki penuh (dimiliki dan men
menjadi hak penuh).
d.
Sampai nisabnya.
e.
Sampai setahun.
Serta yang berhak menerima zakat itu adalah sebagai berikut :
a.
Fakir
b.
Miskin
c.
Amil
d.
Mu’allaf
e.
Hamba sahaya yang mempunyai
perjanjian akan dimerdekakan oleh tuannya dengan jalan menebus dirinya.
f.
Gharim
g.
Ibnu Sabiel (Musafir)
h.
Fi Sabilillah.
Adapun pemberian zakat
Selain
daripada zakat dan zakat fitrah, masih banyak macam-macam pemberian atau dana,
yang wajib atau yang sunah. Diantaranya sebagai berikut :
a.
Sedakah
b.
Hadiah
c.
Hibah
d.
Walimah/Kenduri/Pesta
e.
Aqiqah
f.
Qurban
g.
Selain dari pada itu semua masih ada
beberapa pemberian atau sedekah yang wajib atau yang sunnah seperti kifarat,
fidiyah, maskawin dan nafkah, yang berhubungan dengan prkawinan dan
kekeluargaan.
4. Puasa
Asal
arti kata itu ialah : menahan atau mencegah. Dlam baha arab di sebut “ صوم
“ atau “صيام
“ adapun artinya dalam agama islam : menahan diri dari makan dan minum dan dari
segala apa yang membatlkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya
matahari dengan syarat yang tertentu.puasa itu ada yang wajib dan ada yang
sunah. Puasa wajib ialah puasa pada bulan ramadhan yang menjadi salah satu
rukun islam yang lima. Dalam al-quran disebutkan yaitu :
يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ
مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“ hai
orang orang yang beriman, di wajibkan atas kamu berpuasa sebaimana yang di
wajibakan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (yaitu) dalm beberap
hari yang tertentu ( Al-Baqarah 183-184 )
A.
Syarat wajib puasa
Syarat wajib berpuasa, yakni yang
diwajibkan berpuasa ialah :
a.
Orang islam
b.
Orang yang telah dewasa/baligh.
c.
Orang yang berakal (bukan orang yang
gila atau mabuk)
d.
Orang yang kuat berpuasa. Orang yang
lemah karna sakit atau sangat tua. Boleh tidak berpuasa tetapi wajib membayar
fidiyah.
B.
Sayrat sahya puasa
a.
Islam
b.
Tamyiz artinya dikerjakan oleh
orang/anak yang telah dapat membedakan antara makan dan bukan antara yang
menyakitkan dan tidak sebagai mana manusia biasa
c.
Suci. Ini khusus bagi wanita. Artinya
suci dari nifas dan dari datang bulan
C.
Rukun puasa
a.
Berniat. Niat puasa wajib harus pada
malamnya tidak pada paginya.
b.
Menahan dari makan dan minum.
5.
Haji
Haji
menurut bahasa berartimenyengaja untuk mengunjungi. Menurut para ulama haji
berarti mengujungi ka’bah untuk beribadah kepada allah dengan rukun rukun
tertentu dan beberapa syarat tertentu serta beberapa kewajibannya dan
mengerjakannya pada waktu tertentu. Jadi haji itu adalah rukun islam yang
kelima yang wjib dikerjakan oleh setiap muslim, baik laki laki maupun permpuan
apabila ia telah memenuhi syarat syaratnya dan kewajiban naik haji itu bagi
setiap muslim hanya sekali seumur hidup. Dalam al-quran disebutkan yang artinya:
“wajib karna
allah atas semua manusia untuk menunaikan haji kerumah suci ( kakbah )yakni
yang mampu pergi kesana “( ali imran 97 )
A.
Syarat syarat wajib haji
Orang
orang yang berkewajiban menjalankan haji itu hanyalah yang memenuhi syarat
syarat yang tersebut di bawah ini :
a.
Islam
b.
Berakal
c.
Baligh
d.
Merdeka
e.
Mampu ( kuasa ) yang dimaksud dengan
mampu :
1)
Mempunyai bekal yang cukup untuk
pulang pergi dan cukup pula untuk nafkah yang ditinggalkan.
2)
Ada kendaraan yang sesuai dengan
kendaraanya.
3)
Bagi perempuan bersama sama dengan
muhrimnya Aman
4)
atau suaminya
B.
Rukun haji ada enam perkara :
a.
Ihram : berpakaian ihram dan niat ihram haji
b.
Wukuf : berdiam dipadang arafah
pada tanggal 9 dzulhijjah
c.
Thawaf : thawaf haji yang disebut thawaf ifadlaah.
d.
Sa’yi : berjalan atau lari kecil antara bukit shofa dan marwah
e.
Tahalul : membuka iharam dengan cara
menggunting rambut sedikitnya tiga helai
f.
Tertib : berururtan
C. PengertianIhsan
Kata
ihsanberasal dari Bahasa Arab dari kata kerja (fi’il) yaitu :
احسن
– يحسن – احسا نا
artinya : Perbuatan baik.( فعل
الحسن ).[15]
Menurut pengertian istilah ada beberapa definisi dan pengertian yang diberikan
oleh ulama yaitu :
- Muhammad Amin al-Kurdi, ihsan ialah selalu dalam keadaan diawasi oleh Allah dalam segala ibadah yang terkandung di dalam iman dan islam sehingga seluruh ibadah seorang hamba benar-benar ikhlas karena Allah.[16]
- Menurut Imam Nawawi ihsan adalah ikhlas dalam
beribadah dan seorang hamba merasa selalu diawasi oleh Tuhan dengan penuh
khusuk, khuduk dan sebagainya.[17]
Iman, Islam dan ihsan adalah unsur-unsur agama (ad-Din), hal ini berdasarkan Hadis Nabi SAW :
حديث ابي هريرة قال كان النبي صلى الله عليه و سلم بارزا
يوما للنافاتاه رجل فقال: ما الايمان؟ قال: الايمان ان تؤمن باالله وملائكته و
بالقائه وبرسله وتؤمن بالبعث قال: مالاسلام؟ قال: الاسلام ان تعبد الله ولا تشرك
به و تقيم الصلاة وتؤدى الزكاة المفرضه وتصوم رمضان. قال: ماالاحسان؟ قال: ان تعبد
الله كانك تراه فان لم تكن تراه فانه يراك. قال: متى الساعة؟ قال: ما المسئول عنها
باعلم من السائل وساخبرك عم اشرا طها اذا ولدت الامة ربها واذا تطاول رعاة الابل
البهم فى البنيان. فى خمس لا يعلمهن الا الله ثم تلا النبى: ان الله عنده علم
السعاة. ثم ادبر فقال: "ردوه" فلم يرواشيئا. فقال: هذا جبريل يعلم الناس
دينهم.[18]
Artinya:’ AbHurairahr.aberkata
:PadasuatuhariketikaNabi saw dudukbersamasahabat, tiba-tibadatangseseorangbertanya
: Apakahiman ?. JawabNabi :Imanialahpercayakepada Allah danMalaikat-Nya dan akan
bertemu dengannya, danpadaNabiutusan-Nya,
danpercayapadahariberbangkitdarikubur. LaluNabiditanya :Apakah Islam ?.
JawabNabiSAW ; Islam adalahmenyembahkepada Allah dantidakmempersekutukan-Nyadengansesuatuapapun,
danmendirikansembahyangdanmenunaikan zakat yang
telahdiwajibkandanpuasapadabulan Ramadan. LaluNabiditanya :ApakahIhsan ?.
JawabNabi :Ihsanadalahmenyembahpada Allah seakan-akanengkaumelihatnya,
tetapiapabilakamutidakmelihat-Nya, diapastimelihatkamu. LaluNabiditanya
:Kapankahharikiyamat ?. JawabNabi : Orang yang
ditanyatidaklebihmengetahuidaripada orang yang menanya,
tetapisayakatakanpadamubeberapasyarat (tanda-tanda) akantibanyaharikiyamat,
jikabudaksahayatelahmelahirkanmajikannyadanjikapengembalaontadanternaklainnyatelahberlomba-lombamembangungedung-gedung.
Termasuk lima perkara yang tidakdiketahuikecuali Allah, yang tersebutdalamayat
:
“SesungguhnyaHanya
Allah yang mengetahuibilakahharikiyamat, dandia pula yang menurunkanhujan,
danmengetahui yang di dalamrahimibu, dantiadaseorangpun yang mengetahuiapa yang
terjadibesokhari, dantidakseorangpunmengetahuidimanakahiaakanmati.Sesungguhnya
Allah mengetahuisedalamdalamnya”.(Q.S. Al-Ahzabayat 63). Kemudianpergilah orang
itu, laluNabimenyuruhsahabat; kembalikan orang itu !,
tetapisahabattidakmelihatbekas orang itu, makarasulbersabda.
ItumalaikatJibrildatanguntukmengajari agama padamanusia”.
PadaHadis di
atasadaempataspek yang dijelaskan, yaituaspekiman, islam, ihsandantentangwaktuharikiyamat.
PadaHadistersebutdijelaskanbahwaimanialahmempercayai Allah
danMalaikatnyasertameyakiniakanberjumpadengannya, berimandenganrasul-rasulnya,
danberimankepadaharikiyamat.
Masalahimanmerupakanmasalahpokok
(pundamen) dalam Islam, karenamenyangkutmasalahmeng-Esa-kanTuhanyaitu
Allah SWT. Hal iniditunjukkandengankalimattauhidyaitu
لا اله الا الله
“Tiada
Tuhan selain Allah”.
Kalimatinimenjadilandasandasardaninti Islam, yang
membedakanmanusiamenjadiseorangmukminataukafir.Dalamartianpengakuanterhadapke-Esa-an
Allah SWT, danpenolakanterhadapTuhan yang lainnya.
Telah di jelaskan sebelumnya pengertian islam, iman,
dan ihsan . Nah, dalam ketiga hal ini terdapat hubungan antara ketiganya. Lebih
jelasnya hubungan – hubungan atau keterkaitan antar ketiga hal tersebut :
è Iman itu bisa
dikatakan sebagai landasan awal. Seperti sebagai pondasi dalam keberadaan
suatu rumah. Sedangkan Islam
merupakan entitas yang berdiri diatasnya. Maka, apabila iman seseorang lemah,
maka islamnya pun akan condong, lebih lebih akan rubuh. Dalam realitanya
mungkin pelaksanaan sholat akan tersendat-sendat, sehingga tidak dilakukan pada
waktunya, atau malah mungkin tidak terdirikan. Zakat tidak tersalurkan, puasa
tak terlaksana, dan lain sebagainya. Sebaliknya, iman akan kokoh bila islam
seseorang ditegakkan. Karena iman terkadang bisa menjadi tebal, kadang pula
menjadi tipis, karena amal perbuatan yang akan mempengaruhi hati. Sedang hati
sendiri merupakan wadah bagi iman itu. Jadi, bila seseorang tekun beribadah,
rajin taqorrub, maka akan semakin tebal imannya, sebaliknya bila seseorang
berlarut-larut dalam kemaksiatan, kebal akan dosa, maka akan berdampak juga
pada tipisnya iman.
Ihsan bisa diumpamakan sebagai hiasan rumah, bagaimana
rumah tersebut bisa terlihat mewah, terlihat indah, dan megah. Sehingga padat
menarik perhatian dari banyak pihak. Sama halnya dalam ibadah, bagaimana ibadah
ini bisa mendapatkan perhatian dari sang kholiq, sehingga dapat diterima
olehnya. Tidak hanya asal menjalankan perintah dan menjauhi larangannya saja,
melainkan berusaha bagaimana amal perbuatan itu bisa bernilai plus
dihadapan-Nya. Sebagaimana yang telah disebutkan diatas kedudukan kita hanyalah
sebagai hamba, budak dari tuhan, sebisa mungkin kita bekerja, menjalankan
perintah-Nya untuk mendapatkan perhatian dan ridhonya. Disinilah hakikat dari
ihsan.
è Lalu Iman berkaitan dengan aqidah islam , islam
berkaitan dengan syariah, ihsan berkaitan dengan khuluqiya. Dari tiga hal
tersebut dapat kita pahami dalam perkembangan ilmu keislaman , ilmu
terkelompokan menjadi aqidah, fiqih, akhlaq.
è Diantara pengelompokan kata dalam agama islam ialah
iman, islam dan ihsan. Berdasarkan sebuah hadist yang terkenal, ketiga istilah
itu memberikan umat ide tentang rukun iman, rukun islam dan penghayatan
terhadap Tuhan yang maha Hadir dalam hidup. Setiap pemeluk islam mengetahui
dengan pasti bahwa islam tidak absah tanpa iman, dan iman tidak sempurna tanpa
ihsan. Dari pengertian tersebut memiliki arti masing-masing istilah terkait
satu denga yang lain. Bahkan tumpang tindih sehingga satu dari ketiga istilah
tersebut mengandung makna dua istilah yang lainnya. Dari pengertian inilah kita
mengertibahwaislam, imandanihsanadalahTrilogiajaranIlahi.
Bab III
Penutup
A.
Kesimpulan
Islam, iman, dan ihsan
merupakan suatu aspek yang membentuk sebuah rangkaian kesatuan yang saling
mengait satu sama lain. Kita bisa menganalogikan islam, iman, dan ihsan sebagai
sebuah rumah. Dimana iman sebagai pondasi, islam sebagai dinding dan ihsan
sebagai atapnya. Jika diantara ketiganya ada yang hilang, maka maka rumah
tersebut tidak akan sempurna. Dalam kehidupan, jika diantara ketiga aspek
tersebut ada yang hilang dalam diri seseorang, maka orang tersebut tidak akan
merasakan dalam hatinya, muslim yang menjaga rukun islam akan selalu dekat
dengan Tuhannya dan muslim yang selalu berihsan akan selalu baik dalam hubungan
dengan lingkungannya. Ihsan merupakan perbuatan atau wujud pengaplikasian dari
iman dan islam itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Hossen s. Nasr.2003,Islam
Religi, History dan Civilizon,surabaya: Risalah Gusti
Zarkasyi,imam.1990,Fiqih
1,Ponorogo:Trimurti
Zarkasyi,imam.1990,Fiqih
2,Ponorogo:Trimurti
Zarkasyi, iman.1937,Usuludin,Ponorogo:Trimurti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar