Kamis, 05 Maret 2015

makalah MSI "islam,iman dan ikhsan"


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar belakang
kita sebagai manusia menginginkan kehidupan yang tenang, tentram dan bahagia. Dalam mencapai keinginan tersebut kita pasti memerlukan tuntunan dalam menjalankan kehidupan yang tentram lagi bahagia yaitu adalah agama yang lurus yang mengajarkan kebaikan serta yang menghargai,menghormati dan menyayangi  kepada sesamanya. Dengan agama yang lurus kita akan lebih terarah dan lebih menjadi baik karna kita senantiasa di tuntut untuk menjadi suatu sebuah kepribadian yang lebih baik. Dalam mempelajari agama yang lurus agar kita dapat memahaminya dengan baik serta dapat  melakuakannya dengan perbuatan di keseharian maka kita  membutuhkan suatu keyakinankarna kita meyakini sesuatu hal yang ghoib. Dalam hal tersebut mendorong kita untuk selalu berbuat baik kepada setiap orang.
Dalam sebuah agama islam kita patut untuk  mengenal konsep iman dan ihsan. Kedududkan ihsan dalam menjalani kehidupan ini sangatlah penting. Karna kadang kala kita sebagai seorang mulim sudah di berikan tuntunan masih saja melakukan hal hal yang kurang baik ( jelek ).ini karna tingkat ke imanan seorang muslim masih kurang stabil walaupun sebenarnya kita sudah mengetahui dengan baik bahwasannya ihsan merupakan realisasi dari iman .
Oleh karna itu kita sebagai umat islam kita harus mengtahui bagaimana kaitan  antara iman, islam dan ihsan. Karna dari ketiga  konsep tersebutlah merupkan sebuah kunciuntuk mencapai suatu kehidupan yang tenang, tentram serta bagia.

Ø  Rumusan Masalah
1.       Apakah pengertian dari Iman, islamdan ihsan ?
2.        Sebutkan rukun iman dan islam dan menjelaskannya ?
3.       Bagaimanakah hubungan antara  Iman, islam dan Ihsan?

Ø  Tujuan
1.        Untuk  dapat menjelaskan pengertian Iman, islam dan Ihsan
2.        Untuk dapat menyebutkan menjelaskan rukun iman dan islam
3.        Dapat mengetahui hubungan iman, islam dan ihsan












BAB 2
LANDASAN TEORI
A.    Pengertian iman.
Menusia yang hidup ini senantiasa ingin tahu, dan lagi harus tahu, bagaimana kepercayaan yang harus diyakininya dan bagaimana pula kewajiban kewajiban yang harys di kerjakan. Untuk itu orang harud mengetahui dan mempercayai pokok-pokok sebagai orang islam.
Kepercayaan itu harus kuat dan benar sehingga dapat mendiring jiwa raga kearah perbuatan perbuatan yang diwajibkan dan dapat menjauhkan diri dari segala yang terlarang . kepercayaan yang teguh itu, IMAN namanya. orang yang percaya  di sebut MU’MIN; dan kalau banyak di sebut MU’MININ. Pokok-pokok kepercayaan itu di sebut ‘rukun iman’ dan pokok kewajiban itu disebut‘ rukun Islam’.
Perkataan rukun itu berasal dari bahasa Arab, yang artinya: Tiang atau sendi.
Rukun Iman Yang Enam
1.        Iman Kepada Allah
Iman adalah keyakinan adapun iman kepada Allah adalah yang paling pokok dan mendasari seluruh  ajaran islam, dan ia harus di yakinkan dengan ilmu yang pasti seperti ilmu yang terdapat dalam kalimat syahadat “laa ilaaha illallah” . ialah yang menjadi awal, inti dan akhir dari seluruh seruan islam sebagaimana  wasiat Rasulullah Saw kepada sahabat Mu’ad. Ketika beliau mengutus sahabat  tersebut ke negri  Yaman: “Sesungguhnya engkau akan mendatangi  suatu kaum dari Ahli Kitab, maka hendaklah engkau mengawali da’wahmukepada mereka “penyaksian bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah.” Kemudian jika mereka telah taat k padamu, mak ajarkan lagi kepada mereka bahwa Allah mewajibkan atasnya shalat lima waktu. Surat al ikhlas 1-2
2.         Iman Kepada Malaikat
Iman kepada malaikat adalah masalah aqidah yang kedua sesudah iman kepada allah SWT. Pengetahuan kita tentang malaikat hanya semata mata berdasarkan quran dan keterangan ketarangan nabi. Para malaikat termasuk persoalan alam ghaib tidak bersifat materill. Kita wajib beriman kepada para malaikat oleh karena alquran dan nabi memerintahkannya sebagaimana wajibnya beriman kepada allah dan para nabinya
3.         Iman Kepada Para Rasul
Dalam analisa yang lalu telah di uraikan tentang iman kepada malaikat, mereka sebagai makhluk tertinggi menjadi jalan raya turunnya wahyu yang agung kepada para rasul dimana para rasul itulah sebagai duta duta allah untuk manusia. Para rasul berkewajiban menyampaikan risalah dan wahyu yang diterimanya itu kepada manusia. Karena itulah iman kepada para rasul berarti mempercayai bahwa allah telah memilih diantara manusia menjadi utusan utusannya dengan tugas risalah kepada manusia sebagai hamba hamba allah dengan wahyu yang diterimanya dari allah. Untuk memmpin manusia kejalan yang lurus dan untuk
4.        Iman kepada kita bullah
Tuhan allah menurunkan wahyu berisi petunjuk-petunjuk suci kepada para utusannya. Petunjuk itu kemudian dihimpun menjadi kitab suci yang di anmakan kitab kitab allah.
Kitab kitab allah yang wajib kita percayai ada empat:
1.        Kitab taurat : yang diturunkan kepada nabi musa as. Berisi hukum hukum syariah dan kepercayan yang benar.
2.        Kitab zabur : yang diturunkan kepaada nabi daud as. Berisi doa doa, dzikir, nasehat, dan hikmah
3.        Kitab injil : yang diturunkan kepada nabi isa as. Berisi seruan kepada manusia agar bertauhid kepada allah  menghapus dari sebagian dari hukum hukum yang terdapat dalam kitb kitab taurat yang sudah tidak sesuai dengan zamannya
4.        Kitab al quran yang diturunkan kepada nabi muhammad saw berisi syariat yang menghapus sebagian isi kitab kitab yang terdahulu yang sudah tidak sesuai dengan zamannya dan juga melengkapinya dengan hal hal yang sesuai dengan zamannya.
5.        Iman kepada hari akhir
Kita wajib percaya kepada datangnya hari kemudian. Sebagaimana yang difirmankan oleh allah di dalam al quran. Diterangkan bahwa pada hari akhir zaman akan datang suatu hari yang semua makhluk yang ada akan menjadi rusak binasa itu lah hari kiamat namanya.
Sesudah itu akan di bangkitkan semua manusia dari kuburnya dengan isyarat puput ( sangka kala ) yang ditiup oleh malaikat. Kemudian di periksalah semua amal masing masing untuk dihitung atau ditimbang ( dihisab ) dan akhirnya diberi balasan bagi yang amal kebaikannya di dunia lebih banyak dari pada amal kejahatannya dan di beri siksa yang amal jahatnya di dunia lebih banyak dari pada amal kebaikannya balasan itu berupa surga dan neraka.
6.        Qodha dan qodhar
Qadha’ artinya keputusan perbuatan ( pelaksanaan ) sedangkan qadhar artinya hinggaan. Sebagian ulama menamakan taqdir itu qadha’: dan qadha’ itu taqdir atau qadarjadi segala sesuatu terjadi dengan qudrat dan iradatnya yang sesuai dengan qadha dan qadarnya. Maka dalam hakekatnya kata “ kebetulan” itu tidak ada.
Dari pada itu tuhan allah telah memberi petunjuk kepada manusia sebagai mana carana dan seharusnya manusia berbuat sesuatu untuk mencapai kemajuan, kemulyaan dan kebahagiaan dunia dan akhirat atau untuk menuju sesuatu cita cita yang baik. Qadha dan qadhar adalah hak tuhan allah sendiri sedang kita tidak mengetahuinya. Berusaha, beriktiar, dan berdoa adalah kewajiban kita dengan keyakinan bahwa tuhan tidak akan menyia-nyiakan atau menganiaya kita.
Macam Macam Dalil
Untuk menentukan sesuatu itu benar  boleh dipercaya,perlu ada bukti-bukti dan dalil-dalil yang sah,  yang dapat menegakkan keyakinan dan membarantas was-was atau keraguan. Menagingat akan bertingkat tingkatnya jalan fikiran manusia dari segala lapisan, maka dalil-dalil itu dapat bersusun bertingkat tingkat pula sesuai dengan kesediaan akal fikiran yag hendak menerimanya, maka dari pada itu apa yang akan kita pakai sebagai dasar-dasar dalil tadi, dapalil itu ada dua macam :
a.        Dalil naqly نقلى( dalil salinan ) Artinya :
Dalil yang diambil/ disalin dari tulisan yang telah ada terlebih dahulu
b.        Dalil ‘Aqly  عقلي( dalil fikiran ) Artinya :
Dalil yang diambil dari akal pertimbangan akal fikira manusia.
Dengan demikian pulalah dalil-dalil yang kita pakai dalm membahas atau membicarkan soal-soal dalam macam dalil ini. Ada dua macam :
a.        Dalil Naqly ialah tanda bukti yang telah tertera di dalam Al-Qur’an dan hadist yang mutawatir
b.        Dalil Aqly ialah dalil dari pertimbangan fikiran yang sehat ( objektif ) yang tidak ada hubungannya dan tidak dipengruhi oleh keinginan atau kebencian.


Cara Mempergunakan Dalil
Adapun cara mempergunakan kedua macam dalil itu,adalah sebai berkut :
dalil yang pertama ( Naqly ) itu sebagai pelita,obor,pedoman dan dalil yang kedua ( ‘Aqly ) itu sebagai mata kepala yang hendak menimbang jalan yang telah ditunjukan oleh pelita atau obor tadi.  Apabila akal kita tidak berjalan   dengan tidak ada arah yag dituju dan tidak ada pedoman, tentu akan mudah tersesat dan mungkin pula akan menjadi bingung dalam mencari jalan yang masih belum tentu dan tidak mau bertanya tentang arah yang akan dituju.[1]
Oleh karna itu dalil naqly harus diletakkan di muka kemudian daliil ‘Aqly menimbang nimbang dengan adil dan tenang, dimana akal kita dapat menerima dan sampai diamana pula akan menolak.
Kalau bertentangan
Apabila terasa oleh akal bahwa antara dua macam dalil itu itu belum atau kurang bertepatan,maka kita harus meninjau kembali pada dua soal :
1.        Sampai dimana kekuatan dan kesempurnaan petunjuk akal itu ?
2.        Sampai dimana pulakah kekuatan faham kita kepada dalil Naqly itu ? sudah tidak adakah kesalahan dalam memahaminya ?
Setelah kita meninjau kembali akan hal-hal tersebut tentu kita akan akan  yakin bahwa tidak akan ada lagi pertentangan yang meragukanantara keduanya.[2]
Dasar keyakinan dan pendapat akal    
Fanatik percaya dan fanatik tidak percaya.
Banyak diantara manusia yang telah tergila gila,ta’assub atau fanatik percaya, sebelum mempergunakan akal atau fikiran dan ada juga yang tergila gila atau fanatik tidak percaya sebelum mengetahui dan memikirkan alasan-alasan dan dalil-dalil atau bukti –buktinya. Kedua duanya itu khususnya dalam soal kepercayaan. Karena yang demikian itu akan mematikan otak dan tidak akan memba manusia kearah kemajuan dan kesempuranaan.
 Orang yang gil tidak percaya meskipun ada bukti yang terang. Padahal kalau ia mau memikirkannya mesti akan masuk di akalnya  tetap juga ia tidak mau percaya. Bahkan bukti-buti itu masih diselidiki lagi,dengan maksud mencari apa yang tersembunyi di balik bukti yang sudah terang itu.
Agam islam amat mencela kedua dua nya
Dalam al-quran surat ad dzariyat 20-21 di sebutka yang artinya : dan di bumi dan juga apa dirimu sendiri itu terdapat tanda tanda kekuasaan nya bagi orang orang yang yakin. Maka apakah kamu tidak memperhatikan ? ( adz dzariyat 20-21 )
Begitu juga di dalam surat haji 47 yang artinya : tidakkah mereka orang orang yang tidak mau percaya itu berjalan jalan meluaskan  pandangan di atas dunia ini sehingga mempunyai akal untuk memikir dan telinga untuk mendengar ? sesungguhnya yang buta itu bukan mata kepalanya tetapi mata hatinya di dalam dada.
Dan masih banyak lagi ayat ayat yang tegas yang menyuruh manusia mempergunakan akal fikirannya khususnya dalam soal kepercayaan. Maka dari pada itu dalam soal ini kita harus mempergunakan akal untuk menerima dalil dalil tadi seehingga dapat menjadiak kepercayaan yang kuat dan sehat.

B.       Pengertian islam
Rukun artinya: Tiang atau bagian yang pokok.Sesuatu tidak akan menjadi atau berdiri tegak, bila bagian-bagiannya yang pokok atau rukunnya tidak cukup.
Ruku Islam itu da lima perkara :
1.         Mengucapkan dua kaliimat SYAHADAT.
2.         SHALAT
3.         PUASA bulan ramadhan
4.         Membayar ZAKAT.
5.         Mengerjakan haji.
Tiap-tiap  orang Islam harus mengerjakan rukun Islam yang lima itu dengan syarat dan rukunnya yagbtelah di tentukan.
Tiap-tiap orang yang mengerjakan rukuun Islam itu disebut muslim, wanitanya muslimah. Dan kalu banyak disebut muslimiin atau muslimuun. Wanitanya disebut muslimat.
Semua lima perkara itulah yang akan kita pelajari selanjutnya.
Di dalam hadits disebutkan sebagai berikut yang artinya :
Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan. (Riwayat Turmuzi dan Muslim)
Selainitukitajugamengetahuiadanya 5 rukun Islam, yaitu :
1.        Mengucapkan Dua kalimat Syahadat
Syahadat artinya : pengakuan
Pertama          : pengakuan bahwa tidak ada tuhan yang sebenarnya selain allah.
Kedua              : pengakuan bahwa muahmmad itu adalah utusan dan (pesuruh allah)
Bunyi kedua kalimah syahadat itu sebagai berikut :
أشهد أن لا اله الا الله وأشهد ان محمد رسول الله
Artinya :
Aku mengakui bahwa tidak ada tuhan Yang sebenarnya meliankan allah. Dan mengakui bahwa muhammad itu utusan allah.
Pengakuan pertama disebut syahadat tauhid, pengakuan kedua disebut syahadat rasul. Orrang yang baru masuk islam harus mengucapkan dua kalimah syahadat. Kewajiabn mengucapkan syahadat cukuplah sekali dalam seumur hidup.
Syarat syarat mengucapkan kedua kalimah syahadat :
1.      Dibca dengan tertib ( berurutan )
2.      Mengerti maksud dan artinya
3.      Tidak ragu ragu mengucapkannya
4.      Tidak mengakui kabalikannya 
2.                  Sholat
Menurut bahasa sholat berati do’a, sedang menurut syara menghadapkan jiwa dan raga kedapa allah. Karna taqwa hamba kepada tuhannya, mengangunggkan kebesarannya dengan khusyu dan ikhlass dalam bentuk perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, menurut cara cara dan syarat syarat yang telah ditentukan.Dalam al-quran disebutkan yang artinya
Bacalah kitab (Al Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan dirikanlah olehmu sholat karna sholat mencegah kamu dari kejahatan dan dari munkar  ( pekerjaanyang buruk dan keji ) ( al-ankabut 45 )
Waktu waktu sholat lima waktu :
1.        Waktu shubuh
mulai dari terbit fajar shodiq sampai terbit matahari
2.        waktu zhuhur
awal waktunya setelah cenderung matahari ke barat dari pertengahan langit dan akhir wktunya apabila bayang bayang telah sama oanjang dengan sesuatu.
3.        Waktu ashar
Waktunya mulai dari habis waktu dhuhur sampai terbenam matahari.
4.        Waktu magrib
Waktunya mulai terbenam matahari sampai terbenam syafaq yang merah ( cahaya merah di kaki langit sebalah barat )
Waktu isya
5.        Waktu isya mulai hilangnya waktu syafaq merah sampai terbit fajar. 
3.        Zakat
Asal arti kata zakat : pembersihan dari membersihkan atau pertumbuhan dari tumbuh. Arti zakat dalam syari’at islam : sebagian harta yang wajib diberikan kepada orang orang yang tertentu dengan syarat syarat yang tertentu pula. Umpamanya : seorang islam yang memiliki padi dari hasil sawahnya sebanyak sedikitnya 14 kwintal, wajiblah ia sepersepuluhnya kepada fakir miskin, musafir yang terlantar dan sebagainya. Padi yang dikeluarkan itulah zakat namanya.Dalam al-quran disebutkan yaitu :
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

 “ dan dirikanlah sholah, tunaikannlah zakat dan ruku’lah beserta orang orang yang ruku’ ( Al-Baqarah 43 )
A.        Harta benda yang wajib dizakati
Adapun harta benda yang wajib di zakati itu ialah :
a.        Emas, perak dan uang.
b.        Harta perniagaan.
c.         Binatang ternak.
d.        Hasil bumi makanan pokok dan buah-buahan.
e.        Barang tambang dan barang temuan.
Adapun syarat-syarat wajib zakat adalah sebagai berikut :
a.        Orang islam.
b.        Orang merdeka (bukan hamba sahaya).
c.         Memiliki penuh (dimiliki dan men menjadi hak penuh).
d.        Sampai nisabnya.
e.        Sampai setahun.
Serta yang berhak menerima zakat itu adalah sebagai berikut :
a.        Fakir
b.        Miskin
c.         Amil
d.        Mu’allaf
e.        Hamba sahaya yang mempunyai perjanjian akan dimerdekakan oleh tuannya dengan jalan menebus dirinya.
f.          Gharim
g.        Ibnu Sabiel (Musafir)
h.         Fi Sabilillah.

Adapun pemberian zakat
Selain daripada zakat dan zakat fitrah, masih banyak macam-macam pemberian atau dana, yang wajib atau yang sunah. Diantaranya sebagai berikut :
a.             Sedakah
b.             Hadiah
c.              Hibah
d.             Walimah/Kenduri/Pesta
e.             Aqiqah
f.               Qurban
g.             Selain dari pada itu semua masih ada beberapa pemberian atau sedekah yang wajib atau yang sunnah seperti kifarat, fidiyah, maskawin dan nafkah, yang berhubungan dengan prkawinan dan kekeluargaan.
4.    Puasa
Asal arti kata itu ialah : menahan atau mencegah. Dlam baha arab di sebut “ صوم “ atau “صيام “ adapun artinya dalam agama islam : menahan diri dari makan dan minum dan dari segala apa yang membatlkannya, mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari dengan syarat yang tertentu.puasa itu ada yang wajib dan ada yang sunah. Puasa wajib ialah puasa pada bulan ramadhan yang menjadi salah satu rukun islam yang lima. Dalam al-quran disebutkan yaitu :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“ hai orang orang yang beriman, di wajibkan atas kamu berpuasa sebaimana yang di wajibakan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (yaitu) dalm beberap hari yang tertentu ( Al-Baqarah 183-184 )
A.        Syarat wajib puasa
Syarat wajib berpuasa, yakni yang diwajibkan berpuasa ialah :
a.         Orang islam
b.         Orang yang telah dewasa/baligh.
c.         Orang yang berakal (bukan orang yang gila atau mabuk)
d.         Orang yang kuat berpuasa. Orang yang lemah karna sakit atau sangat tua. Boleh tidak berpuasa tetapi wajib membayar fidiyah.
B.        Sayrat sahya puasa
a.         Islam
b.         Tamyiz artinya dikerjakan oleh orang/anak yang telah dapat membedakan antara makan dan bukan antara yang menyakitkan dan tidak sebagai mana manusia biasa
c.         Suci. Ini khusus bagi wanita. Artinya suci dari nifas dan dari datang bulan
C.        Rukun puasa
a.         Berniat. Niat puasa wajib harus pada malamnya tidak pada paginya.
b.         Menahan dari makan dan minum.
5.        Haji
Haji menurut bahasa berartimenyengaja untuk mengunjungi. Menurut para ulama haji berarti mengujungi ka’bah untuk beribadah kepada allah dengan rukun rukun tertentu dan beberapa syarat tertentu serta beberapa kewajibannya dan mengerjakannya pada waktu tertentu. Jadi haji itu adalah rukun islam yang kelima yang wjib dikerjakan oleh setiap muslim, baik laki laki maupun permpuan apabila ia telah memenuhi syarat syaratnya dan kewajiban naik haji itu bagi setiap muslim hanya sekali seumur hidup. Dalam al-quran disebutkan yang artinya:
 “wajib karna allah atas semua manusia untuk menunaikan haji kerumah suci ( kakbah )yakni yang mampu pergi kesana “( ali imran 97 )
A.             Syarat syarat wajib haji
Orang orang yang berkewajiban menjalankan haji itu hanyalah yang memenuhi syarat syarat yang tersebut di bawah ini :
a.         Islam
b.         Berakal
c.         Baligh
d.         Merdeka
e.         Mampu ( kuasa ) yang dimaksud dengan mampu :
1)        Mempunyai bekal yang cukup untuk pulang pergi dan cukup pula untuk nafkah yang ditinggalkan.
2)        Ada kendaraan yang sesuai dengan kendaraanya.
3)        Bagi perempuan bersama sama dengan muhrimnya Aman
4)        atau suaminya
B.        Rukun haji ada enam perkara :
a.         Ihram       : berpakaian ihram dan niat ihram haji
b.         Wukuf       : berdiam dipadang arafah  pada tanggal 9        dzulhijjah
c.         Thawaf     : thawaf haji yang disebut thawaf ifadlaah.
d.         Sa’yi          : berjalan atau lari kecil antara bukit shofa dan marwah
e.         Tahalul : membuka iharam dengan cara menggunting rambut sedikitnya tiga helai
f.          Tertib : berururtan
C. PengertianIhsan
Kata ihsanberasal dari Bahasa Arab dari kata kerja (fi’il) yaitu :
احسن – يحسن – احسا نا  artinya : Perbuatan baik.( فعل الحسن ).[15] Menurut pengertian istilah ada beberapa definisi dan pengertian yang diberikan oleh ulama yaitu :
  1. Muhammad Amin al-Kurdi, ihsan ialah selalu dalam keadaan diawasi oleh Allah dalam segala ibadah yang terkandung di dalam iman dan islam sehingga seluruh ibadah seorang hamba benar-benar ikhlas karena Allah.[16]
  2. Menurut Imam Nawawi ihsan adalah ikhlas dalam beribadah dan seorang hamba merasa selalu diawasi oleh Tuhan dengan penuh khusuk, khuduk dan sebagainya.[17] 
    Iman, Islam dan ihsan adalah unsur-unsur agama (ad-Din), hal ini berdasarkan Hadis Nabi SAW :
حديث ابي هريرة قال كان النبي صلى الله عليه و سلم بارزا يوما للنافاتاه رجل فقال: ما الايمان؟ قال: الايمان ان تؤمن باالله وملائكته و بالقائه وبرسله وتؤمن بالبعث قال: مالاسلام؟ قال: الاسلام ان تعبد الله ولا تشرك به و تقيم الصلاة وتؤدى الزكاة المفرضه وتصوم رمضان. قال: ماالاحسان؟ قال: ان تعبد الله كانك تراه فان لم تكن تراه فانه يراك. قال: متى الساعة؟ قال: ما المسئول عنها باعلم من السائل وساخبرك عم اشرا طها اذا ولدت الامة ربها واذا تطاول رعاة الابل البهم فى البنيان. فى خمس لا يعلمهن الا الله ثم تلا النبى: ان الله عنده علم السعاة. ثم ادبر فقال: "ردوه" فلم يرواشيئا. فقال: هذا جبريل يعلم الناس دينهم.[18]
Artinya:’ Ab­­Hurairahr.aberkata :PadasuatuhariketikaNabi saw dudukbersamasahabat, tiba-tibadatangseseorangbertanya : Apakahiman ?. JawabNabi :Imanialahpercayakepada Allah danMalaikat-Nya dan akan bertemu dengannya, danpadaNabiutusan-Nya, danpercayapadahariberbangkitdarikubur. LaluNabiditanya :Apakah Islam ?. JawabNabiSAW ; Islam adalahmenyembahkepada Allah dantidakmempersekutukan-Nyadengansesuatuapapun, danmendirikansembahyangdanmenunaikan zakat yang telahdiwajibkandanpuasapadabulan Ramadan. LaluNabiditanya :ApakahIhsan ?. JawabNabi :Ihsanadalahmenyembahpada Allah seakan-akanengkaumelihatnya, tetapiapabilakamutidakmelihat-Nya, diapastimelihatkamu. LaluNabiditanya :Kapankahharikiyamat ?. JawabNabi : Orang yang ditanyatidaklebihmengetahuidaripada orang yang menanya, tetapisayakatakanpadamubeberapasyarat (tanda-tanda) akantibanyaharikiyamat, jikabudaksahayatelahmelahirkanmajikannyadanjikapengembalaontadanternaklainnyatelahberlomba-lombamembangungedung-gedung. Termasuk lima perkara yang tidakdiketahuikecuali Allah, yang tersebutdalamayat :
“SesungguhnyaHanya Allah yang mengetahuibilakahharikiyamat, dandia pula yang menurunkanhujan, danmengetahui yang di dalamrahimibu, dantiadaseorangpun yang mengetahuiapa yang terjadibesokhari, dantidakseorangpunmengetahuidimanakahiaakanmati.Sesungguhnya Allah mengetahuisedalamdalamnya”.(Q.S. Al-Ahzabayat 63). Kemudianpergilah orang itu, laluNabimenyuruhsahabat; kembalikan orang itu !, tetapisahabattidakmelihatbekas orang itu, makarasulbersabda. ItumalaikatJibrildatanguntukmengajari agama padamanusia”.
PadaHadis di atasadaempataspek yang dijelaskan, yaituaspekiman, islam, ihsandantentangwaktuharikiyamat. PadaHadistersebutdijelaskanbahwaimanialahmempercayai Allah danMalaikatnyasertameyakiniakanberjumpadengannya, berimandenganrasul-rasulnya, danberimankepadaharikiyamat.
Masalahimanmerupakanmasalahpokok (pundamen) dalam Islam, karenamenyangkutmasalahmeng-Esa-kanTuhanyaitu Allah SWT. Hal iniditunjukkandengankalimattauhidyaitu
لا اله الا الله
Tiada Tuhan selain Allah”.
Kalimatinimenjadilandasandasardaninti Islam, yang membedakanmanusiamenjadiseorangmukminataukafir.Dalamartianpengakuanterhadapke-Esa-an Allah SWT, danpenolakanterhadapTuhan yang lainnya.

Hubungan antara islam iman dan ihsan
Telah di jelaskan sebelumnya pengertian islam, iman, dan ihsan . Nah, dalam ketiga hal ini terdapat hubungan antara ketiganya. Lebih jelasnya hubungan – hubungan atau keterkaitan antar ketiga hal tersebut :
è    Iman itu bisa dikatakan sebagai landasan awal.  Seperti sebagai pondasi dalam keberadaan suatu rumah. Sedangkan Islam merupakan entitas yang berdiri diatasnya. Maka, apabila iman seseorang lemah, maka islamnya pun akan condong, lebih lebih akan rubuh. Dalam realitanya mungkin pelaksanaan sholat akan tersendat-sendat, sehingga tidak dilakukan pada waktunya, atau malah mungkin tidak terdirikan. Zakat tidak tersalurkan, puasa tak terlaksana, dan lain sebagainya. Sebaliknya, iman akan kokoh bila islam seseorang ditegakkan. Karena iman terkadang bisa menjadi tebal, kadang pula menjadi tipis, karena amal perbuatan yang akan mempengaruhi hati. Sedang hati sendiri merupakan wadah bagi iman itu. Jadi, bila seseorang tekun beribadah, rajin taqorrub, maka akan semakin tebal imannya, sebaliknya bila seseorang berlarut-larut dalam kemaksiatan, kebal akan dosa, maka akan berdampak juga pada tipisnya iman.
Ihsan bisa diumpamakan sebagai hiasan rumah, bagaimana rumah tersebut bisa terlihat mewah, terlihat indah, dan megah. Sehingga padat menarik perhatian dari banyak pihak. Sama halnya dalam ibadah, bagaimana ibadah ini bisa mendapatkan perhatian dari sang kholiq, sehingga dapat diterima olehnya. Tidak hanya asal menjalankan perintah dan menjauhi larangannya saja, melainkan berusaha bagaimana amal perbuatan itu bisa bernilai plus dihadapan-Nya. Sebagaimana yang telah disebutkan diatas kedudukan kita hanyalah sebagai hamba, budak dari tuhan, sebisa mungkin kita bekerja, menjalankan perintah-Nya untuk mendapatkan perhatian dan ridhonya. Disinilah hakikat dari ihsan.

è    Lalu Iman berkaitan dengan aqidah islam , islam berkaitan dengan syariah, ihsan berkaitan dengan khuluqiya. Dari tiga hal tersebut dapat kita pahami dalam perkembangan ilmu keislaman , ilmu terkelompokan menjadi aqidah, fiqih, akhlaq.
è    Diantara pengelompokan kata dalam agama islam ialah iman, islam dan ihsan. Berdasarkan sebuah hadist yang terkenal, ketiga istilah itu memberikan umat ide tentang rukun iman, rukun islam dan penghayatan terhadap Tuhan yang maha Hadir dalam hidup. Setiap pemeluk islam mengetahui dengan pasti bahwa islam tidak absah tanpa iman, dan iman tidak sempurna tanpa ihsan. Dari pengertian tersebut memiliki arti masing-masing istilah terkait satu denga yang lain. Bahkan tumpang tindih sehingga satu dari ketiga istilah tersebut mengandung makna dua istilah yang lainnya. Dari pengertian inilah kita mengertibahwaislam, imandanihsanadalahTrilogiajaranIlahi.

















Bab III
Penutup
A.               Kesimpulan
                        Islam, iman, dan ihsan merupakan suatu aspek yang membentuk sebuah rangkaian kesatuan yang saling mengait satu sama lain. Kita bisa menganalogikan islam, iman, dan ihsan sebagai sebuah rumah. Dimana iman sebagai pondasi, islam sebagai dinding dan ihsan sebagai atapnya. Jika diantara ketiganya ada yang hilang, maka maka rumah tersebut tidak akan sempurna. Dalam kehidupan, jika diantara ketiga aspek tersebut ada yang hilang dalam diri seseorang, maka orang tersebut tidak akan merasakan dalam hatinya, muslim yang menjaga rukun islam akan selalu dekat dengan Tuhannya dan muslim yang selalu berihsan akan selalu baik dalam hubungan dengan lingkungannya. Ihsan merupakan perbuatan atau wujud pengaplikasian dari iman dan islam itu sendiri. 











DAFTAR PUSTAKA
Hossen s. Nasr.2003,Islam Religi, History dan Civilizon,surabaya: Risalah Gusti
Zarkasyi,imam.1990,Fiqih 1,Ponorogo:Trimurti
Zarkasyi,imam.1990,Fiqih 2,Ponorogo:Trimurti
Zarkasyi, iman.1937,Usuludin,Ponorogo:Trimurti





















[1]Japar,Ilmu Hadits,2014 Hal 12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar