Kamis, 05 Maret 2015

makalah MSI tentang AGAMA


Kata pengantar
Segala Puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat Iman dan islam, serta nikmat kesehatan Jasmani maupun Rohani sehingga kita masih bias merasakan karunianya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpahkan pada Nabi Muhammad SAW.
Islam adalah agama yang sempurna.Yang bias dijadikan pedoman bagi seluruh umat manusia yang ada di muka bumi ini.Terlebih untuk membentengi aqidah kita dari godaan-godaan yang takhenti-hentinyamenyerang, baiksecarafisikmaupunsecarasikologis. Allah SWT telahBerfirman yang artinya :
Pada Hari ini Aku telah menyempurnakan untuk kalian agama kalian, mencukupkan bagi kalian nikmatku, dan meridhai islam sebagai agama kalian (QS Al-Maidah (5) )
Sebagai pedoman yang dibuat oleh Allah, tentu saja Alquran mampu memecahkan permasalahan yang terjadi pada makhluknya beserta dengan bagaimana caranya.
Wujud dari kesempurnaan Agama Islam antara lain : Islam tidak hanya mengatur urusan Makhluk dengan Tuhannya, tetapi juga mengatur urusan Makhluk dengan sesamanya, bentuk dari ajaran ibadah adalah shalat, puasa, haji dan lain-lain yang biasa kita sebut dengan istilah “mahdah”. Sedangkan bentuk hubungan yang mengatur antara dirinya sendiri dan orang lain seperti, saling menolong, menepati janji dan lain-lain yang biasa kita sebut dengan istilah “ghair mahdah”.
Makalah kami akan mencoba membahas hal diatas yang disajikan secara sederhana dan sistematis sehingga akan mudah dipahami dan dimengerti.


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................................................................................... I
DAFTAR ISI ........................................................................................................ II
BAB I ..................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
a.       Latar belakang ....................................................................................... 1
b.      Rumusan Masalah ................................................................................. 1
c.       Tujuan ................................................................................................... 1
BAB II .................................................................................................................... 2
LANDASAN THEORY ............................................................................ 2
a.       Definisi Agama ..................................................................................... 2
b.      Definisi Islam ........................................................................................ 3
c.       Pengaruh agama dalam  kehidupan ....................................................... 6
BAB III ................................................................................................................ 10
PENUTUP ................................................................................................ 10
a.       Kesimpulan ......................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 11




BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar belakang
Pada abad 21, yang biasa disebut dengan era globalisasi ini, banyak manusia yang tidak atau enggan menyakini keberadaan Tuhannya (Atheis). Padahal, peranan agama sangatlah penting bagi kehidupan. Karna agama adalah penopang dan penguat aqidah seseorang. Dalam agama Islam sendiri terdapat beberapa ajaran untuk bermuamalah baik dengan Tuhannya, diri sendiri dan orang lain, contohnya sholat, menolong sesama dan masih banyak lagi. Islam juga sebagai media komunikasi, yang mana islam telah mengajarkan tata cara hidup yang baik. Seperti bergaul dengan baik serta berkarakter sesuai dengan agama bangsa dan negara. Karna tujuan Islam sendiri adalah “Rahmatan lil “Alamiin” Rahmat bagi seluruh Alam.
Lalu bagaimana dengan orang yang tidak beragama?
Insya Allah makalah ini kami sajikan dengan sederhana dan sistematis agar bisa dipahami dan dimengerti.
B.      Rumusan Masalah
1.         Apakah definisi Agama dan Islam?
2.         Berapa besar pengaruh Agama dalam kehidupan manusia?

C.       Tujuan
Setelah selesai membahas materi, mahasiswa diharapkan :
ü  Memahami definisi Agama dan islam dengan baik
ü  Mengetahui pengaruh agama dalam kehidupan dan dapat mengaplikasikan ajaran Agama Islam secara maksimal dalam kehidupan .



BAB II
LANDASAN THEORY
A.         Definisi Agama
Kebanyakan dari manusia terutama muslimin, bahwa agama  hanya diartikan shalat, puasa, zakat, haji, shodaqoh dan bahkan hanya diartikan dengan hanya ibadah spiritual saja. Begitulah pengertian yang dianggap sah oleh seluruh masyarakat.Maka jika begitu APA MAKSUD AGAMA ITU?
Agama merupakan sifat bathiniyah dan individualistis, karena agama adalah urusan keyakinan seseorang terhadap tuhannya maupun apa yang diyakininya.Pengertian agama dari segi bahasa dapat kita ikuti antara lain uraian Harun Nasution. Menurutnya, dalam masyarakat Indonesia selain dari kata agama, dikenal pula kata diin dari bahasa Arab dan kata religi dari bahasa Eropa.Menurutnya, agama berasal dari bahasa sansakerta. Menurut satu pendapat, demikian Harun Nasution mengatakan, kata itu tersusun dari dua kata, a=tidak dan gam= pergi, jadi agama artinya tidak pergi, tetap di tempat, diwarisi secara turun-temurun. Hal demikian menunjukkan pada salah satu sifat agama, yaitu diwarisi secara aturun-temurun dari satu generasi ke generasi lainnya.Selanjutnya ada lagi pendapat yang mengatakan bahwa agama berarti teks atau kitab suci, dan agama-agama memang mempunyai kitab-kitab suci. Selanjutnya dikatakan lagi bahwa agama berarti tuntunan.Pengertian ini tampak menggambarkan salah satu fungsi agama sebagai tuntunan bagi kehidupan manusia.
Selanjutnya, diin dalam bahasa semit berarti undang-undang atau hokum.Dalam bahasa Arab kata ini mengandung arti menguasai, menundukkan, patuh, utang, balasan, dan kebiasaan.Pengertian ini juga sejalan dengan kandungan agama yang didalamnya terdapat terdapat peraturan-peraturan yang merupakan hokum yang harus dipatuhi penganut agama yang bersangkutan.Selanjutnya agama juga menguasai diri seseorang dan membuat ia tunduk dan patuh kepada Tuhan dengan menjalankan ajaran-ajaran agama. Agama lebih lanjut membawa utang yang harus dibayar oleh para penganutnya. Paham kewajiban dan kepatuhan ini selanjutnya membawa kepada timbulnya paham balasan. Orang yang menjalankan kewajiban dan patuh kepada perintah agama akan mendapat balasan yang baik dari Tuhan. Sedangkan orang yang tidak menjalankan kewajiban dan ingkar terhadap perintah Tuhan akan mendapat balasan yang menyedihkan.
Adapun kata Religi berasal dari bahasa Latin.Menurut satu pendapat, demikian Harun Nasution mengatakan, bahwa asal kata religi adalah relegere yang mengandung arti mengumpulkan dan membaca.Pengertian demikian itu juga sejalan dengan isi agama yang mengandung kumpulan cara-cara mengabdi kepada tuhan yang terkumpul dalam kitab suci yang harus dibaca.Tetapi menurut pendapat lain, kata itu berasal dari kata religare yang berarti mengikat. Ajaran-ajaran agama memang mempunyai sifat mengikat bagi manusia.Dalam agama selanjutnya terdapat pula ikatan antara roh manusia dengan tuhan, dan agama lebih lanjut lagi memang mengikat manusia dengan tuhan.
Dari beberapa definisi tersebut, akhirnya Harun Nasution menyimpulkan bahwa intisari yang terkandung dalam istilah-istilah di atas ialah ikatan.Agama memang mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia.Ikatan ini mempunyai pengaruh besar sekali terhadap kehidupan manusia sehari-hari.Ikatan itu berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggidari manusia.Satu kekuatan gaib yang tak dapat ditangkap oleh panca indra.
B.        Definisi Islam
Islam menurut bahasa berasal dari kata bahasa arab yaitu bentuk mashdar Aslama-Yuslimu-Islaamun yang berarti menyerahkan diri atau masuk dalam kedamaian.[1]dan Aslama berasal dari Tsulasiyyul Maziid yaitu dengan hauruf tambahan “Hamzah” sedangkan kata aslinya adalah salima-yaslimu yang berarti selamat, sentosa, dan damai.[2] Sedangkan menurut bahasa islam adalah agama yang mengatur manusia agar menjadi selamat, sejahtera dan menyerahkan diri kepada Allah serta patuh dan tunduk kepadanya dan beribadah dengan penuh kesadaran dan keikhlasan karena-Nya
Dan adapun kata Isim (kata benda) banyak ditemukan di dalam al-qur’an anatara lain adalah :
1.      Assilmi (Kesejahteraan)
Penjelasan ini dapat kita temui di dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqoroh (2) ayat 208 yang berbunyi :
$ygƒr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=äz÷Š$# Îû ÉOù=Åb¡9$# Zp©ù!$Ÿ2 Ÿwur (#qãèÎ6®Ks? ÅVºuqäÜäz Ç`»sÜø¤±9$# 4 ¼çm¯RÎ) öNà6s9 Arßtã ×ûüÎ7B ÇËÉÑÈ  
208. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam (kesahteraan) keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

2.      Assalmi (Perdamaian)
Keterangan ini dapat kita temui dalam 2 surah, salah satunya adalah Surah Al-Anfal (8) ayat 61 yang berbunyi :
* bÎ)ur (#qßsuZy_ ÄNù=¡¡=Ï9 ôxuZô_$$sù $olm; ö@©.uqs?ur n?tã «!$# 4 ¼çm¯RÎ) uqèd ßìŠÏJ¡¡9$# ãLìÎ=yèø9$# ÇÏÊÈ  
61. Dan jika mereka condong kepada perdamaian, Maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui.


3.      Assalam (Ketundukan)
Keterangan ini kita dapat temukan 5 surat, salah satunya adalah Surah An-Nahl (16) ayat 87, yang berbunyi :
(#öqs)ø9r&ur n<Î) «!$# >ͳtBöqtƒ zOn=¡¡9$# ( ¨@|Êur Nßg÷Ytã $¨B (#qçR%x. tbrçŽtIøÿtƒ ÇÑÐÈ  
87. Dan mereka menyatakan ketundukannya kepada Allah pada hari itu dan hilanglah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan[836].
4.      Salaam (Ucapan Salam/Selamat)
Keterangan ini sangat banyak di dalam Al-Qur’an, salah satunya adalah surah Ar-Rad (13) ayat 24 yang berbunyi :
íN»n=y /ä3øn=tæ $yJÎ/ ÷Län÷Žy9|¹ 4 zN÷èÏYsù Ót<ø)ãã Í#¤$!$# ÇËÍÈ  
24. (sambil mengucapkan): "Salamun 'alaikum bima shabartum"[772]. Maka Alangkah baiknya tempat kesudahan itu.

[772] Artinya: keselamatan atasmu berkat kesabaranmu

Dari berbagai ayat di atas, kita dapat simpulkan bahwa Islam menurut istilah adalah penyerahan diri dan tunduk terhadap Agama Tuhan (Allah) yang tercantum di dalam Al-Qur’an dan Hadis.Islam datang di dunia dibawa oleh Nabi Muhammad Saw untuk meyelamatkan manusia dari kegelapan menuju cahaya ilahi. Dan islam juga rohmatan lil’alamin (rahmat untuk seluruh alam).
Mengingat terhadap sejarah Khulafaurrosyidin pada zaman Kholifah Umar Bin Khothob Ra telah berkata terhadap seluruh masyarakat dan mujahidin bahwa“ kita ini adalah bangsa yang dibesarkan oleh Allah dengan islam, maka apabila kita mencari kebesaran dengan selainnya yaitu selain islam maka Allah akan menghinakan kita”[3]
Jika kita melihat apa yang dikatakan oleh Umar bin Khathab di atas, bahwa jikalau kita ingin besar dari berbagai aspek mulai dari akhlaq, keilmuan, perekonomian, dan lain-lain. Maka kita harus membesarkan Islam dengan arti kita harus mengamalkan apa yang Allah perintahkan dan apa yang Allah larang di dalam Al-Qur’an dan Hadits Shohih, maka sudah pasti Allah akan membesarkan kita, tetapi jika kita ingin mencari kebesaran tidak dengan Islam maka Allah akan menghinakan kita, Na’udzubillah min dzalik.
Islam berasal dari bahasa arab “salima-yaslimu” yang berarti selamat. Dari kata salima selanjutnya diubah menjadi bentuk aslama yang berarti berserah diri masuk dalam kedamaian. Banyak ahli yang mendifinisikan artian islam secara istilah. Harun Nasution mengatakan bahwa islam menurut istilah adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada manusia melalui Nabi Muhammad SAW sebagai rasul.
Jadi, jika disimpulkan Agama Islam adalah Agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW atas perintah Allah  untuk seluruh ummat manusia yang ada di muka bumi. Kesempurnaan dan keuniversalan islam dan kecocokan ajaran Islam dalam kehidupan masa lalu maupun sekarang bahkan masa yang akan datang jelas memberikan pandangan yang luas kepada manusia bahwa islam mempunyai konsepsi yang sesuai dan matang dengan perkembangan zaman yang sebagian besar banyak ditandai dengan akselerasi peradaban, teknologi dan yang lainnya. Dan islam pada prinsipnya adalah agama yang mengatur manusia di dunia agar memenuhi perintah Tuhannya dan slalu menaatinya, serta tunduk, tawakkal untuk mencapai tingkatan takwa yang sesungguhnya.
C.         Pengaruh Agama Dalam Kehidupan
Agama adalah penopang hidup seseorang, tanpa agama manusia tidak akan mengetahui kemana arah hidupnya. Karena dalam agama terdapat nilai-nilai dan norma-norma kehidupan baik untuk diri sendiri dan orang lain. Emile Durkheim (1858-1917), ahli sosiologi dari Perancis memperkenalkan masyarakat organis. Durkheim percaya bahwa norma-norma akan terancam oleh pembagian kerja yang berlebihan. Dalam pandangannya, masyarakat pra industri di sebut masyarakat mekanis, individu-individu menjalankan perannya masing-masing: sebagai Ayah, suami, pendeta, pemburu dan yang lainnya. Semua peran atau fungsi itu diteruskandari generasi ke generasi dengan perubahan sekecil mungkin. Sebaliknya, masyarakat modern adalah masyarakat organis, produk pembagian kerja dan diferensiasiyang dihasilkan oleh proses industri. Masyarakat organis bersifat inovatif dan kompleks. Agama, dalam pandangan Emile Durkheim, meliputi semua kehidupan pada masyarakat pertama, tetapi tempatnya menjadi lebih terbatas pada masyarakat kedua (David E. Apter 1988:377)
Sampai di sini kita bisa mencoba memahami bahwa peran itu ada dalam struktur. Dalam pengertian ini, kita mencoba menyederhanakan pemahaman kita kepada diri kita sendiri dalam dataran fisik. Tubuh kita terdiri atas dua kaki, perut, usus, lambung, tangan, leher, kepala, mata, hidung dan rambut. Oleh karena itu, tubuh kita merupakan satu kesatuan yang dapat kita sebut sebagai struktur. Setiap anggota tubuh berfungsi terhadap anggota tubuh yang lain. Fungsi tangan terhadap kaki, mata terhadap telinga danseterusnya. Fungsi satu anggota tubuh terhadap anggota tubuh yang lain disebut peran. Dengan demikian, peran dapat kita pahami sebagai fungsi dari satu bagian tubuh terhadap tubuh yang lain.
Tubuh yang kita gambarkan di atas dapat ditarik kepada wilayah yang lebih luas, misalnya masyarakat. Dalam masyarakat terdapat struktur kemasyarakatan yang antara satu dengan yang lain saling memberi fungsi. Fungsi salah satu komponen, baik dalam masyarakat mekanis maupun masyarakat organis, terhadap komponen yang lainnya disebut peran. Dalam rangka membuktikan peran agamaislam dalam kehidupan sosial, kita memerlukan dua komponen pembahasan. Pertama, hubungan antara perintah bertauhid dan cegahan syirik dengan ilmu pengetahuan. Kedua, paradigma ilmu islami yang kini sedang digalakkan oleh banyak cendekiawan muslim
Dari segi unsur kebudayaan, agama merupakan universal cultural, artinya terdapat kebudayaan di setiap daerah dmana saja masyarakat dan kebudayaan itu berada. Salah satu prinsip teori fungsional menyatakan bahwa segala sesuatu yang tidak berfungsi akan lenyap dengan sendirinya. Dengan kata lain, setiap kebudayaan memiliki fungsi. Konsekwensinya, setiap yang tidak berfungsi akan hilang atau sirna. Karena sejak dulu hingga sekarang agama dengan tangguh menyatakan eksistensinya, berarti ia mempunyai dan memerankan sejumlah peran dan fungsi di masyarakat. (Djamari, 1993: 79).
Perintah yang sangat mendasar adalah mengesakan Tuhan dan cegahan melakukan Syirik, dalam Al-Quran surat al-ikhlas 1-4, Allah berfirman: “katakanlah, Dia-lah Allah yang Maha Esa, Allah adalah tempat segala sesuatu bergantung pada-Nya, Dia tidak beranak maupun diperanakan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.
Dalam firman Allah tersebut telah dijelaskan bahwa keharusan kita meng-Esa kan Allah, dan tentunya keharusan bertauhid kepada Allah. Allah telah menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi dan menundukan alam raya untu manusia, jadi kita lah yang harus menguasai alam, dan konsekuensinya juga menguasai hukum alam yang mana harus patuh dan tunduk kepada yang menciptakan alam.
Sebaliknya, syirik berarti tunduk kepada alam. tunduk kepada alam berarti manusia dikuasai oleh alam. Manusia yang hidupnya dikuasai oleh alam, melahirkan kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan. Jadi, terdapat hubungan timbal balik antara tauhid dengan dorongan pengembangan ilmu pengetahuan. Juga ada hubungan timbal balik antara syirik dengan kebodohan. Agar lebih mudah, kita visualisasikan hubungan timbal balik tersebut sebagai berikut
TEORI TASKHIR MENURUT NURKHOLISH MADJID
 


Rectangular Callout: Syirik berarti tunduk kepada alam Rectangular Callout: Alam harus tunduk dan dikuasai oleh manusia







 







Rectangular Callout: Menguasai alam berarti menguasai hokum alam
Rectangular Callout: Tunduk kepada alam berarti dikuasai oleh alam







Rectangular Callout: Kehidupan yang ditundukkan oleh alam berarti kehidupan yang hampir identik dengan kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan

 







 (sumber: Nurkholis Madjid, 1998: 17-24)
         Dengan demikian, sumbangan atau peran Islam dalam kehidupan manusia adalah terbentuknya suatu komunitas yang berkecenderungan progresif, yaitu suatu komunitas yang dapat mengendalikan, memelihara, dan mengembangkan kehidupan melalui pengembangan ilmu atau sains. Penguasaan dan pengembangan sains bukan saja termasuk amal shaleh, melainkan juga bagian komitmen keimanan kepada Allah.




BAB III
PENUTUP
A.            Kesimpulan
Pada akhirnya, Agama sangat berperan penting dalam kehidupan manusia, baik sebagai media komunikasi, mengajarkan tata cara hidup manusia dengan Tuhannya, diri sendiri, dan orang lain. Semua Agama pasti mengajarkan hal yang baik untuk penganutnya. Jadi, Alangkah malangnya manusia yang tidak atau enggan mengakui keberadaan Tuhannya, karna pada siapa lagi kita berserah diri jika bukan padanya.
Allah menciptakan manusiasebagai khalifah di muka bumi ini, dan menundukan alam untuk manusia, jadi kita lah yang harus menguasai alam dan konsekuensinya juga menguasai hukum alam yang mana harus patuh dan tunduk kepada yang menciptakan alam.
Syirik berarti tunduk pada alam, tunduk kepada alam berarti manusia dikuasai oleh alam. Manusia yang hidupnya dikuasai oleh alam, melahirkan kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan. Jadi, terdapat hubungan timbal balik antara tauhid dengan dorongan pengembangan ilmu pengetahuan. Juga ada hubungan timbal balik antara syirik dengan kebodohan.
Semoga kita bisa menjadi khalifah yang bisa menguasai alam dengan baik yang sesuai dengan syariat Agama islam, dan bisa mengaplikasikan ajaran-ajarannya dengan maksimal dan sebaik mungkin.
Semoga pembelajaran MSI pada bab ini dapat dipahami dan di mengerti dengan baik. Aaamiiiin


DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an dan Terjemahannya
Abuddin,Nata 2013. MetodologiStudi Islam.Depok: Raja Gravindo Persada
Atang Abd. Hakim, Jaih Mubarok. 2000 Metodologi Studi Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset
Haris Fauzi. 2013 islam dan studi agama. Sumber: Web
Zikir al- maksurat. Pengertian Agama Islam Sumber: Web




[1]Syueb,Sudono. 2006, BukuPintar Agama Islam, DELTAMEDIA, Solo, Hal.10
[2]Ismail,Radzudin, 2005, Akar Islam Kontemporer, BADAN WAKAF AL-QUR’AN, Hal.197
[3]Jasimin, 2001, MengenaldanMemahami Islam, ERA ADICTRA INTERMEDIA, Solo, Hal.34

Tidak ada komentar:

Posting Komentar