Kata pengantar
Segala Puji bagi
Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat Iman dan islam, serta nikmat kesehatan
Jasmani maupun Rohani sehingga kita masih bias merasakan karunianya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpahkan
pada Nabi Muhammad SAW.
Islam adalah agama yang sempurna.Yang bias dijadikan
pedoman bagi seluruh umat manusia yang ada di muka bumi ini.Terlebih untuk
membentengi aqidah kita dari godaan-godaan yang takhenti-hentinyamenyerang,
baiksecarafisikmaupunsecarasikologis. Allah SWT telahBerfirman yang artinya :
Pada Hari ini Aku telah
menyempurnakan untuk kalian agama kalian, mencukupkan bagi kalian nikmatku, dan
meridhai islam sebagai agama kalian (QS Al-Maidah (5) )
Sebagai pedoman yang dibuat oleh
Allah, tentu saja Alquran mampu memecahkan permasalahan yang terjadi pada
makhluknya beserta dengan bagaimana caranya.
Wujud dari kesempurnaan Agama
Islam antara lain : Islam tidak hanya mengatur urusan Makhluk dengan Tuhannya,
tetapi juga mengatur urusan Makhluk dengan sesamanya, bentuk dari ajaran ibadah
adalah shalat, puasa, haji dan lain-lain yang biasa kita sebut dengan istilah
“mahdah”. Sedangkan bentuk hubungan yang mengatur antara dirinya sendiri dan
orang lain seperti, saling menolong, menepati janji dan lain-lain yang biasa kita
sebut dengan istilah “ghair mahdah”.
Makalah kami akan mencoba
membahas hal diatas yang disajikan secara sederhana dan sistematis sehingga
akan mudah dipahami dan dimengerti.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................................................................................... I
DAFTAR ISI ........................................................................................................ II
BAB I ..................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
a.
Latar belakang ....................................................................................... 1
b.
Rumusan Masalah ................................................................................. 1
c.
Tujuan ................................................................................................... 1
BAB II .................................................................................................................... 2
LANDASAN THEORY ............................................................................ 2
a.
Definisi Agama ..................................................................................... 2
b.
Definisi Islam ........................................................................................ 3
c.
Pengaruh agama
dalam kehidupan ....................................................... 6
BAB III ................................................................................................................ 10
PENUTUP ................................................................................................ 10
a.
Kesimpulan ......................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Pada abad 21, yang biasa disebut
dengan era globalisasi ini, banyak manusia yang tidak atau enggan menyakini
keberadaan Tuhannya (Atheis). Padahal, peranan agama sangatlah penting
bagi kehidupan. Karna agama adalah penopang dan penguat aqidah seseorang. Dalam
agama Islam sendiri terdapat beberapa ajaran untuk bermuamalah baik dengan
Tuhannya, diri sendiri dan orang lain, contohnya sholat, menolong sesama dan
masih banyak lagi. Islam juga sebagai media komunikasi, yang mana islam telah
mengajarkan tata cara hidup yang baik. Seperti bergaul dengan baik serta
berkarakter sesuai dengan agama bangsa dan negara. Karna tujuan Islam sendiri
adalah “Rahmatan lil “Alamiin” Rahmat bagi seluruh Alam.
Lalu bagaimana dengan orang yang
tidak beragama?
Insya Allah makalah ini kami sajikan
dengan sederhana dan sistematis agar bisa dipahami dan dimengerti.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apakah definisi Agama
dan Islam?
2.
Berapa besar pengaruh
Agama dalam kehidupan manusia?
C.
Tujuan
Setelah selesai
membahas materi, mahasiswa diharapkan :
ü Memahami definisi Agama dan islam dengan baik
ü Mengetahui pengaruh agama dalam kehidupan dan dapat
mengaplikasikan ajaran Agama Islam secara maksimal dalam kehidupan .
BAB II
LANDASAN THEORY
A.
Definisi Agama
Kebanyakan dari
manusia terutama muslimin, bahwa agama hanya
diartikan shalat, puasa, zakat, haji, shodaqoh dan bahkan hanya diartikan dengan
hanya ibadah spiritual saja. Begitulah pengertian yang dianggap sah oleh seluruh
masyarakat.Maka jika begitu APA MAKSUD AGAMA ITU?
Agama merupakan sifat bathiniyah
dan individualistis, karena agama adalah urusan keyakinan seseorang terhadap
tuhannya maupun apa yang diyakininya.Pengertian agama dari segi bahasa dapat kita ikuti antara
lain uraian Harun Nasution. Menurutnya, dalam masyarakat Indonesia selain dari
kata agama, dikenal pula kata diin dari bahasa Arab dan kata
religi dari bahasa Eropa.Menurutnya, agama berasal dari bahasa sansakerta. Menurut
satu pendapat, demikian Harun Nasution mengatakan, kata itu tersusun dari dua
kata, a=tidak dan gam= pergi, jadi agama artinya tidak pergi, tetap di
tempat, diwarisi secara turun-temurun. Hal demikian menunjukkan pada salah satu
sifat agama, yaitu diwarisi secara aturun-temurun dari satu generasi ke generasi
lainnya.Selanjutnya ada lagi pendapat yang mengatakan bahwa agama berarti teks atau
kitab suci, dan agama-agama memang mempunyai kitab-kitab suci. Selanjutnya dikatakan
lagi bahwa agama berarti tuntunan.Pengertian ini tampak menggambarkan salah satu
fungsi agama sebagai tuntunan bagi kehidupan manusia.
Selanjutnya, diin dalam bahasa semit berarti undang-undang atau
hokum.Dalam bahasa Arab kata ini mengandung arti menguasai, menundukkan, patuh,
utang, balasan, dan kebiasaan.Pengertian ini juga sejalan dengan kandungan
agama yang didalamnya terdapat terdapat peraturan-peraturan yang merupakan
hokum yang harus dipatuhi penganut agama yang bersangkutan.Selanjutnya agama
juga menguasai diri seseorang dan membuat ia tunduk dan patuh kepada Tuhan dengan
menjalankan ajaran-ajaran agama. Agama lebih lanjut membawa utang yang harus dibayar
oleh para penganutnya. Paham kewajiban dan kepatuhan ini selanjutnya membawa kepada
timbulnya paham balasan. Orang yang menjalankan kewajiban dan patuh kepada perintah
agama akan mendapat balasan yang baik dari Tuhan. Sedangkan orang yang tidak menjalankan
kewajiban dan ingkar terhadap perintah Tuhan akan mendapat balasan yang
menyedihkan.
Adapun kata Religi berasal dari bahasa Latin.Menurut satu pendapat,
demikian Harun Nasution mengatakan, bahwa asal kata religi adalah relegere yang
mengandung arti mengumpulkan dan membaca.Pengertian demikian itu juga sejalan dengan
isi agama yang mengandung kumpulan cara-cara mengabdi kepada tuhan yang
terkumpul dalam kitab suci yang harus dibaca.Tetapi menurut pendapat lain, kata
itu berasal dari kata religare yang berarti
mengikat. Ajaran-ajaran agama memang mempunyai sifat mengikat bagi manusia.Dalam
agama selanjutnya terdapat pula ikatan antara roh manusia dengan tuhan, dan
agama lebih lanjut lagi memang mengikat manusia dengan tuhan.
Dari beberapa definisi tersebut, akhirnya Harun Nasution menyimpulkan bahwa
intisari yang terkandung dalam istilah-istilah di atas ialah ikatan.Agama
memang mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia.Ikatan ini
mempunyai pengaruh besar sekali terhadap kehidupan manusia sehari-hari.Ikatan itu
berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggidari manusia.Satu kekuatan gaib
yang tak dapat ditangkap oleh panca indra.
B.
Definisi Islam
Islam menurut bahasa
berasal dari kata bahasa arab yaitu bentuk mashdar Aslama-Yuslimu-Islaamun yang
berarti menyerahkan diri atau masuk dalam kedamaian.[1]dan
Aslama berasal dari Tsulasiyyul Maziid yaitu dengan hauruf tambahan “Hamzah”
sedangkan kata aslinya adalah salima-yaslimu yang berarti selamat, sentosa, dan
damai.[2] Sedangkan menurut
bahasa islam adalah agama yang mengatur manusia agar menjadi selamat, sejahtera
dan menyerahkan diri kepada Allah serta patuh dan tunduk kepadanya dan
beribadah dengan penuh kesadaran dan keikhlasan karena-Nya
Dan adapun kata Isim (kata benda) banyak ditemukan di dalam al-qur’an anatara lain
adalah :
1. Assilmi (Kesejahteraan)
Penjelasan ini dapat kita temui di dalam Al-Qur’an
Surah Al-Baqoroh (2) ayat 208 yang berbunyi :
$ygr'¯»t úïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=äz÷$# Îû ÉOù=Åb¡9$# Zp©ù!$2 wur (#qãèÎ6®Ks? ÅVºuqäÜäz Ç`»sÜø¤±9$# 4 ¼çm¯RÎ) öNà6s9 Arßtã ×ûüÎ7B ÇËÉÑÈ
208.
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam (kesahteraan) keseluruhan, dan janganlah kamu turut
langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
2. Assalmi (Perdamaian)
Keterangan ini dapat kita temui dalam 2 surah, salah
satunya adalah Surah Al-Anfal (8) ayat 61 yang berbunyi :
* bÎ)ur (#qßsuZy_ ÄNù=¡¡=Ï9 ôxuZô_$$sù $olm; ö@©.uqs?ur n?tã «!$# 4 ¼çm¯RÎ) uqèd ßìÏJ¡¡9$# ãLìÎ=yèø9$# ÇÏÊÈ
61.
Dan jika mereka condong kepada perdamaian,
Maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah
yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
3. Assalam (Ketundukan)
Keterangan ini kita dapat temukan 5 surat, salah satunya
adalah Surah An-Nahl (16) ayat 87, yang berbunyi :
(#öqs)ø9r&ur n<Î) «!$# >ͳtBöqt zOn=¡¡9$# ( ¨@|Êur Nßg÷Ytã $¨B (#qçR%x. tbrçtIøÿt ÇÑÐÈ
87. Dan mereka menyatakan ketundukannya
kepada Allah pada hari itu dan hilanglah dari mereka apa yang selalu mereka
ada-adakan[836].
4. Salaam (Ucapan
Salam/Selamat)
Keterangan ini sangat banyak di dalam Al-Qur’an,
salah satunya adalah surah Ar-Rad (13) ayat 24 yang berbunyi :
íN»n=y /ä3øn=tæ $yJÎ/ ÷Län÷y9|¹ 4 zN÷èÏYsù Ót<ø)ãã Í#¤$!$# ÇËÍÈ
24. (sambil mengucapkan): "Salamun 'alaikum bima shabartum"[772]. Maka Alangkah
baiknya tempat kesudahan itu.
[772] Artinya: keselamatan atasmu berkat kesabaranmu
Dari berbagai ayat
di atas, kita dapat simpulkan bahwa Islam menurut istilah adalah penyerahan diri
dan tunduk terhadap Agama Tuhan (Allah) yang tercantum di dalam Al-Qur’an dan Hadis.Islam
datang di dunia dibawa oleh Nabi Muhammad Saw untuk meyelamatkan manusia dari kegelapan
menuju cahaya ilahi. Dan islam juga rohmatan lil’alamin (rahmat untuk seluruh alam).
Mengingat terhadap
sejarah Khulafaurrosyidin pada zaman Kholifah Umar Bin Khothob Ra telah berkata
terhadap seluruh masyarakat dan mujahidin bahwa“ kita ini adalah bangsa yang
dibesarkan oleh Allah dengan islam, maka apabila kita mencari kebesaran dengan selainnya
yaitu selain islam maka Allah akan menghinakan kita”[3]
Jika kita melihat
apa yang dikatakan oleh Umar bin Khathab di atas, bahwa jikalau kita ingin besar
dari berbagai aspek mulai dari akhlaq, keilmuan, perekonomian, dan lain-lain. Maka
kita harus membesarkan Islam dengan arti kita harus mengamalkan apa yang Allah
perintahkan dan apa yang Allah larang di dalam Al-Qur’an dan Hadits Shohih,
maka sudah pasti Allah akan membesarkan kita, tetapi jika kita ingin mencari kebesaran
tidak dengan Islam maka Allah akan menghinakan kita, Na’udzubillah min dzalik.
Islam berasal dari bahasa arab “salima-yaslimu” yang
berarti selamat. Dari kata salima selanjutnya diubah menjadi bentuk aslama
yang berarti berserah diri masuk dalam kedamaian. Banyak ahli yang
mendifinisikan artian islam secara istilah. Harun Nasution mengatakan bahwa
islam menurut istilah adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan
kepada manusia melalui Nabi Muhammad SAW sebagai rasul.
Jadi, jika disimpulkan Agama
Islam adalah Agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW atas perintah Allah untuk seluruh ummat manusia yang ada di muka
bumi. Kesempurnaan dan keuniversalan islam dan kecocokan ajaran Islam dalam
kehidupan masa lalu maupun sekarang bahkan masa yang akan datang jelas
memberikan pandangan yang luas kepada manusia bahwa islam mempunyai konsepsi
yang sesuai dan matang dengan perkembangan zaman yang sebagian besar banyak
ditandai dengan akselerasi peradaban, teknologi dan yang lainnya. Dan islam
pada prinsipnya adalah agama yang mengatur manusia di dunia agar memenuhi
perintah Tuhannya dan slalu menaatinya, serta tunduk, tawakkal untuk mencapai
tingkatan takwa yang sesungguhnya.
C.
Pengaruh Agama Dalam
Kehidupan
Agama adalah penopang hidup
seseorang, tanpa agama manusia tidak akan mengetahui kemana arah hidupnya. Karena
dalam agama terdapat nilai-nilai dan norma-norma kehidupan baik untuk diri
sendiri dan orang lain. Emile Durkheim (1858-1917), ahli sosiologi dari Perancis
memperkenalkan masyarakat organis. Durkheim percaya bahwa norma-norma akan
terancam oleh pembagian kerja yang berlebihan. Dalam pandangannya, masyarakat
pra industri di sebut masyarakat mekanis, individu-individu menjalankan
perannya masing-masing: sebagai Ayah, suami, pendeta, pemburu dan yang lainnya.
Semua peran atau fungsi itu diteruskandari generasi ke generasi dengan
perubahan sekecil mungkin. Sebaliknya, masyarakat modern adalah masyarakat
organis, produk pembagian kerja dan diferensiasiyang dihasilkan oleh proses
industri. Masyarakat organis bersifat inovatif dan kompleks. Agama, dalam
pandangan Emile Durkheim, meliputi semua kehidupan pada masyarakat pertama,
tetapi tempatnya menjadi lebih terbatas pada masyarakat kedua (David E. Apter
1988:377)
Sampai di sini kita bisa mencoba
memahami bahwa peran itu ada dalam struktur. Dalam pengertian ini, kita mencoba
menyederhanakan pemahaman kita kepada diri kita sendiri dalam dataran fisik.
Tubuh kita terdiri atas dua kaki, perut, usus, lambung, tangan, leher, kepala,
mata, hidung dan rambut. Oleh karena itu, tubuh kita merupakan satu kesatuan
yang dapat kita sebut sebagai struktur. Setiap anggota tubuh berfungsi terhadap
anggota tubuh yang lain. Fungsi tangan terhadap kaki, mata terhadap telinga
danseterusnya. Fungsi satu anggota tubuh terhadap anggota tubuh yang lain
disebut peran. Dengan demikian, peran dapat kita pahami sebagai fungsi dari
satu bagian tubuh terhadap tubuh yang lain.
Tubuh yang kita gambarkan di atas
dapat ditarik kepada wilayah yang lebih luas, misalnya masyarakat. Dalam
masyarakat terdapat struktur kemasyarakatan yang antara satu dengan yang lain
saling memberi fungsi. Fungsi salah satu komponen, baik dalam masyarakat
mekanis maupun masyarakat organis, terhadap komponen yang lainnya disebut
peran. Dalam rangka membuktikan peran agamaislam dalam kehidupan sosial, kita
memerlukan dua komponen pembahasan. Pertama, hubungan antara perintah bertauhid
dan cegahan syirik dengan ilmu pengetahuan. Kedua, paradigma ilmu islami yang
kini sedang digalakkan oleh banyak cendekiawan muslim
Dari segi unsur kebudayaan, agama
merupakan universal cultural, artinya terdapat kebudayaan di setiap daerah
dmana saja masyarakat dan kebudayaan itu berada. Salah satu prinsip teori
fungsional menyatakan bahwa segala sesuatu yang tidak berfungsi akan lenyap
dengan sendirinya. Dengan kata lain, setiap kebudayaan memiliki fungsi.
Konsekwensinya, setiap yang tidak berfungsi akan hilang atau sirna. Karena
sejak dulu hingga sekarang agama dengan tangguh menyatakan eksistensinya,
berarti ia mempunyai dan memerankan sejumlah peran dan fungsi di masyarakat.
(Djamari, 1993: 79).
Perintah yang sangat mendasar
adalah mengesakan Tuhan dan cegahan melakukan Syirik, dalam Al-Quran surat
al-ikhlas 1-4, Allah berfirman: “katakanlah, Dia-lah Allah yang Maha Esa, Allah
adalah tempat segala sesuatu bergantung pada-Nya, Dia tidak beranak maupun
diperanakan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.
Dalam firman Allah tersebut telah
dijelaskan bahwa keharusan kita meng-Esa kan Allah, dan tentunya keharusan
bertauhid kepada Allah. Allah telah menjadikan manusia sebagai khalifah di muka
bumi dan menundukan alam raya untu manusia, jadi kita lah yang harus menguasai
alam, dan konsekuensinya juga menguasai hukum alam yang mana harus patuh dan
tunduk kepada yang menciptakan alam.
Sebaliknya, syirik berarti tunduk
kepada alam. tunduk kepada alam berarti manusia dikuasai oleh alam. Manusia
yang hidupnya dikuasai oleh alam, melahirkan kebodohan, kemiskinan dan
keterbelakangan. Jadi, terdapat hubungan timbal balik antara tauhid dengan
dorongan pengembangan ilmu pengetahuan. Juga ada hubungan timbal balik antara
syirik dengan kebodohan. Agar lebih mudah, kita visualisasikan hubungan timbal
balik tersebut sebagai berikut
TEORI TASKHIR MENURUT NURKHOLISH
MADJID


![]() |
![]() |
||||
![]() |
|||||
![]() |
|||||
(sumber:
Nurkholis Madjid, 1998: 17-24)
Dengan
demikian, sumbangan atau peran Islam dalam kehidupan manusia adalah
terbentuknya suatu komunitas yang berkecenderungan progresif, yaitu suatu
komunitas yang dapat mengendalikan, memelihara, dan mengembangkan kehidupan
melalui pengembangan ilmu atau sains. Penguasaan dan pengembangan sains bukan
saja termasuk amal shaleh, melainkan juga bagian komitmen keimanan kepada
Allah.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pada akhirnya, Agama sangat
berperan penting dalam kehidupan manusia, baik sebagai media komunikasi,
mengajarkan tata cara hidup manusia dengan Tuhannya, diri sendiri, dan orang
lain. Semua Agama pasti mengajarkan hal yang baik untuk penganutnya. Jadi,
Alangkah malangnya manusia yang tidak atau enggan mengakui keberadaan Tuhannya,
karna pada siapa lagi kita berserah diri jika bukan padanya.
Allah menciptakan manusiasebagai
khalifah di muka bumi ini, dan menundukan alam untuk manusia, jadi kita lah
yang harus menguasai alam dan konsekuensinya juga menguasai hukum alam yang
mana harus patuh dan tunduk kepada yang menciptakan alam.
Syirik berarti tunduk pada alam,
tunduk kepada alam berarti manusia dikuasai oleh alam. Manusia yang hidupnya
dikuasai oleh alam, melahirkan kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan. Jadi,
terdapat hubungan timbal balik antara tauhid dengan dorongan pengembangan ilmu
pengetahuan. Juga ada hubungan timbal balik antara syirik dengan kebodohan.
Semoga kita bisa menjadi khalifah
yang bisa menguasai alam dengan baik yang sesuai dengan syariat Agama islam,
dan bisa mengaplikasikan ajaran-ajarannya dengan maksimal dan sebaik mungkin.
Semoga pembelajaran MSI pada bab
ini dapat dipahami dan di mengerti dengan baik. Aaamiiiin
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an dan
Terjemahannya
Abuddin,Nata 2013. MetodologiStudi Islam.Depok:
Raja Gravindo Persada
Atang Abd. Hakim, Jaih Mubarok. 2000 Metodologi
Studi Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset
Haris Fauzi. 2013 islam
dan studi agama. Sumber: Web
Zikir al- maksurat.
Pengertian Agama Islam Sumber: Web




Tidak ada komentar:
Posting Komentar