BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Bahasa arab
merupakan bahasa yang dapat dikaji lebih luas dan lebih dalam, misalkan ketika
kita mengucapkan satu kata dengan harokat yang berbeda itu bisa merubah arti
dari kata itu sendiri dan ini sangat berpengaruh pada apa yang kita lakukan.
Dibuatnya ilmu
nahwu dan shorof tak lain untuk mencegah terjadinya kesalahan penglafalan dalam
bahasa arab, karena akan fatal akibatnya jika salah dalam penglafalan,
penulisan dan penerjemahan.
Materi yang
akan kami sajikan ini adalah satu dari sekian banyak bab yang terdapat dalam
ilmu Nahwu. Kalimat كان banyak digunakan dalam bahasa
arab, yang tugasnya yaitu merofa’kan kepada isim dan menashabkan kepada
khobar. Contoh pada al-quran, misalnya كُنْ فَيَكُوْنَ, kata kun sendiri
berasal dari kata كان yang artinya menjadi, sedangkan teman-teman كان bertugas sama
dengan كان
yaitu ترفع
الاسم وتنصب الخبر, merofa’kan kepada
isim dan menashabkan kepada khobar.
B. Rumusan
masalah
1. Apakah tugas كَانَ و اَخْوَتُهَا dan
siapa saja teman-temannya?
C. Tujuan
Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan mampu untuk mengetahu
tentang كان
واخوتها beserta tugasnya dan bisa
mengaplikasikan pada pembelajaran bahasa arab.
BAB II
LANDASAN TEORI
A.
Pembahasan
الامثلة
·
اَلْبَيْتُ نَظِيْفٌ كَانَ
البيتُ نظيفًا
·
الثوبُ قصيرٌ صار
الثوبُ قصيرًا
·
العاملُ
نشيطٌ ليس
العاملُ نشيطًا
·
الجوُّ
ممطرٌ اصبح
الجوُّ ممطرًا
·
العاملُ
متعبٌ امسى
العاملُ متعبًا
·
الشارعُ
مزدحمٌ اضحى
الشارعُ مزدحمًا
·
المطرُ
غزيرٌ ظلّ المطرُ غزيرًا
·
المريضُ
متألّمٌ بات
المريضُ متألّمًا
Jika kita
melihat ke bagian pertama, akan tampak disana kalimat yang tersusun dari
mubtada dan khobar, dan tanda harokat diakhirnya keduanya marfu’. Dan jika
melihat ke bagian kedua akan ada kata yang sama dengan yang pertama tetapi
penyusunan kalimat nya yang berbeda, serta tanda baca/harakat diakhir kata ke
dua dan ketiga, dikata ke dua marfu’ dan kata ketiga mansub. Perubahan ini
dikarenakan ada fiil sebelumnya yaitu كَانَ dan teman-temannya. Dan apabila fill ini
masuk pada mubtada’dan khobar maka kata pertama setelah fiil adalah isim dan
kata kedua setelah fi’il adalah khobarnya.
Dalam kitab mulakhos Qowaidullughah al-Arabiyah di jelaskan,
اسم كان هو كل مبتدأ تدخل عليه كان أو إحدى أخوتها واسم
كان يكون دائما مرفوعا
المثال : كان زيدٌ قائمًا
اخوات كان هي :
·
اصبح-أضحى-ظلّ-أمسى-بات
(للتوقيت)
·
صار
(للتحويل)
·
ليس
(للنفى)
·
ما
زال-ما برح-ما انفك-ما فتئ (للاستمرار)
·
ما
دام (لبيان المدة)
كان واخواتها جميعها
افعال
و
تنقسم كان و اخواتها-باالنظر الى تصريفها-ثلاثة اقسام
·
افعال
يأت منها المضارع والامر, و يعمل مضارعها و امرها عمل الماضى, وهي :كان-
اصبح-أضحى-ظلّ-أمسى-بات-صار
مثال
: يظلّ العامل
مكبّا على على عمله
: كونوا
يدًا واحدة
·
ويجوز أن يسبق هذه الافعال حرف النفى
مثال: ما كان زيدٌ قائمًا
·
افعال يأتى منها المضارع فقط ولا يأتى منها الامر, و يعمل
مضارعها عمل الماضى, و هي أفعال الاستمرار : ما
زال-ما برح-ما انفك-ما فتئ
مثال : لم ينفك الطفل يبكى
·
فعلان جا مدان
لا يأتى منهما مضارع ولا أمر, و هما : ليس و ما دام. وتسمى "ما"
التي تسبق دام بما المصدرية الظرفية و يشترط فى "ما دام" ان يسبقها جملة
مثال : لن ينتصر
العدو ما دام التعاون قائما.
Dalam kitab Alfiyah
ترفع كان المبتدأ إسما و الخبر* تنصبه ككان سيّد عمرا
ككان ظل بات أضحى أصبحا * أمسى و صار ليس زال برحا
فتئ وانفك وهذى الاربعة * لشبه نفى أو لنفى متعة
و مثل كان دام مسبوقا بما * كأعط
ما دمت مصيبا درهما
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Tugas kaana dan teman-temannya yaitu merofa’kan kepada isim dan
menashabkan kepada khobar. Ketika kata (kaana dan teman-temannya) masuk
pada kalimat mubtada dan khobar, maka dalam satu kalimat itu susunannya berubah
menjadi isim kaana dan khobar kaana.
Teman- teman kaana adalah :
·
اصبح-أضحى-ظلّ-أمسى-بات
(للتوقيت)
·
صار
(للتحويل)
·
ليس
(للنفى)
·
ما
زال-ما برح-ما انفك-ما فتئ (للاستمرار)
·
ما
دام (لبيان المدة)
Seluruh fi’il ini dinamakan dengan fi’il naqis karena kekurangan syarat
pada tashrifan, contoh dalam kata “laisa”.
Daftar Pustaka
Abdullah bin Malik, Alfiyah Ibnu Aqil, kaana wa
akhwatuha, penerbit: Al-Hidayah Surabaya.
Ali, Musthofa, Annahwu Wadhih juz I, kaana wa
akhwatuha, penerbit: balai buku Surabaya.
Ni’mah Fuad, Mulakhos Qowaidullughah al-Arabiyah,
ismu kaana, penerbit: Al-Hidayah, Surabaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar