MAKALAH
HADIST SEBAGAI SUMBER AJARAN AGAMA ISLAM
Makalah ini diajukan untuk memenuhi syarat mata kuliah METODOLOGI
STUDY ISLAM dari dosen Ibu Dra. St.Ngaisah
Di susun oleh:
Kelompok 6 PBA 1B
Nama : Lina Karlina (142201008)
Nuri Handayani
(142200989)
Selvia Umi Latifah
(142200990)
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Institut Agama Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
2014
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kemudahan dan kesehatan pada penyusun sehingga mampu
beraktifitas dan menyusun makalah ini,tak luput pula shalawat serta salam
semoga tetap tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW, yang sepanjang
hayatnya dicurahkan untuk kepentingan umat tanpa mencari popularitas atau
pamrih dari siapapun.
Kami menyadari bahwa manusia adalah makhluk
sosial yang tidak dapat merealisasikan suatu pekerjaan tanpa adanya intervansi
dari orang lain. Maka dari itu tidaklah mudah menuangkan idea atau gagasan ke
dalam tulisan secara tertib dan sistematis sehingga pembaca dapat memahami
jalan pikiran penulis.Hal itu, memerlukan pelatihan dan bimbingan yang
intensif. Pelatihan dapat dilakukan dengan cara memperhatikan kiat menulis
efektif. Untuk itu, seorang penulis harus memahami betul hal-hal yang
berhubungan dengan makalah ini.
Maka pada kesempatan kali ini kami membuat
makalah tentang“HADIts SEBAGAI SUMBER AJARAN AGAMA ISLAM”.Kami juga
menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan.Oleh
karena itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada orang-orang yang telah
memberikan motivasi dan bimbingannya.
Akhirnya setelah tersusun makalah ini, tidak
lepas dari kesalahan dalam segi
penulisan, susunan kata, dan yang lainnya merupakan suatu kehormatan
apabila pembaca memberikan kritik serta saran yang membangun.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ini
bermanfaat bagi semua pihak yang membaca.Amin.
Serang, September 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.....................................................................
DAFTAR ISI....................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
a.Latar Belakang Masalah..............................................................................
b.Pembatasan dan Perumusan Masalah..........................................................
c.Tujuan Penulis.............................................................................................
BAB II LANDASAN TEORI
a.Pengertian Hadist........................................................................................
b.Manfaat Hadist Bagi Agama Islam............................................................
c.Macam-Macam Hadist................................................................................
BAB III PENUTUP
a.Kesimpulan..................................................................................................
b.Saran...........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar
Belakang Masalah
Dalam Al-qur’an dan hadist,baik secara tersurat maupun secara
tersirat diterangkan bahwa hadist menempati kedudukan sebagai sumber tasyri
yang kedua sesudah Al-qur’an. Namun,walaupunkeduanya merupakan sumber tasyri
islam,dalam penulisan dan kodofikasinya satu sama lain berbeda. Penulisan
Al-qur’an sudah dilakukan sejak zaman Rasulullah SAW. Secara teratur dan
terarah,serta para sahabat selalu mendapat bimbingan langsung daripadanya.
Kodifikasi Al-qur’an dalam satu mushaf dilakukan sejak zaman khalifah
Rasulullah SAW. Abu Bakar Al-Shiddiq,dan selanjutnya dilakukan oleh Ustman bin
Affan, r.a. dibantu oleh para sahabat yang hafal Al-Quran atau yang pernah
menjadi penulis wahyu pada masa Rasul Saw. Sejak zaman Rasulullah Saw, pula
Al-quran, bukan sekadar dicatat oleh para sahabat tetapi Rasulullah Saw.dan
para sahabat menghafalnya secara teratur, ayat demi ayat, surat demi surat.
Pada masa permulaan Islam,Rasulullah Saw. “Untuk menyuruh para penulis wahyu
mencatat sabda-sabdanya selain Al-quran sebagai tinjak lanjut dati
ketidaksetujuan tersebut, Rasulullah Saw. memerintahkan menghapus segala
catatan yang berhubungan dengan tulisan selain Al-quran.Disamping Rasulullah
Saw, menyururh menghapus catatan selain Al-quran jika sudah terlanjur dicatat,
beliau tidak memberi izin jika ada sahabat yang menulisnya.
Namun, walaupun dalam riwayat-riwayat yang diterangkan oleh
Rasulullah Saw, melarang beberapa sahabat mencatat hadist, bukan berarti tidak
memberi kesempatan kepada orang-orang tertentu untuk mencatatnya karena dalam
beberapa peristiwa lain dapat terungkap adanya kecenderungan bahwa Rasulullah
Saw, tidak mutlak. Abdullah bin Amr bin Ash. Misalnya, mencatat segala yang
didengar dari Rasullulah Saw. Pencatatan yang dilakukan itu, tentu agar ia
dapat melihat kembali jika diperlukan, tetapi sahabat lain tidak menyutujui
perbuatan tersebut. Untuk meyakinkan perbuatan dirinya, Abdullah bin Amr
menghadap Rasulullah Saw, dan menceritakan kejadian itu.
Abdullah bin Amr, ia berkata, ‘aku menulis segala yang didengar
dari Rasulullah Saw. (karena aku ingin memeliharanya. Namun, seorang quraisy
melarangku dan berkata, ‘apakah kau tulis segala yang kau dengar, sedangkan
Rasulullah Saw.adalah manusia yang bisa berada dalam marah dan dalam suka,
kemudian akupun menahan diri dari penulisan itu dan hal. Kemudian, aku
sampaikan kepada Rosululloh Saw.Beliau bersabda, ‘Demi diri ku yang ada di
tangan Nya tidak adayang kuluar dari nya kecuali yang haq’.
B. Perumusan
masalah
1.Pembatasan Masalah
Dalam
penulisan makalah ini, kami membatasi masalah-masalah pada :
“HADIST SEBAGAI SUMBER AJARAN AGAMA
ISLAM”. Sedangkan hal-hal lain yang masih memiliki keterkaitan dengan judul tidak
kami bahas dengan rinci.
2.Perumusan Masalah
Dalam
perumusan masalah ini, kami membuat pertanyaan-pertanyaan sebagai
Berikut :
A. Apa yang dimaksud dengan hadist ?
b.
Apa fungsi hadits?
c. Sebutkan macam-macam hadist ?
C.
Tujuan Dan Manfaat Penulisan
1.Tujuan
Penulisan
a.Hadist yaitu sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Saw, baik
berupa perkataan, perbuatan, maupun sifat.
b.Hadist berfungsi untuk menetapkan aturan atau hukum yang tidak
didapat di dalam Al-quran
c.
2.Manfaat
Penulisan
a.Untuk menambah khazanah pengetahuan dan teori-teori dari buku
ilmiah yang kami baca.
BAB II
LANDASAN TEORI
a.
Pengertian
Hadits
Pengertian hadis yang semakna dengan sunah ialah perkataan danperbuatan, dan
pengakuan atau ketetapan yang disandarkan kepada Rasulullah
Saw. Hadist yang jamaknya ahadits,memiliki padanan kata yang cukup beragam.
Dari sisi bahasa, hadits dapat diartikan baru sebagai lawan dari kata qadiem
(yang berarti lama,abadi dan kekal).Pengistilahan hadits sebagai ucapan, perbuatan, taqrier dan hal
ihwal tentang Nabi Muhammad dimaksudkan
untuk membedakan hadits dengan Al-quran yang diyakini kaum ahlu sunnah wa al
jama’ah sebagai firman Allah yang Qodim. Bagi kaum ahlu sunnah wa al jama’ah
Al-quran adalah kalam Allah. Karena Al-quran kalam Allah, maka ia adalah sifat
Allah. Kelompok teolog ini yakin kalau sifat Allah itu melekat dengan dzat
Allah dan oleh karenanya sifat Allah itu qadim. Karena Al-quran kalam Allah dan
kalam merupakan sifat Allah, maka ia menjadiqadim.Dengan demikian, untuk
membedakan antara mana yang qadim dan mana yang huduts ulama-ulama
menetapkannya dalam istilah yang berbeda. Yakni Al-quran untuk kalam Allah yang
qadim dan hadits yang bukan kalam Allah, Oleh karenanya huduts.Namun demikian,
hampir setiap ulama yakin kalau Al-quran dan hadits itu, sama-sama sebagai
sumber rujukan hukum dalam tasyri Islam.Keduanya dianggap qudus (suci).
Agar tidak membingungkan dan tidak terjebak dalam kesalah fahaman,
ada baiknya dipaparkan dulu makna beberapa istilah di atas, baik secara etimologi maupun secara
terminologi. Menurut ahli bahasa, Al-hadist adalah Al-jadid
(baru), Al-khabar (berita), dan Al-qarib (dekat).Dalam mengartikan
al-hadits secara istilah atau terminology, antara ulama hadits dalam ulama ushul
fiqh terjadi berbeda pendapat. Menurut ulama hadis, arti hadis adalah
ما اضيف ال
Sesuatu yang di sandarkan kepada nabi Saw, baik berupa perkataan,
perbuatan, takrir maupun sifat (Mahmud
al-thahan, 1985 : 15).
Sedangkan ulama ahli ushul fiqhmengatakan bahwa yang
dimaksud dengan haits adalah
Segala perkataan, perbuatan dan taqrir Nabi Saw yang berkaitan
dengan penetapan hukum.
Al-khabar secara bahasa berarti al-naba (berita), sedangkan al-atsarberarti
pengaruh atau sisa sesuatu (baqiyat al-syai’).Sedangkan menurut
khurasan, Al-Atsarhanya untuk yang mauquf(disambarkan kepada
sahabat) dan Al-khabar untuk yang marfu’.
b.Manfaat Hadits Dalam Ajaran Agama Islam
umat islam sepakat bahwa hadits
merupakan sumber ajaran islam ke dua setelah Al-Qur’an. Kesepakatan mereka
didasarkan pada Nas, baik yang terdapat dalam Al-Qur’an maupun hadits.Hasits
dipergunakan apabila tidak ditemukan ketetapan hukum didalam Al-Qur’an, dalam
sabda nabi aku tinggalkan dua pusaka untuk mu, yang kalian tidak akan sesat
selamanya apabila berpegang teguh kepada keduanya, yaitu kitab Allah
(Al-Qur’an) dan sunah Rasul. Manfaat hadits terhadap Al-Qur’an itu sebagai
penjelas (Al-bayan). Al-bayan disimpulkan kedalam tiga hal :pertama, hadis
berfungsi menetapkan dan memperkuat hukum-hukum yang telah ditentukan oleh
Al-Qur’an. Kedua, hadits berfungsi merinci dan menginterpretasi ayat-ayat
Al-Qur’an yang mujmal(global) serta memberikan persyaratan-persyaratan (taqyid)terhadap
ayat-ayat yang mutlak. Ketiga, Hadits berfungsi untuk menetapkan aturan atau
hukum yang tidak didapat didalam Al-Qur’an
C. Derajat Hadis
Derajat hadis dapat ditinjau dari
dua bagian utama yaitu, kuantitas rawi dan menurut kualitas rawi.
1.
Hadis
ditinjau dari kuantitas rawi
Jika hadis
ditinjau kuantitas rawinya, terdiri atas
dua bagian besar yaitu, hadis mutawatir dan hadis ahad.
a.
Hadis
Mutawatir
Hadis mutawatir adalah hadis yang diriwayatkan oleh sejumlah orang
yang tidak terbatas jumlahnya, mulai dari awal sanad sampai akhir sanad.Hadis
mutawatir wajib diimani dan wajib diamalkan, jika merupakan perintah yang harus
diamalkan karena hadis ini merupakan hadis syara yang pasti, oleh sebab itu
orang yang menolak nya dihukum kafir.
b.
Hadis
Ahad
Terusan nya mana kak
BalasHapusTerusan nya kak
BalasHapusmohon maaf file nyabsudah hilang. bisa dicari referensi yang lain
Hapus