Kamis, 05 Maret 2015

makalah MSI "akhlak islami"


BAB 1

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Kehadiran agama islam yang di bawanabimuhammad Saw. Diyakinidapatmenjaminterwujudnyakehidupanmanusia yangsejahteralahirdanbatin.Karenadalamislamterdapatajarantentangtatakrama yang baik / akhlakulkarimah.
Misiutamakerosulannabimuhammad Saw. Adalahuntukmenyempurnakanakhlak yang mulia, dansejarahmencatatbahwafaktorpendukungkeberhasilandakwahbeliauituantara lain karenadukunganakhlaknya yang baik.
Seperti yang kitaketahuibahwamanusia di ciptakan di bumiinitidak lain tujuannyahanyauntukberibadahkepadaallah.akhlakjugamerupakansebagiandariibadah, karenadalamibadahpunada yang namanyaakhlak, akhlakkepadaallahdanakhlakkepadasesamamanusiaitusendiri.
                                                
RUMUSAN MASALAH
1.      Apakahpengertiandari AkhlakIslami ?
2.      Terbagi BerapakahAkhlakIslami ?
3.     ApakahKedudukanserta Tugas Manusia?
TUJUAN
1.      Mengetahuiakhlakdalamislamdanbisamengamalkannya
2.      Dapatmenjelaskanmacam-macam AkhlakIslami
3.      MengetahuiKedudukandanTugasmanusiahidup di dunia




BAB II
LANDASAN TEORI
A.   PengertianAkhlakIslami
SecarasederhanaakhlakIslamidapatdiartikansebagaiAkhlak  yangberdasarkanajaran Islam atauakhlak yangbersifatIslami. Kata Islamyang berada di belakang kataakhlakdalamhalmenempatiposisisebagaisifat.
DengandemikianakhlakIslamiadalahperbuatan yang di lakukandenganmudah,disengaja,mendarahdagingyang didasarkanpadaajaran Islam.Dalam Al-Qur’an dansunnahterdapattuntunanagar kitaberakhlakmulia. Tuntunantersebutdapatdipahamimenjadidua: pertama, tuntunan yang bersifatperintah; dankedua,tuntunan yang bersifatlarangan.
Di sampingitu, akhlakyang dianjurkanoleh Islam dapatdibagimenjadidua; pertama, akhlakyang berhubungandenganmanusia, dankedua, akhlak yang berhubungandengandenganalam.[1]

B.   Macam-macamAkhlak
               
1.      AkhlakTerpuji
Akhlakterpujimerupakanterjemahandanungkapanbahasaarabakhlakulmahmudah. Mahmudahmerupakanbentukmaf’uldari kata hamidayang berarti “dipuji”.Akhlakterpujidisebut  pula denganakhlakulkarimah(akhlakmulia).[2]
Berikutinidikemukakanbeberapapenjelasantentangpengertianakhlakterpuji;
·         MenurutAl-Ghazaliakhlakterpujimerupakansumberketaatandankedekatankepada Allah SWT. Sehinggamempelajaridanmengamalkannyamerupakankewajiban individual setiapmuslim
·         Menurut Al-Quzwaini, akhlakterpujiadalahketetapanjiwadenganperilaku yang baikdanterpuji.
·         Menurut Al-Mawardi, akhlakterpujiadalahperangai yang baikdanucapan yang baik.
·         MenurutIbnuQayyim, pangkalakhlakterpujiadalahketundukandankeinginanyang  tinggi.  Sifat-sifatterpuji, menurutnyaberpangkaldarikeduahalitu. Iamemberikangambarantentangbumi yang tundukpadaketentuan Allah SWT. Laluturuntaufikdari Allah SWT. Iameresponsnyadengansifat-sifatterpuji.
·         MenurutIbnuHamz, pangkalakhlakadaempat ,yaitu; adil. Paham,  keberaniandankedermawanan.
·         Menurut Abu Dawud As-Sijistani (w.275/889), akhlakterpujiadalahperbuatan-perbuatan yang disenangi, sedangkanakhlaktercelaadalahperbuatan yang harusdihindari.[3]

2.      AkhlakTercela(Madzmumah)
Kata madzmumahberasaldaribahasa Arab yang artinyatercela.Akhlakmadzmumahartinyatercela.Istilahinidigunakanolehbeberapakitabtentangakhlak,sepertiihya‘ulimAd-dindanAr-Risalah Al-Qusairiyyah.Istilahlain yang digunakanadalahmasawi’al-akhlaq.
Segalabentukakhlak yang bertentangandenganakhlakterpujidisebutakhlaktercela.Akhlakmerupakantingkahlaku yang tercela yang dapatmerusakkeimananseseorang yangmenjatuhkanmartabatnyasebagaimanusia.Bentuk-bentukakhlakmadzmumahbias berkaitandengan Allah SWT, Rasulullah SAW, dirinya, keluarganya, masyarakatnya, danalamsekitarnya.[4]


C.   Islam danKemanusiaan

1.KedudukanManusia
Fungsi dan kedudukan manusia di dunia ini adalah sebagai khalifah di bumi. Tujuan penciptaan manusia di atas dunia ini adalah untuk beribadah. Sedangkan tujuan hidup manusia di dunia ini adalah untuk mendapatkan kesenangan dunia dan ketenangan akhirat. Jadi, manusia di atas bumi ini adalah sebagai khalifah, yang diciptakan oleh Allah dalam rangka untuk beribadah kepada-Nya, yang ibadah itu adalah untuk mencapai kesenangan di dunia dan ketenangan di akhirat.
Khalifah adalah seseorang yang diberi tugas sebagai pelaksana dari tugas-tugas yang telah ditentukan. Jika manusia sebagai khalifatullah di bumi, maka ia memiliki tugas-tugas tertentu sesuai dengan tugas-tugas yang telah digariskan oleh Allah selama manusia itu berada di bumi sebagai khalifatullah.
Jika kita menyadari diri kita sebagai khalifah Allah, sebenarnya tidak ada satu manusia pun di atas dunia ini yang tidak mempunyai “kedudukan” ataupun “jabatan”. Jabatan-jabatan lain yang bersifat keduniaan sebenarnya merupakan penjabaran dari jabatan pokok sebagai khalifatullah. Jika seseorang menyadari bahwa jabatan keduniawiannya itu merupakan penjabaran dari jabatannya sebagai khalifatullah, maka tidak ada satu manusia pun yang akan menyelewengkan jabatannya. Sehingga tidak ada satu manusia pun yang akan melakukan penyimpangan-penyimpangan selama dia menjabat.
Jabatan manusia sebagai khalifah adalah amanat Allah. Jabatan-jabatan duniawi, misalkan yang diberikan oleh atasan kita, ataupun yang diberikan oleh sesama manusia, adalah merupakan amanah Allah, karena merupakan penjabaran dari khalifatullah. Sebagai khalifatullah, manusia harus bertindak sebagaimana Allah bertindak kepada semua makhluknya.
Manusia mulai melakukan penyimpangan dan pembangkangan terhadap Allah yaitu pada saat ia berusia akil baligh hingga akhir hayatnya. Tetapi, jika kita ingat fungsi kita sebagai khalifatullah, maka tidakakan ada manusia yang melakukan penyimpangan.
Makna sederhana dari khalifatullah adalah “pengganti Allah di bumi”. Setiap detik dari kehidupan kita ini harus diarahkan untuk beribadah kepada Allah.



2.TugasManusia
Denganmengacukepada Al-Qur’an, kitadapatmengatakanbahwatugasmanusiaadalahberibadahkepadatuhandalamartianumum,  adapuntugasibadahdalamartiankhususadalahmenyembahallahdengancara-cara yang secarateknistelahdiaturdalamsunnah. Ketentuan-ketentuan yang bersifatteknisitudiaturdalamkitab-kitabfikihyangpadadasarnyatermasukbudayakarenamerupakanprodukijtihad.Sedangkan yang dimaksuddengantugasibadahumumadalahadanyakeyakinanbahwaseluruhpembuatankitabersifat horizontal semata-matadiperuntukanoleh Allah SWT.Olehkarenaitu, menolongsesama, menghormatiorangtua,mendo’akanorang yangterkenamusibah, sertakegiatanlainnyamerupakanibadahkepada Allah SWT.
Dalam Islam, tidakadapemisahanantraibadah yang bersifat vertical danibadah yang bersifat horizontal. Sebagaikegiatanibadah yang bersifat vertical, shalat, misalnya, dilakukanmengingat (dzkir) Allah SWT.Dan secara horizontal, shalatberfungsisebagaipencegahdariperbuatandosa,fahsyadanmunkar.Dengandemikian, fungsiibadahshalattidakhanyasekedar vertical,yaitumenymbahdanmengingatAlla SWT, tetepijugasecara horizontal, yaitumencegahdariperbuatanmaksiat.Pesandasarinilahyangmenuntunhidupkitatidakterjebakpadapenghayatan agama``secara substantive sehinggatidakmengbaikanpesan-pesan agama.
                                                                                                                            










BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan

·         SecarasederhanaakhlakIslamidapatdiartikansebagaiAkhlak  yang berdasarkanajaran Islam atauakhlak yang  bersifatIslami.
·         Macam-macamAkhlak
1.     AkhlakTerpuji
2.     AkhlakTercela (Madzmumah)
·         Fungsi dan kedudukan manusia di dunia ini adalah sebagai khalifah di bumi. Tujuan penciptaan manusia di atas dunia ini adalah untuk beribadah

.



    
    








[1]Drs. AtangAbd.Hakim, MA. Dan DR. JaihMubarok, MetodologiStudi Islam, (Bandung: PT RemajaRosdakarya Offset, 2012),hal. 202 
[2]Prof.Dr.Rosihon Anwar, M.Ag. AkhlakTasawuf, (Bandung: CV Pustakasetia, 2010), hlm.87



[3] Ibid hal 88
[4] Ibid hal 121



Tidak ada komentar:

Posting Komentar