BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar
Belakang
Sebagai umat muslim yang diciptakan oleh Allah
SWT kedalam muka bumi dan sebagai umat Nabi Muhamad SAW yang membawa kebenaran
dan pelengkap untuk agama-agama sebelumnya, kita perlu mengetahui bagaimana
islam yang sebenarnya. Saat ini islam sudah menyebar diseluruh benua dan Negara
yang ada di permukaan dunia ini, dan sebagai umat islam kita memang dituntut
untuk menyebarkan agama islam kepada umat lainnya yang belum mengenal islam.
Telah kita ketahui bahwasanya Nabi Muhammad SAW adalah orang nomor satu yang
telah menyebarkan islam di Mekkah yang ketika itu mayoritas penduduknya
jahiliyah dan kemudian menjadi masyarakat yang berakhlak baik dengan memeluk
agama islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, dari sinilah islam menyebar
semakin luas ke seluruh penjuru dunia.
Islam terbukti mampu memberikan pengaruh yang
baik pada budaya dan bahasa di berbagai kawasan dunia.Kemajuan suatu budaya
merupakan hasil dari karya, karsa dan cita-cita manusia yang menandai munculnya
suatu peradaban. Peradaban suatu bangsa yang akan semakin maju tahap
perkembangannya.
Makalah ini akan mengkaji lebih lanjut mengenai
islam di setiap wilayah dan Negara dari berbagai kawasan di dunia. Adapun
kawasan yang dipilih ialah Afrika Timur, Asia Tenggara, dan Cina.
2.
Rumusan
Masalah
Rumusan
masalah dalam makalah ini ialah:
1. Apa yang
dimaksud dengan study kawasan islam?
2. Bagaimana
study islam di kawasan Afrika Timur, Asia Tenggara dan Cina?
3. Bagaimana
perkembangan umat islam dewasa ini khususnya di Amerika Serikat, Cina, dan Asia
Tenggara?
3. Tujuan Penulisan
Tujuan
penulisan dalam makalah ini ialah:
1.
Untuk mengetahui maksud dari studi kawasan
islam
2.
Untuk mengetahui studi islam di kawasan Afrika
Timur, Asia Tenggara dan Cina
3.
Untuk mengetahui perkembangan umat islam dewasa
ini khususnya di Amerika Serikat, Cina, dan Asia Tenggara.
BAB II
LANDASAN TEORI
A.
Studi Kawasan Islam
Study kawasan islam ialah kajian yang menjelaskan tentang situasi
yang terjadi di berbagai area mengenai kawasan islam di dunia dan ruang lingkup
yang ada didalamnya, mulai dari pertumbuhan, perkembangan serta ciri-ciri
karakteristik sosial budaya yang ada di dalamnya. Di sini kita akan membahas
islam dengan pendekatan study kawasan. Adapun kawasan yang dipilih ialah Afrika
Timur, Asia Tenggara, dan Cina.
B.
Islam Di Afrika Timur
Para pendatang membawa islam ke Afrika Timur melalui dua cara,
yaitu melalui jalur darat dengan mentusuri sungai nil dan melalui jalur laut
dengan menyebrangi laut merah atau samudera hindia. Pengaruh islam terhadap
bahasa dan kesusastraan mereka dapat ditemui dari berbagai ragam terjemah
naskah-naskah agama, terutama yang berkaitan dengan tarikh Nabi Muhammad SAW.
Pada akhir abad ke 18
, ‘Abd Al-Rahman al-Rasyid menggabungkan sultan Darfur yang kemudian disebut
al-Fashir. Penggabungan Darfur disertai islamisasi yang didukung oleh para
pedagang dan para sufi dari Sudan, Mesir, Arabiah dan Afrika Barat. Di Darfur
timur orang-orang suci menikah denga wanita setempat dan membuka tempat
pengajaran beserta masjid.Anak laki-laki tinggal bersama faqis untuk belajar,
alumninya yang kembali ke tempat asalnya kemudian mengajarkan agama.(Ira M.
Lapindus, 1993:527-8).
Islam di sudan yang
disebarkan oleh orang-orang suci di Mesir dan Arab dengan pendekatan kultural
dan structural. Pendekatan kultural diwujudkan dengan menyelenggarakan
pendidikan agama di sekolah-sekolah dan Masjid, dan melaluui pernikahan para
faqis dengan wanita setempat.Sedangkan pendekatan structural melalui usaha
secara politik. Dukungan struktural berhasil menjadikan bahasa Arab sebagai
bahasa kearsipan, bahkan sultan membentuk administrasi peradilan islam.
C.
Islam Di Asia Tenggara
Istilah Asia Tenggara yang dimaksud ialah wilayah-wilayah islam di
Indonesia, Malaysia, Patani (Thailan), dan Minandau (Filipina Selatan). Asia
Tenggara dlam cakupan seperti itu juga disamakan pengertiannya dengan Nusantara
yang mencakup wilayah yang sama pula. Sedangkan istilah Melayu adalah Sumatera
dan Semenanjung Malaya.
Marcopolo dalam
perjalanannya dari Cina menuju Persia pada tahun 1292, telah mengunjungi
delapan kerajaan di pulauu Sumatera. Dari delapan Negara yang dikunjunginya
hanya satu kerajaan yang dianggapnya telah memeluk islam, yaitu perlak. Para
pedagang muslim mengislamkan perlak hanya disekitar perkotaan, penduduk yang
tinggal di pedalaman tetap kafir menyembah apa saja yang mereka lihatpada pagi
hari. (H.J. de Graaf dalam Azyumardi Azra, 1989: 3).
Adapun mengenai kedatangan islam ke Asia Tenggara terdapat tiga
pendapat, yaitu:
1.
Pendapat yang menyatakan bahwa Islam datang ke
Asia Tenggara langsung dari Arab.
2.
Pendapat yang menyatakan bahwa Islam datang ke
Asia Tenggara berasal dari India.
3.
Pendapat
yang menyatakan bahwa Islam datang ke Asia Tenggara berasal dari Benggali.
Islam didakwahkan ke Asia Tenggara
melalui tiga cara, yaitu melalui dakwah para pedagang muslim dalam jalur
perdagangan yang damai, kemudian melalui dakwah para da’i dan orang-orangg suci
yang datang dari India atau Arab yang sengaja ingin mengislamkan orang-orang
kafir, dan yang terakhir melalui kekuasaanatau peperangan dengan Negara-negara
penyembah berhala (H.J. de Graaf dalam Azyumardi Azra (ed.) 1989: 2).
Penetrasi islam di Asia Tenggara secara
umum melalui tiga tahap, pertama penetrasi dimulai dengan kedatangan islam dan
ditandai pula dengan kemerosotan islam dan kehancuran kerajaan Majapahit pada
abad ke-14 dan ke-15. Pada penetrasi tahap pertama, penyebaran islam masih
relative terbatas di kota-kota pelabuhan. Islam tidak langsung diterima
masyarakat pada umumnya, sebagian besar dari mereka masih menganut kepercayaan
nenek moyang mereka. Meskipun demikian, pada abad ke-18 lembaga-lembaga Islam
yang vital seperti meunasah(Aceh), surau (Minangkabau dan
Semenanjung malaya), dan pesantren (Jawa) mulai mapan, walaupun
kebanyakan masih tetap kubu-kubu tasawuf.
Salah satu tradisi belajar yang
dikembangkan ketika itu adalah pengembaraan intelektual, guru dan kebanyakan
murid-murid menuntut ilmu dengan mengembara dari satu surau ke surau lain atau
dari satu pesantren ke pesantren lain untuk meningkatkan pengetahuan
keislamannya. Mereka mengembara bukan hanya di sekitar Asia Tenggara, tetapi
juga sangat mungkin ke India, Mekah, madinah, Kairo atau ke tempat-tempat lain
di Timur Tengah.
Penetrasi Islam kedua
dimulai sejak datang dan mapannya kekuasaan kolonialis di Asia Tenggara.
Belanda berkuasa di Indonesia, Inggris di Semenajung Malaya, dan Spanyol di
Filipina sampai abad ke-19. Sebagaimana dijelaskan oleh Roff dan Benda,
penjajahan kolonial justru mendorong kristalisasi kafir, akhirnya islam tampil
sebagai satu-satunya wadah yang mampu memberikan identitas diri dan menjadi
factor pemersatu masyarakat pribumi yang terbelah oleh berbagai faktor sosial
dan kultural dalam menghadapi penjajah barat.
Penetrasi islam
ketiga bermula pada awal abad ke-20, ditandai dengan liberalisasi kebijakan
pemerintah kolonial, terutama Belanda di Indonesia. Karena Kristen sudah
terlanjur dihubungkan dengan penjajah, ia sulit dijadikan mekanisme pertahanan
diri penduduk Nusantara pada umumnya. Di samping itu, kepercayaan yang lain
sudah dipengaruhi oleh Hindu-Budha tidak tampil sebagai pemersatu, karena
Hindu-Budha hanya berada di pusat kekuasaan Jawa Tengah dan Jawa Timur, tidak ada wilayah lain di Asia Tenggara yang
benar-benar dipenetrasi oleh Hindu-Budha. Di samping itu portugis yang datang
ke Nusantara terlalu lemah, sehingga tidak mampu menaklukkan Asia Tenggara
secara keseluruhan.Bersamaan dengan itu, Portugis, Inggris, dan kemudian
Belanda tidak tertarik untuk mengkristenkan penduduk pribumi, mereka
semata-mata ingin mengeruk keuntungan ekonomi sebesar-besarnya.Argument ini
sekaligus menjelaskan mengapa Kristen tidak begitu berkembang di Nusantara.
Selain itu, islam berkembang pesat karena tidak dirintangi oleh penguasa kolonial,
setidaknya menurut kebijakan resmi mereka dan tidak pula memaksakan Kristen kepada penduduk setempat.
D.
Islam Di Cina
Cina memiliki sejarah
meliputi jangka waktu lebih dari 4000 tahun, sehingga termasuk Negara yang
berperadaban tertua di dunia disamping India, Mesir, dan Mesopotamia. Dalam
jangka 4000 tahun lebih Cina mempunyai 24 dinasti dan 2 republik, yaitu
Republik Nasionalis dan Republik Rakyat Cina.
T’ai Sung naik takhta pada tahun 626, empat tahun setelah Nabi
Muhammad SAW dan sahabat-sahabatnya meninggalkan Mekah menuju Madinah.
Kira-kira pada waktu yang sama, suku-suku nomad Turki di Asia Tengah berkumpul
di luar tembok besar Cina untuk serbuan masal. Namun T’ai Sung dapat mengusir
mereka.Maka mulai muncullah migrasi menuju ke barat. Mereka adalah suku yang
anak cucunya merupakan masyarakat muslim yang berbahasa Turki di Cina, berbeda
dengan orang-orang muslim Hui yang berbahasa Cina dari daerah selatan dan
tengah.
Pada waktu T’ai Sung
mempertahankan dan mempersatukan Cina, Nabi Muhammad SAW baru meletakkan
dasar-dasar Negara islam. T’ai Sung pada tahun 638 M pernah menolak memberikan
bantuan kepada Yazdegerd yang pada waktu itu memerintah wilayah yang sekarang
termasuk Iran, Afganistan dan Pakistan yang meminta pertolongan untuk melawan
kekuatan baru yaitu orang-orang islam. Tetapi penerusnya Kao Tsung menerima
permintaan yang sama untuk membantu Syah Peroz anak Yazdegerd. Ia memenuhi
permintaan itu karena menyadari ancaman umat islam terhadapnya sangat serius.
Di bawah dinastiYuan,
pakar-pakar muslim khususnya ahli perbintangan mendirikan observatorium yang
terkenal di Shensi (Shoanik). Dan di bawah dinasti Ming (1368-1644), Cina dan
dunia islam mempunyai hubungan yang lebih erat. Pada masa ini pertama kalinya
orang-orang muslim Cina dalam jumlah yang banyak melakukan ibadah haji ke
Mekah. Pada zaman dinasti Ming juga terjadi penerjemahan besar-besaran
kitab-kitab yang berbahasa Arab ke dalam bahasa Cina, dan masjid-masjid
dibangun di Negri Cina.
Selama abad ke-19,
terdapat pemberontakan-pemberontakan besar di Negri Cina,
pemberonakan-pemberontakan di Yunan (1855-1873) oleh penduduk muslim yang
akhirnya ditumpas dengan kekejaman yang luar biasa. Setelah revolusi kebudayaan
(1966), umat islam yang merupakan minoritas sama sekali tidak menampakkan diri.
Hubungan dengan sebagian umat islam di negri lain mendingin. Pada awal evolusi
kebudayaan, masjid-masjid dirusak, dihancurkan, dan ditutup.
E.
Islam Di Dunia Dewasa Ini
Islam kontemporer dalam perspektif
studi kawasan yaitu keadaan perkembangan umat islam sekarang ini di berbagai
Negara. Yang akan dibahas dalam bagian ini yaitu islam di Barat (Amerika
Serikat), islam di Cina, dan islam di Asia Tenggara.
F. Islam Di
Amerika Serikat Dewasa ini
Menurut beberapa media massa ternyata
islam di Amerika Serikat berkembang dengan pesat dan muslim menjadi pemeluk
agama terbesar setelah umat kristiani. Dalam literatur terdapat suatu anggapan
bahwa muslim Amerika pertama ialah imigran Arab dari kalangan Afro-Amerika
dengan cara jual beli budak. Anggapan ini dibantah oleh akbar Muhammad, ia
mencatat bahwa orang amerika pertama yang tercatat sebagai pemeluk islam ialah
Reverend Norman, seorang misionaris gereja Metodis di Turki yang memeluk islam
pada tahun 1870. Pada decade berikutnya seorang Eropa-Amerika sebagai
konsul jenderal Amerika Serikat di
Philipina pada tahun 1887. Ia adalah pelopor utama yang mendirikan organisasi
islam pertama di Amerika Serikat pada tahun 1893. Ia kemudian berperan sebagai
da’I (1893) dan menerbitkan The Moeslim World sebagai media dakwahnya.
(Juhaya S. Praja, 1992:102).
Di samping itu,
migrasi orang-orang islam ke Amerika Serikat sejak akhir abad ke-19 hingga
paruh kedua abad ke-20, sekurang-kurangnya terjadi lima gelombang, yaitu:
1.
Migarsi
terjadi pada tahun 1875 hingga 1912
2.
Migrasi
terjadi pada tahun 1918 sampai 1922, yaitu setelah terjadi perang dunia
pertama.
3.
Migrasi
terjadi pada tahun 1930 sampai 1938 yang terkondisikan karena kebijakan
imigrasi Amerika Serikat yang memberikan prioritas kepada keluarga yang lebih
dulu menetap di Amerika Serikat.
4.
Migrasi
terjadi pada tahun 1947-1960, para imigran datang ke Amerika Serikat pada
gelombang ini bukan saja berasal dari Timur Tengah, tapi berasal dari India,
Pakistan, Eropa Timur dan Uni soviet.
5.
Migrasi
dimulai pada tahun 1967 sampai sekarang.
G. Islam di
Cina Dewasa Ini
Di Cina dewasa ini
islam bukan hanya hidup tetapi juga berangsur-angsur berkembang. Di Lanzkou di
tepi sungai kuning tempat asal kebudayaan Cina, sebuah masjid dan madrasah
berdiri berdampingan dengan pagoda-pagoda Budha di tanah lapang pagoda putih.
Di tempat itu ratusan orang Cina setiap pagi menggerakkan badannya untuk
melakukan latihan Tai Ji (gerak badan harian) sebagai pemuda pemmudi muslim
mulai belajar dan melakukan shalat.
Umat islam di Cina
sekarang ini memperoleh sikap toleransi dari praktik-praktik agama lain. Di
daerah-daerah yang penduduknya mayoritas beragama islam, ternak babi yang
dilakukan oleh orang-orang bukan muslim dilarang, umat islam juga memperoleh
tempat pemakaman tersendiri, buruh muslim diberi libur selama hari-hari besar
islam, dan banyak terdapat restoran-restoran muslim yang menyediakan makanan
halal dalam pandangan umat islam. Pekerjaan sebagian besar muslim Cina ialah
petani atau pengembala ternak.
Sekarang ini Cina telah diberlakukan
undang-undang otonomi regional bagi bangsa-bangsa minoritas yang diputuskan
oleh kongres RakyatNasional keenam.Undang-undang itu menetapkan bahwa kepala
pemerintahan suatu daerah otonom, daerah kabupaten atau distrik harus diambil
dari salah seorang dari bangsa-bangsa yang memperoleh otonommi regional.
Undang-undang tersebut memberikan kebebasan kepada umat islam untuk mengamalkan
agamanya dan mereka dapat berpartisipasi di bidang politik, ekonomi dan
kebudayaan.
H. Islam Di
Asia Tenggara Dewasa Ini
Kedudukan umat islam
di berbagai Negara di Asia Tenggara bermacam-macam, secara umum mereka dapat
dikategorikan menjadi dua, yaitu:
Ø
Umat
islam berkedudukan sebagai warga mayoritas seperti Indonesia, Malaysia, dan
Brunei Darussalam.
Ø
Umat
islam berkedudukan sebagai warga minoritas seperti di Singapura, Thailand, dan
Filipina. Agama yang dipeluk oleh kebanyakan rakyat Thailand adalah Budhisme,
sedangkan agama yang dipeluk oleh sebagian besar rakyat Filipina ialah Katolik.
Meskipun berkedudukan sebagai mayoritas
atau minoritas, Kuntowijoyo (1991: 185) mengatakan bahwa sosial-keagamaan
bangsa-bangsa Asia Tenggara memiliki beberapa kesamaan, pertama dominannya madzhab
syafi’i di bidang fiqih, kedua perselisihan internal antara apa yang disebut
“tradisi kecil” dan “tradisi besar” walaupun dengan intensitas derajat yang
berbeda.
Organisasi keagamaan di Asia Tenggara
dibentuk untuk mengatasi kepentingan umat islam secara umum.kini ada sebuah
organisasi hukum islam di Asia Tenggara yang menyebut dirinya South East
Asian Syari’ah Law Association/ SEASA- Perhimpunan Ahli Syari’ah se-Asia
Tenggara. Perhimpunan ini didirikan pada tanggal 11 Agustus 1983 di Manila,
Filipina.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Study kawasan islam ialah kajian yang
menjelaskan tentang situasi yang terjadi di berbagai area mengenai kawasan
islam di dunia dan ruang lingkup yang ada didalamnya, mulai dari pertumbuhan,
perkembangan serta ciri-ciri karakteristik sosial budaya yang ada di dalamnya.
Para pendatang membawa islam ke Afrika
Timur melalui dua cara, yaitu melalui jalur darat dengan mentusuri sungai nil
dan melalui jalur laut dengan menyebrangi laut merah atau samudera hindia.
Sedangkan, Islam didakwahkan ke Asia Tenggara melalui tiga cara, yaitu melalui
dakwah para pedagang muslim dalam jalur perdagangan yang damai, kemudian
melalui dakwah para da’i dan orang-orangg suci yang datang dari India atau Arab
yang sengaja ingin mengislamkan orang-orang kafir, dan yang terakhir melalui
kekuasaanatau peperangan dengan Negara-negara penyembah berhala.
Di dalam Negara Cina memiliki sejarah
meliputi jangka waktu lebih dari 4000 tahun, sehingga termasuk Negara yang
berperadaban tertua di dunia disamping India, Mesir, dan Mesopotamia.Islam
kontemporer dalam perspektif studi kawasan yaitu keadaan perkembangan umat
islam sekarang ini di berbagai Negara.Menurut beberapa media massa ternyata
islam di Amerika Serikat berkembang dengan pesat dan muslim menjadi pemeluk
agama terbesar setelah umat kristiani.akbar Muhammad, ia mencatat bahwa orang
amerika pertama yang tercatat sebagai pemeluk islam ialah Reverend Norman,
seorang misionaris gereja Metodis di Turki yang memeluk islam pada tahun 1870.
Apakah ada daftar pustakanya kak?
BalasHapushai kak.. daftar pustaka nya tidak disertakan yaa. tapi sudah dicantumkan body note sebagai sumbernya.. terima kasih sudah berkunjung. semoga bermanfaat
BalasHapusKak saya izin pinjam makalah tersebut untuk memenuhi tugas kak terimakasih🙏
BalasHapussilahkan bisa dijadikan referensi dan jauhi plagiarisme. semoga bermanfaat
Hapus