Kamis, 05 Maret 2015

makalah MSI "studi kawasan islam"


BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Sebagai umat muslim yang diciptakan oleh Allah SWT kedalam muka bumi dan sebagai umat Nabi Muhamad SAW yang membawa kebenaran dan pelengkap untuk agama-agama sebelumnya, kita perlu mengetahui bagaimana islam yang sebenarnya. Saat ini islam sudah menyebar diseluruh benua dan Negara yang ada di permukaan dunia ini, dan sebagai umat islam kita memang dituntut untuk menyebarkan agama islam kepada umat lainnya yang belum mengenal islam. Telah kita ketahui bahwasanya Nabi Muhammad SAW adalah orang nomor satu yang telah menyebarkan islam di Mekkah yang ketika itu mayoritas penduduknya jahiliyah dan kemudian menjadi masyarakat yang berakhlak baik dengan memeluk agama islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, dari sinilah islam menyebar semakin luas ke seluruh penjuru dunia.
Islam terbukti mampu memberikan pengaruh yang baik pada budaya dan bahasa di berbagai kawasan dunia.Kemajuan suatu budaya merupakan hasil dari karya, karsa dan cita-cita manusia yang menandai munculnya suatu peradaban. Peradaban suatu bangsa yang akan semakin maju tahap perkembangannya.
Makalah ini akan mengkaji lebih lanjut mengenai islam di setiap wilayah dan Negara dari berbagai kawasan di dunia. Adapun kawasan yang dipilih ialah Afrika Timur, Asia Tenggara, dan Cina.



2.      Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini ialah:
1.      Apa yang dimaksud dengan study kawasan islam?
2.      Bagaimana study islam di kawasan Afrika Timur, Asia Tenggara dan Cina?
3.      Bagaimana perkembangan umat islam dewasa ini khususnya di Amerika Serikat, Cina, dan Asia Tenggara?
3.  Tujuan Penulisan
      Tujuan penulisan dalam makalah ini ialah:
1.      Untuk mengetahui maksud dari studi kawasan islam
2.      Untuk mengetahui studi islam di kawasan Afrika Timur, Asia Tenggara dan Cina
3.      Untuk mengetahui perkembangan umat islam dewasa ini khususnya di Amerika Serikat, Cina, dan Asia Tenggara.







BAB II
LANDASAN TEORI
A.    Studi Kawasan Islam
Study kawasan islam ialah kajian yang menjelaskan tentang situasi yang terjadi di berbagai area mengenai kawasan islam di dunia dan ruang lingkup yang ada didalamnya, mulai dari pertumbuhan, perkembangan serta ciri-ciri karakteristik sosial budaya yang ada di dalamnya. Di sini kita akan membahas islam dengan pendekatan study kawasan. Adapun kawasan yang dipilih ialah Afrika Timur, Asia Tenggara, dan Cina.
B.     Islam Di Afrika Timur
         Para pendatang membawa islam ke Afrika Timur melalui dua cara, yaitu melalui jalur darat dengan mentusuri sungai nil dan melalui jalur laut dengan menyebrangi laut merah atau samudera hindia. Pengaruh islam terhadap bahasa dan kesusastraan mereka dapat ditemui dari berbagai ragam terjemah naskah-naskah agama, terutama yang berkaitan dengan tarikh Nabi Muhammad SAW.
         Pada akhir abad ke 18 , ‘Abd Al-Rahman al-Rasyid menggabungkan sultan Darfur yang kemudian disebut al-Fashir. Penggabungan Darfur disertai islamisasi yang didukung oleh para pedagang dan para sufi dari Sudan, Mesir, Arabiah dan Afrika Barat. Di Darfur timur orang-orang suci menikah denga wanita setempat dan membuka tempat pengajaran beserta masjid.Anak laki-laki tinggal bersama faqis untuk belajar, alumninya yang kembali ke tempat asalnya kemudian mengajarkan agama.(Ira M. Lapindus, 1993:527-8).
         Islam di sudan yang disebarkan oleh orang-orang suci di Mesir dan Arab dengan pendekatan kultural dan structural. Pendekatan kultural diwujudkan dengan menyelenggarakan pendidikan agama di sekolah-sekolah dan Masjid, dan melaluui pernikahan para faqis dengan wanita setempat.Sedangkan pendekatan structural melalui usaha secara politik. Dukungan struktural berhasil menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa kearsipan, bahkan sultan membentuk administrasi peradilan islam.
C.    Islam Di Asia Tenggara
         Istilah Asia Tenggara yang dimaksud ialah wilayah-wilayah islam di Indonesia, Malaysia, Patani (Thailan), dan Minandau (Filipina Selatan). Asia Tenggara dlam cakupan seperti itu juga disamakan pengertiannya dengan Nusantara yang mencakup wilayah yang sama pula. Sedangkan istilah Melayu adalah Sumatera dan Semenanjung Malaya.
         Marcopolo dalam perjalanannya dari Cina menuju Persia pada tahun 1292, telah mengunjungi delapan kerajaan di pulauu Sumatera. Dari delapan Negara yang dikunjunginya hanya satu kerajaan yang dianggapnya telah memeluk islam, yaitu perlak. Para pedagang muslim mengislamkan perlak hanya disekitar perkotaan, penduduk yang tinggal di pedalaman tetap kafir menyembah apa saja yang mereka lihatpada pagi hari. (H.J. de Graaf dalam Azyumardi Azra, 1989: 3).
Adapun mengenai kedatangan islam ke Asia Tenggara terdapat tiga pendapat, yaitu:
1.    Pendapat yang menyatakan bahwa Islam datang ke Asia Tenggara langsung dari Arab.
2.    Pendapat yang menyatakan bahwa Islam datang ke Asia Tenggara berasal dari India.
3.   Pendapat yang menyatakan bahwa Islam datang ke Asia Tenggara berasal dari Benggali.
         Islam didakwahkan ke Asia Tenggara melalui tiga cara, yaitu melalui dakwah para pedagang muslim dalam jalur perdagangan yang damai, kemudian melalui dakwah para da’i dan orang-orangg suci yang datang dari India atau Arab yang sengaja ingin mengislamkan orang-orang kafir, dan yang terakhir melalui kekuasaanatau peperangan dengan Negara-negara penyembah berhala (H.J. de Graaf dalam Azyumardi Azra (ed.) 1989: 2).
         Penetrasi islam di Asia Tenggara secara umum melalui tiga tahap, pertama penetrasi dimulai dengan kedatangan islam dan ditandai pula dengan kemerosotan islam dan kehancuran kerajaan Majapahit pada abad ke-14 dan ke-15. Pada penetrasi tahap pertama, penyebaran islam masih relative terbatas di kota-kota pelabuhan. Islam tidak langsung diterima masyarakat pada umumnya, sebagian besar dari mereka masih menganut kepercayaan nenek moyang mereka. Meskipun demikian, pada abad ke-18 lembaga-lembaga Islam yang vital seperti meunasah(Aceh), surau (Minangkabau dan Semenanjung malaya), dan pesantren (Jawa) mulai mapan, walaupun kebanyakan masih tetap kubu-kubu tasawuf.
         Salah satu tradisi belajar yang dikembangkan ketika itu adalah pengembaraan intelektual, guru dan kebanyakan murid-murid menuntut ilmu dengan mengembara dari satu surau ke surau lain atau dari satu pesantren ke pesantren lain untuk meningkatkan pengetahuan keislamannya. Mereka mengembara bukan hanya di sekitar Asia Tenggara, tetapi juga sangat mungkin ke India, Mekah, madinah, Kairo atau ke tempat-tempat lain di Timur Tengah.
         Penetrasi Islam kedua dimulai sejak datang dan mapannya kekuasaan kolonialis di Asia Tenggara. Belanda berkuasa di Indonesia, Inggris di Semenajung Malaya, dan Spanyol di Filipina sampai abad ke-19. Sebagaimana dijelaskan oleh Roff dan Benda, penjajahan kolonial justru mendorong kristalisasi kafir, akhirnya islam tampil sebagai satu-satunya wadah yang mampu memberikan identitas diri dan menjadi factor pemersatu masyarakat pribumi yang terbelah oleh berbagai faktor sosial dan kultural dalam menghadapi penjajah barat.
         Penetrasi islam ketiga bermula pada awal abad ke-20, ditandai dengan liberalisasi kebijakan pemerintah kolonial, terutama Belanda di Indonesia. Karena Kristen sudah terlanjur dihubungkan dengan penjajah, ia sulit dijadikan mekanisme pertahanan diri penduduk Nusantara pada umumnya. Di samping itu, kepercayaan yang lain sudah dipengaruhi oleh Hindu-Budha tidak tampil sebagai pemersatu, karena Hindu-Budha hanya berada di pusat kekuasaan Jawa Tengah dan Jawa Timur, tidak ada wilayah lain di Asia Tenggara yang benar-benar dipenetrasi oleh Hindu-Budha. Di samping itu portugis yang datang ke Nusantara terlalu lemah, sehingga tidak mampu menaklukkan Asia Tenggara secara keseluruhan.Bersamaan dengan itu, Portugis, Inggris, dan kemudian Belanda tidak tertarik untuk mengkristenkan penduduk pribumi, mereka semata-mata ingin mengeruk keuntungan ekonomi sebesar-besarnya.Argument ini sekaligus menjelaskan mengapa Kristen tidak begitu berkembang di Nusantara. Selain itu, islam berkembang pesat karena tidak dirintangi oleh penguasa kolonial, setidaknya menurut kebijakan resmi mereka dan tidak pula memaksakan  Kristen kepada penduduk setempat.
D.    Islam Di Cina
         Cina memiliki sejarah meliputi jangka waktu lebih dari 4000 tahun, sehingga termasuk Negara yang berperadaban tertua di dunia disamping India, Mesir, dan Mesopotamia. Dalam jangka 4000 tahun lebih Cina mempunyai 24 dinasti dan 2 republik, yaitu Republik Nasionalis dan Republik Rakyat Cina.
         T’ai Sung naik takhta pada tahun 626, empat tahun setelah Nabi Muhammad SAW dan sahabat-sahabatnya meninggalkan Mekah menuju Madinah. Kira-kira pada waktu yang sama, suku-suku nomad Turki di Asia Tengah berkumpul di luar tembok besar Cina untuk serbuan masal. Namun T’ai Sung dapat mengusir mereka.Maka mulai muncullah migrasi menuju ke barat. Mereka adalah suku yang anak cucunya merupakan masyarakat muslim yang berbahasa Turki di Cina, berbeda dengan orang-orang muslim Hui yang berbahasa Cina dari daerah selatan dan tengah.
         Pada waktu T’ai Sung mempertahankan dan mempersatukan Cina, Nabi Muhammad SAW baru meletakkan dasar-dasar Negara islam. T’ai Sung pada tahun 638 M pernah menolak memberikan bantuan kepada Yazdegerd yang pada waktu itu memerintah wilayah yang sekarang termasuk Iran, Afganistan dan Pakistan yang meminta pertolongan untuk melawan kekuatan baru yaitu orang-orang islam. Tetapi penerusnya Kao Tsung menerima permintaan yang sama untuk membantu Syah Peroz anak Yazdegerd. Ia memenuhi permintaan itu karena menyadari ancaman umat islam terhadapnya sangat serius.
         Di bawah dinastiYuan, pakar-pakar muslim khususnya ahli perbintangan mendirikan observatorium yang terkenal di Shensi (Shoanik). Dan di bawah dinasti Ming (1368-1644), Cina dan dunia islam mempunyai hubungan yang lebih erat. Pada masa ini pertama kalinya orang-orang muslim Cina dalam jumlah yang banyak melakukan ibadah haji ke Mekah. Pada zaman dinasti Ming juga terjadi penerjemahan besar-besaran kitab-kitab yang berbahasa Arab ke dalam bahasa Cina, dan masjid-masjid dibangun di Negri Cina.
         Selama abad ke-19, terdapat pemberontakan-pemberontakan besar di Negri Cina, pemberonakan-pemberontakan di Yunan (1855-1873) oleh penduduk muslim yang akhirnya ditumpas dengan kekejaman yang luar biasa. Setelah revolusi kebudayaan (1966), umat islam yang merupakan minoritas sama sekali tidak menampakkan diri. Hubungan dengan sebagian umat islam di negri lain mendingin. Pada awal evolusi kebudayaan, masjid-masjid dirusak, dihancurkan, dan ditutup.
E.     Islam Di Dunia Dewasa Ini
         Islam kontemporer dalam perspektif studi kawasan yaitu keadaan perkembangan umat islam sekarang ini di berbagai Negara. Yang akan dibahas dalam bagian ini yaitu islam di Barat (Amerika Serikat), islam di Cina, dan islam di Asia Tenggara.
F. Islam Di Amerika Serikat Dewasa ini
         Menurut beberapa media massa ternyata islam di Amerika Serikat berkembang dengan pesat dan muslim menjadi pemeluk agama terbesar setelah umat kristiani. Dalam literatur terdapat suatu anggapan bahwa muslim Amerika pertama ialah imigran Arab dari kalangan Afro-Amerika dengan cara jual beli budak. Anggapan ini dibantah oleh akbar Muhammad, ia mencatat bahwa orang amerika pertama yang tercatat sebagai pemeluk islam ialah Reverend Norman, seorang misionaris gereja Metodis di Turki yang memeluk islam pada tahun 1870. Pada decade berikutnya seorang Eropa-Amerika sebagai konsul  jenderal Amerika Serikat di Philipina pada tahun 1887. Ia adalah pelopor utama yang mendirikan organisasi islam pertama di Amerika Serikat pada tahun 1893. Ia kemudian berperan sebagai da’I (1893) dan menerbitkan The Moeslim World sebagai media dakwahnya. (Juhaya S. Praja, 1992:102).
         Di samping itu, migrasi orang-orang islam ke Amerika Serikat sejak akhir abad ke-19 hingga paruh kedua abad ke-20, sekurang-kurangnya terjadi lima gelombang, yaitu:
1.      Migarsi terjadi pada tahun 1875 hingga 1912
2.      Migrasi terjadi pada tahun 1918 sampai 1922, yaitu setelah terjadi perang dunia pertama.
3.      Migrasi terjadi pada tahun 1930 sampai 1938 yang terkondisikan karena kebijakan imigrasi Amerika Serikat yang memberikan prioritas kepada keluarga yang lebih dulu menetap di Amerika Serikat.
4.      Migrasi terjadi pada tahun 1947-1960, para imigran datang ke Amerika Serikat pada gelombang ini bukan saja berasal dari Timur Tengah, tapi berasal dari India, Pakistan, Eropa Timur dan Uni soviet.
5.      Migrasi dimulai pada tahun 1967 sampai sekarang.
G. Islam di Cina Dewasa Ini
        Di Cina dewasa ini islam bukan hanya hidup tetapi juga berangsur-angsur berkembang. Di Lanzkou di tepi sungai kuning tempat asal kebudayaan Cina, sebuah masjid dan madrasah berdiri berdampingan dengan pagoda-pagoda Budha di tanah lapang pagoda putih. Di tempat itu ratusan orang Cina setiap pagi menggerakkan badannya untuk melakukan latihan Tai Ji (gerak badan harian) sebagai pemuda pemmudi muslim mulai belajar dan melakukan shalat.
        Umat islam di Cina sekarang ini memperoleh sikap toleransi dari praktik-praktik agama lain. Di daerah-daerah yang penduduknya mayoritas beragama islam, ternak babi yang dilakukan oleh orang-orang bukan muslim dilarang, umat islam juga memperoleh tempat pemakaman tersendiri, buruh muslim diberi libur selama hari-hari besar islam, dan banyak terdapat restoran-restoran muslim yang menyediakan makanan halal dalam pandangan umat islam. Pekerjaan sebagian besar muslim Cina ialah petani atau pengembala ternak.
        Sekarang ini Cina telah diberlakukan undang-undang otonomi regional bagi bangsa-bangsa minoritas yang diputuskan oleh kongres RakyatNasional keenam.Undang-undang itu menetapkan bahwa kepala pemerintahan suatu daerah otonom, daerah kabupaten atau distrik harus diambil dari salah seorang dari bangsa-bangsa yang memperoleh otonommi regional. Undang-undang tersebut memberikan kebebasan kepada umat islam untuk mengamalkan agamanya dan mereka dapat berpartisipasi di bidang politik, ekonomi dan kebudayaan.
H. Islam Di Asia Tenggara Dewasa Ini
        Kedudukan umat islam di berbagai Negara di Asia Tenggara bermacam-macam, secara umum mereka dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu:
Ø  Umat islam berkedudukan sebagai warga mayoritas seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Ø  Umat islam berkedudukan sebagai warga minoritas seperti di Singapura, Thailand, dan Filipina. Agama yang dipeluk oleh kebanyakan rakyat Thailand adalah Budhisme, sedangkan agama yang dipeluk oleh sebagian besar rakyat Filipina ialah Katolik.
        Meskipun berkedudukan sebagai mayoritas atau minoritas, Kuntowijoyo (1991: 185) mengatakan bahwa sosial-keagamaan bangsa-bangsa Asia Tenggara memiliki beberapa kesamaan, pertama dominannya madzhab syafi’i di bidang fiqih, kedua perselisihan internal antara apa yang disebut “tradisi kecil” dan “tradisi besar” walaupun dengan intensitas derajat yang berbeda.
        Organisasi keagamaan di Asia Tenggara dibentuk untuk mengatasi kepentingan umat islam secara umum.kini ada sebuah organisasi hukum islam di Asia Tenggara yang menyebut dirinya South East Asian Syari’ah Law Association/ SEASA- Perhimpunan Ahli Syari’ah se-Asia Tenggara. Perhimpunan ini didirikan pada tanggal 11 Agustus 1983 di Manila, Filipina.


















BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
        Study kawasan islam ialah kajian yang menjelaskan tentang situasi yang terjadi di berbagai area mengenai kawasan islam di dunia dan ruang lingkup yang ada didalamnya, mulai dari pertumbuhan, perkembangan serta ciri-ciri karakteristik sosial budaya yang ada di dalamnya.
        Para pendatang membawa islam ke Afrika Timur melalui dua cara, yaitu melalui jalur darat dengan mentusuri sungai nil dan melalui jalur laut dengan menyebrangi laut merah atau samudera hindia. Sedangkan, Islam didakwahkan ke Asia Tenggara melalui tiga cara, yaitu melalui dakwah para pedagang muslim dalam jalur perdagangan yang damai, kemudian melalui dakwah para da’i dan orang-orangg suci yang datang dari India atau Arab yang sengaja ingin mengislamkan orang-orang kafir, dan yang terakhir melalui kekuasaanatau peperangan dengan Negara-negara penyembah berhala.
        Di dalam Negara Cina memiliki sejarah meliputi jangka waktu lebih dari 4000 tahun, sehingga termasuk Negara yang berperadaban tertua di dunia disamping India, Mesir, dan Mesopotamia.Islam kontemporer dalam perspektif studi kawasan yaitu keadaan perkembangan umat islam sekarang ini di berbagai Negara.Menurut beberapa media massa ternyata islam di Amerika Serikat berkembang dengan pesat dan muslim menjadi pemeluk agama terbesar setelah umat kristiani.akbar Muhammad, ia mencatat bahwa orang amerika pertama yang tercatat sebagai pemeluk islam ialah Reverend Norman, seorang misionaris gereja Metodis di Turki yang memeluk islam pada tahun 1870.



4 komentar:

  1. Apakah ada daftar pustakanya kak?

    BalasHapus
  2. hai kak.. daftar pustaka nya tidak disertakan yaa. tapi sudah dicantumkan body note sebagai sumbernya.. terima kasih sudah berkunjung. semoga bermanfaat

    BalasHapus
  3. Kak saya izin pinjam makalah tersebut untuk memenuhi tugas kak terimakasih🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan bisa dijadikan referensi dan jauhi plagiarisme. semoga bermanfaat

      Hapus