Selasa, 12 Mei 2015

pembaharuan pendidikan



BAB I
PENDAHULUAN
a). latar Belakang
            Pendidikan  adalah suatu proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Yang dalam pendidikan pasti ada suatu proses inovasi atau pembaruan, yang mana pemakalah akan meneranagkan secara sederhana tentang pembaruan pendidikan.
Pembaruan pendidikan adalah perubahan dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahakan masalah pendidikan. Jadi pembaruan pendidikan adalah suatu ide, barang,metode, yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi hasi inversi (penemuan baru) atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan untuk mencmengetahuii tujuan pendidikan atau untuk memcahkan masalah pendidikan.
b). Rumusan Masalah
1)   .Apa yang dimaksud Pendidikan?
2)   Apa yang dimaksud pembaruan pendidikan?
3)   Apa sebab pembaruan pendidikan?
4)   Apa pembaruan kurikulum?
5)   Apa pembaruan pembelajaran berbasis tekhnologi?
6)   Apa tujuan pembaruan pendidikan?
c). tujuan
1)         Mengetahui yang dimaksud Pendidikan!
2)         Mengetahui yang dimaksud pembaruan pendidikan!
3)         Mengetahuisebab pembaruan pendidikan!
4)         Mengetahui pembaruan kurikulum!
5)         Mengetahui pembaruan pembelajaran berbasis tekhnologi!
6)         Mengetahui tujuan pembaruan pendidikan!


BAB II
Pembahasan
A.   Pengertian pendidikan
Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dmengetahuit dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.
Pendidikan tidak hanya disekolah maupun dilembaga-lembaga pendidikan saja, akan tetapi pendidikan bisa didmengetahuitkan melalui mengetahui saja yang ada disekeliling kita, baik pergaulan, pengalaman, dan kegiatan keseharian kita.
Pendidikan pada dasarny adalah suatu proses untuk menciptakan kedewasan pada manusia. Proses yang dilalui untuk mencmengetahuii kedewasaan tersebut membutuhkan waktu yang lama, karena aspek yang ingin dikembangkan bukanlah hanya kognitif semata-semata melaikan mencakup semua aspek kehidupan, termasuk didalamnya nilai-nilai ketuhanan
B.      Pengertian pembaruan pendidikan
Adapun pengertian pembaruan yang dimaksud diatas ialah suatu perubahan yang baru yang bersifat kualitatif, berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka pencmengetahuiian tujuan tertentu dalam pendidikan.
Yang dimaksud “baru” dalam pengertian diatas adalah mengetahui saja yang belum dipahami, diterima atau dilaksanakan oleh si penerima inovasi, meskipun bukan merupakan hal yang baru lagi bagi orang lain. Sedangkan “kualitatif” yang dimaksudkan adalah bahwa inovasi tersebut memungkinkan adanya reorganisasi atau pengaturan kembali pada unsur-unsur dalam pendidikan.
Pembaruan pendidikan adalah perubahan dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahakan masalah pendidikan. Jadi pembaruan pendidikan adalah suatu ide, barang,metode, yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi hasi inversi (penemuan baru) atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan untuk mencmengetahuii tujuan pendidikan atau untuk memcahkan masalah pendidikan.
Menurut Ansyar, Nurtain (1991)pembaruan adalah gagasan, perbuatan, atau sesuatu yang baru dalam konteks sosial tertentu untuk menjawab masalah yang dihadapi.
C.      Penyebab timbulnya pembaruan pendidikan
Pada dasarnya banyak hal yang menuntut diadakannya pembaharuan pendidikan di Indonesia, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan, akan mengakibatkan kemajuan teknologi yang mempengaruhi kehiduan sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan kebudayaan bangsa Indonesia.
Tidak bisa dipungkiri bahwa sistem pendidiakan yang kita miliki dan di laksanakan selama ini masih belum mampu mengikuti dan mengendalikan kemajuan-kemajuan tersebut, sehingga dunia pendidikan belum menghasilkan tenaga-tenaga yang terampil, kreatif, dan aktif yang sesuai dengan tuntutan dan keinginan masyarakat luas.
Bagaimanapun dengan berkembangnya IPTEK di era modern sekarang ini, menghendaki dasar-dasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan yang terus-menerus.
2.      Pertambahan penduduk
Dengan lajunya eksplosi penduduk yang cukup pesat tentunya menuntut adanya perubahan-perubahan, sekaligus bertambahnya keinginan masyarakat untuk mendmengetahuitkan pendidikan secara komulatif menuntut tersedianya sarana pendidikan yang memadai.
Kenyataan tersebut menyebabkan daya tampung, ruang dan fasilitas pendidikan sangat tidak seimbang. Hal inilah yang menyebabkan sulitnya menentukan bagaimana relevansi pendidikan dengan dunia kerja sebagai akibat tidak seimbangnya dengan out put lembaga pendidikan dengan kesempatan yang tersedia.
3.      Meningkatnya animo masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik
Munculnya gerakan pembaharuan pendidikan berkaitan erat dengan adanya berbagai tantangan dan persoalan yang dihadapi oleh dunia pendidikan sekarang ini, yang salah satu penyebabnya adalah kemajuan iptek, kemajuan iptek yang terjadi senantiasa mempengaruhi aspirasi masyarakat, dimana pada umumnya mereka mendambakan pendidikan yang lebih baik, padahal di satu sisi kesempatan untuk itu sangat terbatas, sehingga terjadilah persaingan yang sangat ketat. Berkenaan dengan hal ini pula sekarang bermunculan sekolah-sekolah favorit, plus bahkan unggulan.
4.      Menurunnya kualitas pendidikan
Kualitas pendidikan yang sekarang dirasakan makin banyak menurun, yang belum mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi menuntut adanya sejumlah perubahan, sebab jika tidak demikian, akan berakibat fatal dan akan terus ketinggalan.
5.      Kurang adanya relevansi antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun.
Dalam era modern sekarang ini, masyarakat menuntut adanya lembaga pendidikan yang benar-benar bisa diharapkan, terutama yang siap pakai yang dibekali pengetahuan dan pengalaman yang diperlukan dalam pembanguan.
Umumnya kurang sesuainya materi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat telah di batasi dengan menyusun kurikulum baru. Oleh karena itu dari perkembangan yang ada di Indonesia kita ketahui telah mengalami bebermengetahui perubahan kurikulum. Hal ini dilakukan adalah dalam upaya mengatasi masalah relevansi. Dengan kurikulum baru ini, anak-anak dibina kepribadiannya melalui pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang sesuai dengan ketrampilan masa kini dan masa yang akan datang. Aspek keterampilan merupakan unsur kurikulum yang baru yang selalu mendmengetahuitkan perhatian khusus dan prioritas utama.
D.   Pembaruan Kurikulum
Tujuan  kurikulum menurut pasal 37 ”kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasioanal dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan, pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian, sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan
Menurut pasal 38 “pelaksanaan kegiatan pendidikan dalam satuan pendidikuan didasarkan atas kurikulum yang berlaku secara nasional dan kurikulum yang disesuaikan dengan keadaan, serta kebutuhan lingkungan dan ciri khas satuan pendidikan yang bersangkutan.
“kurikulum yang berlaku secara nasional ditetapkan oleh menteri, atau menteri lain, atau pimpinan lembaga pemerintahan non departemen  berdasarkan perlimpahan wewenang dari menteri.
Pembaharuan kurikulum merupakan keharusan dalam suatu sistem pendidikan agar pendidikan tetap relevan dengan tuntutan zaman. Sedemikian pentingnya pembaharuan kurikulum, sehingga ada pemeo mengatakan bahwa suatu kurikulum disusun untuk diubah dan terus disempurnakan. Hanya dengan demikian maka kurikulum akan selalu dinamis dan mengikuti perkembangan zaman.
Di Indonesia dalam hampir 30 tahun terakhir telah dilakukan bebermengetahui kali pembaharuan kurikulum sekolah, yaitu tahun1975, 1984, 1994, dan terakhir kemungkinan tahun 2004 untuk pemberlakuan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum 1994 mulai dilaksanakan tahun 1995 dan hingga saat ini masih digunakan sampai ditetapkannya kurikulum baru.
            Dalam hal ini, perlu dibedakan perubahan kurikulum dalam skala besar dan luas, dan perubahan dalam skala kecil. Empat kali perubahan kurikulum dalam 30 tahun terakhir yang disebut diatas adalah perubahan kurikulum dalam skala besar dengan mengubah struktur dan materi kurikulum. Perubahan tersebut membawa serta perubahan pada berbagai aspek dan dimensi pendidikan seperti guru, sarjana penunjang khususnya buku-buku teks, kegiatan belajar mengajar, evaluasi, dan peserta didik beserta orang tuanya.
Hampir dmengetahuit dipastikan bahwa perubahan yang bersifat komperhansif dan berskala besar cenderung merubah arah dan orientasi praktik pendidikan disemua tingkatan, khususnya ditingkat sekolah.
            Dengan digunakannya kurikulum baru, maka guru, siswa, orang tua, beserta sarana pendidikan perlu menhyesuaikan diri. Fasilitas perlu diperbaharui atau ditambah, buku-buku teks harus diganti. Tidak jarang pula terjadi kejutan pada masyarakat. Itulah harga yang mesti dibayar untuk suatu perubahan yang berskala besar dan luas sebaggai mana dilakukan melalui pembaharuan kurikulum.
Harga yang harus dibayar dan dampak psiklogis yang timbul tersebut bahkan lebih besar dan lebih dahsyat daripada keuntungan yang diperolehnya berupa perbaikan proses pendidikan  ditingkat sekolah yang ditunjukan oleh presentasi belajar peserta didik.
E. Pembaruan pendidikan  Pembelajarann Berbasis Teknologi
            Tahun-tahun terakhir ini dinamika perubahan yang terjadi di universitas menunjukkan bahwa kita tengah memasuki agenda kerja yang lain dari sebelumnya, berupa era baru perguruan tinggi laksana sebuah hall akademik yang tumbuh pada abad otomasi. Otomasi merupakan distribusi bahan ajar melalui media online secara digital. Istilah online bermakna bahwa material bahan ajar dmengetahuit diakses melalui computer yang menggunakan jaringan atau instrument telekomunikasi. Skema proses pembelajaran semacam ini melahirkan minimalisasi interksi dosen dengan mahasiswa, sebuah fenomena yang sering dijustifikasi sebagai bagian yang tidak terelakan dari masyarakat baru berbasis pengetahuan. Otomasi diasumsikan akan dmengetahuit memperbaiki kinerja pembelajaran dan pemekaran akses secara lebih luas.
            Meski begitu, praktik otomasi seringkali memaksa lahirnya kecenderungan-kecenderungan komersial dalam sikap mental kalangan tenaga pengajar dan manajemen perguruan tinggi. Gerakan ini akan melahirkan kutub antagonis antara mahasiswa dan dosen satu sisi dan manajemen perguruan tinggi disisi lain. Juga kutub antagonis administrasi universitas dan perusahaan dengan produk pendidikan (educational products) yang akan dijual. Fenomena ini bukanlah sebuah kecenderungan progresif menuju era baru secara keseluruhan, melainkan sebuah kecenderungan regresif menuju era agak kolot, dimana universitas memasuki era produksi massa, menu sajian terstandarisasi, dan minat-minat yang bersifat komersial secara sungguhan.
F .Tujuan dan Sasaran  pembaruan
            Menurut Sanatoso (1974), tujuan utama pembaruan adalah meningkatkan sumber-sumber tenaga, uang dan sarana, termasuk struktur dan prosedur organisasi
            Tujuan pembaruan pendidikan adalah meningkatkan efisiensi,relevensi, kualitas dan efektivitas: saran serta jumlah peserta didik sebanyak-banyaknya, dengan hasil pendidikan sebesar-besarnya. Dengan menggunakan sumber, tenaga,uang alat, dan waktu dalam jumlah yang sekecil-kecilnya. Yang dimaksud efesiensi adalah fesiensi dalam penggunaan waktu, pendayagunaan dana, dan tenaga kerja secara optimal. Waktu belajar murid disekolah hanya enam  jam sehari. Waktu jam pelajaraan yang tersedia hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya.
            Pembaruan system pendidikan diarahkan untuk menunjang pembangunan bangsa pada khususnya dan peningkatan kualitas hidup manusia pada umumnya.
Dengan demikian sasaran pendidikan atau tujuan pembaruan ini sebagai berikit:
            a). pengadaan tenaga kerja kependidikan
dalam jumlah dan kualifikasi yang tepat. Maksudnya, tenaga kerja pendidikan frofesionnal, yaitu tenaga kerja yang cukup, bekerja dalam bidangnya dan mampeu pula mengembangkan dunia pendidikan.
b). pengembangan dan pembaruan ilmu kependidikan
bertujuan agagr mampu menjawab tantangan pembangunan yang kian meningkat terhadap bidang kependidikan itu. Artinya, profesionalisasi penanganan ilmu kependidikan itu sangat perlu diperhatikan. Tuntutan inimelahirkan jenjang-jenjang program pendidikan.
c). perncanaan dan pembangunan terpadu
percanaan terpadu memerlukan adanya kerja sama yang baik antara semua unit dan depertemen yang ada kaitannya dengan masalah pembaruan ini. Akibatnya, perncanaan dan pengembangan terpadu merupakan suatu keharusan.
d). mengejar ketinggalan-ketinggalan yang dihasilkan oleh kemajuan-kemajuan ilmu dan teknologi sehingga makin lama pendidikan diindonesia makin berjalan sejajar dengan kemajuan-kemajuan tersebut.
e). mengusahakan terselenggaranya pendidikan ssekolah maupun luar sekolah bagi setip warga Negara. Misalnya meningkatkan daya tampung usia sekolah SD, SLTP, SLTA, dan perguruan tinggi
f). mengejar ketinggalan-ktinggalan yang dihasilkan oleh kemajuan-kemajuan ilmu dan teknologi sehingga makin lama pendidikan diindonesia makin berjalan sejajar dengan kemajuan-kemajuan tersebut.
g). mengusahakan terselenggaranya pendidikan sekolah maupun luar sekolah bagi setiap warga Negara. Misalnya meningkatkan daya tampung usia sekolah SD, SLTP, SLTA, dan perguruan tinggi
disamping itu, ak yang aktif aik menjadin diusahakan peningkatan mutu yang dirasakan makin menurun dewasa ini. Dengan system penyammengetahuiian yang baru, diharapkan peserta didik menjadi menyammengetahuiian yang baru, diharapkan peserta didik menjadi manusia yang aktif, kreatif, dan terampil memecahkan masalahnya sendiri.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.
Adapun pengertian pembaharuan yang dimaksud diatas ialah suatu perubahan yang baru yang bersifat kualitatif, berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka pencmengetahuiian tujuan tertentu dalam pendidikan

          Penyebab timbulnya penbaharuan pendidikan yaitu: Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, pertmabahan penduduk, meningkatnya animo masyarakat untuk mendmengetahuitkan pendidikn yang lebih baik, dan menurunnya kualitas pendidikan.
            Tujuan pembaruan pendidikan adalh meningkatkan efisiensi,relevensi, kualitas dan efektivitas: saran serta jumlah peserta didik sebanyak-banyaknya, dengan hasil pendidikan sebesar-besarnya. Dengan menggunakan sumber, tenaga,uang alat, dan waktu dalam jumlah yang sekecil-kecilnya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar