BAB I
PENDAHULUAN
a). latar Belakang
Pendidikan
adalah suatu proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan
sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya
melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Yang dalam
pendidikan pasti ada suatu proses inovasi atau pembaruan, yang mana pemakalah
akan meneranagkan secara sederhana tentang pembaruan pendidikan.
Pembaruan pendidikan adalah
perubahan dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahakan masalah
pendidikan. Jadi pembaruan pendidikan adalah suatu ide, barang,metode, yang
dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi hasi inversi (penemuan baru)
atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan untuk mencmengetahuii
tujuan pendidikan atau untuk memcahkan masalah pendidikan.
b).
Rumusan Masalah
1)
.Apa
yang dimaksud Pendidikan?
2)
Apa
yang dimaksud pembaruan pendidikan?
3)
Apa
sebab pembaruan pendidikan?
4)
Apa
pembaruan kurikulum?
5)
Apa
pembaruan pembelajaran berbasis tekhnologi?
6)
Apa
tujuan pembaruan pendidikan?
c).
tujuan
1)
Mengetahui
yang dimaksud Pendidikan!
2)
Mengetahui
yang dimaksud pembaruan pendidikan!
3)
Mengetahuisebab
pembaruan pendidikan!
4)
Mengetahui
pembaruan kurikulum!
5)
Mengetahui
pembaruan pembelajaran berbasis tekhnologi!
6)
Mengetahui
tujuan pembaruan pendidikan!
BAB II
Pembahasan
A.
Pengertian
pendidikan
Pendidikan
adalah suatu proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan
sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya
melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan
sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara
otodidak. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang
berpikir, merasa, atau tindakan dmengetahuit dianggap pendidikan. Pendidikan
umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah
menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.
Pendidikan
tidak hanya disekolah maupun dilembaga-lembaga pendidikan saja, akan tetapi
pendidikan bisa didmengetahuitkan melalui mengetahui saja yang ada disekeliling
kita, baik pergaulan, pengalaman, dan kegiatan keseharian kita.
Pendidikan
pada dasarny adalah suatu proses untuk menciptakan kedewasan pada manusia.
Proses yang dilalui untuk mencmengetahuii kedewasaan tersebut membutuhkan waktu
yang lama, karena aspek yang ingin dikembangkan bukanlah hanya kognitif
semata-semata melaikan mencakup semua aspek kehidupan, termasuk didalamnya
nilai-nilai ketuhanan
B.
Pengertian pembaruan
pendidikan
Adapun pengertian pembaruan yang
dimaksud diatas ialah suatu perubahan yang baru yang bersifat kualitatif,
berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta sengaja diusahakan untuk
meningkatkan kemampuan dalam rangka pencmengetahuiian tujuan tertentu dalam
pendidikan.
Yang dimaksud “baru” dalam
pengertian diatas adalah mengetahui saja yang belum dipahami, diterima atau
dilaksanakan oleh si penerima inovasi, meskipun bukan merupakan hal yang baru
lagi bagi orang lain. Sedangkan “kualitatif” yang dimaksudkan adalah bahwa
inovasi tersebut memungkinkan adanya reorganisasi atau pengaturan kembali pada
unsur-unsur dalam pendidikan.
Pembaruan pendidikan adalah
perubahan dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahakan masalah
pendidikan. Jadi pembaruan pendidikan adalah suatu ide, barang,metode, yang
dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi hasi inversi (penemuan baru)
atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan untuk mencmengetahuii
tujuan pendidikan atau untuk memcahkan masalah pendidikan.
Menurut Ansyar, Nurtain
(1991)pembaruan adalah gagasan, perbuatan, atau sesuatu yang baru dalam konteks
sosial tertentu untuk menjawab masalah yang dihadapi.
C. Penyebab
timbulnya pembaruan pendidikan
Pada dasarnya banyak hal yang menuntut
diadakannya pembaharuan pendidikan di Indonesia, diantaranya adalah sebagai
berikut:
1.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Dengan adanya
perkembangan ilmu pengetahuan, akan mengakibatkan kemajuan teknologi yang
mempengaruhi kehiduan sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan kebudayaan
bangsa Indonesia.
Tidak bisa
dipungkiri bahwa sistem pendidiakan yang kita miliki dan di laksanakan selama
ini masih belum mampu mengikuti dan mengendalikan kemajuan-kemajuan tersebut,
sehingga dunia pendidikan belum menghasilkan tenaga-tenaga yang terampil,
kreatif, dan aktif yang sesuai dengan tuntutan dan keinginan masyarakat luas.
Bagaimanapun dengan berkembangnya IPTEK di era
modern sekarang ini, menghendaki dasar-dasar pendidikan yang kokoh dan
penguasaan kemampuan yang terus-menerus.
2.
Pertambahan penduduk
Dengan lajunya
eksplosi penduduk yang cukup pesat tentunya menuntut adanya
perubahan-perubahan, sekaligus bertambahnya keinginan masyarakat untuk mendmengetahuitkan
pendidikan secara komulatif menuntut tersedianya sarana pendidikan yang
memadai.
Kenyataan
tersebut menyebabkan daya tampung, ruang dan fasilitas pendidikan sangat tidak
seimbang. Hal inilah yang menyebabkan sulitnya menentukan bagaimana relevansi
pendidikan dengan dunia kerja sebagai akibat tidak seimbangnya dengan out put
lembaga pendidikan dengan kesempatan yang tersedia.
3.
Meningkatnya animo masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik
Munculnya
gerakan pembaharuan pendidikan berkaitan erat dengan adanya berbagai tantangan
dan persoalan yang dihadapi oleh dunia pendidikan sekarang ini, yang salah satu
penyebabnya adalah kemajuan iptek, kemajuan iptek yang terjadi senantiasa
mempengaruhi aspirasi masyarakat, dimana pada umumnya mereka mendambakan
pendidikan yang lebih baik, padahal di satu sisi kesempatan untuk itu sangat
terbatas, sehingga terjadilah persaingan yang sangat ketat. Berkenaan dengan
hal ini pula sekarang bermunculan sekolah-sekolah favorit, plus bahkan
unggulan.
4.
Menurunnya kualitas pendidikan
Kualitas
pendidikan yang sekarang dirasakan makin banyak menurun, yang belum mampu
mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi menuntut adanya sejumlah perubahan,
sebab jika tidak demikian, akan berakibat fatal dan akan terus ketinggalan.
Dalam era
modern sekarang ini, masyarakat menuntut adanya lembaga pendidikan yang
benar-benar bisa diharapkan, terutama yang siap pakai yang dibekali pengetahuan
dan pengalaman yang diperlukan dalam pembanguan.
Umumnya kurang sesuainya materi pendidikan
dengan kebutuhan masyarakat telah di batasi dengan menyusun kurikulum baru.
Oleh karena itu dari perkembangan yang ada di Indonesia kita ketahui telah
mengalami bebermengetahui perubahan kurikulum. Hal ini dilakukan adalah dalam
upaya mengatasi masalah relevansi. Dengan kurikulum baru ini, anak-anak dibina
kepribadiannya melalui pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang sesuai dengan
ketrampilan masa kini dan masa yang akan datang. Aspek keterampilan merupakan
unsur kurikulum yang baru yang selalu mendmengetahuitkan perhatian khusus dan
prioritas utama.
D.
Pembaruan
Kurikulum
Tujuan kurikulum menurut
pasal 37 ”kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasioanal dengan
memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan
lingkungan, kebutuhan, pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi serta kesenian, sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan
pendidikan
Menurut pasal 38 “pelaksanaan kegiatan pendidikan dalam satuan
pendidikuan didasarkan atas kurikulum yang berlaku secara nasional dan
kurikulum yang disesuaikan dengan keadaan, serta kebutuhan lingkungan dan ciri
khas satuan pendidikan yang bersangkutan.
“kurikulum yang berlaku secara nasional ditetapkan oleh menteri,
atau menteri lain, atau pimpinan lembaga pemerintahan non departemen berdasarkan perlimpahan wewenang dari
menteri.
Pembaharuan kurikulum merupakan keharusan dalam suatu sistem
pendidikan agar pendidikan tetap relevan dengan tuntutan zaman. Sedemikian
pentingnya pembaharuan kurikulum, sehingga ada pemeo mengatakan bahwa suatu
kurikulum disusun untuk diubah dan terus disempurnakan. Hanya dengan demikian
maka kurikulum akan selalu dinamis dan mengikuti perkembangan zaman.
Di Indonesia dalam hampir 30 tahun terakhir telah dilakukan bebermengetahui
kali pembaharuan kurikulum sekolah, yaitu tahun1975, 1984, 1994, dan terakhir
kemungkinan tahun 2004 untuk pemberlakuan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).
Kurikulum 1994 mulai dilaksanakan tahun 1995 dan hingga saat ini masih
digunakan sampai ditetapkannya kurikulum baru.
Dalam hal ini, perlu dibedakan
perubahan kurikulum dalam skala besar dan luas, dan perubahan dalam skala
kecil. Empat kali perubahan kurikulum dalam 30 tahun terakhir yang disebut
diatas adalah perubahan kurikulum dalam skala besar dengan mengubah struktur
dan materi kurikulum. Perubahan tersebut membawa serta perubahan pada berbagai
aspek dan dimensi pendidikan seperti guru, sarjana penunjang khususnya
buku-buku teks, kegiatan belajar mengajar, evaluasi, dan peserta didik beserta
orang tuanya.
Hampir dmengetahuit dipastikan bahwa perubahan yang bersifat
komperhansif dan berskala besar cenderung merubah arah dan orientasi praktik
pendidikan disemua tingkatan, khususnya ditingkat sekolah.
Dengan digunakannya kurikulum baru,
maka guru, siswa, orang tua, beserta sarana pendidikan perlu menhyesuaikan
diri. Fasilitas perlu diperbaharui atau ditambah, buku-buku teks harus diganti.
Tidak jarang pula terjadi kejutan pada masyarakat. Itulah harga yang mesti
dibayar untuk suatu perubahan yang berskala besar dan luas sebaggai mana
dilakukan melalui pembaharuan kurikulum.
Harga yang harus dibayar dan dampak psiklogis yang timbul tersebut
bahkan lebih besar dan lebih dahsyat daripada keuntungan yang diperolehnya
berupa perbaikan proses pendidikan ditingkat
sekolah yang ditunjukan oleh presentasi belajar peserta didik.
E. Pembaruan
pendidikan Pembelajarann Berbasis
Teknologi
Tahun-tahun terakhir ini dinamika perubahan yang terjadi di
universitas menunjukkan bahwa kita tengah memasuki agenda kerja yang lain dari
sebelumnya, berupa era baru perguruan tinggi laksana sebuah hall akademik yang
tumbuh pada abad otomasi. Otomasi merupakan distribusi bahan ajar melalui media
online secara digital. Istilah online bermakna bahwa material bahan ajar dmengetahuit
diakses melalui computer yang menggunakan jaringan atau instrument
telekomunikasi. Skema proses pembelajaran semacam ini melahirkan minimalisasi
interksi dosen dengan mahasiswa, sebuah fenomena yang sering dijustifikasi
sebagai bagian yang tidak terelakan dari masyarakat baru berbasis pengetahuan.
Otomasi diasumsikan akan dmengetahuit memperbaiki kinerja pembelajaran dan
pemekaran akses secara lebih luas.
Meski begitu,
praktik otomasi seringkali memaksa lahirnya kecenderungan-kecenderungan
komersial dalam sikap mental kalangan tenaga pengajar dan manajemen perguruan
tinggi. Gerakan ini akan melahirkan kutub antagonis antara mahasiswa dan dosen
satu sisi dan manajemen perguruan tinggi disisi lain. Juga kutub antagonis
administrasi universitas dan perusahaan dengan produk pendidikan (educational
products) yang akan dijual. Fenomena ini bukanlah sebuah kecenderungan
progresif menuju era baru secara keseluruhan, melainkan sebuah kecenderungan
regresif menuju era agak kolot, dimana universitas memasuki era produksi massa,
menu sajian terstandarisasi, dan minat-minat yang bersifat komersial secara
sungguhan.
F .Tujuan dan
Sasaran pembaruan
Menurut Sanatoso (1974), tujuan utama pembaruan adalah meningkatkan
sumber-sumber tenaga, uang dan sarana, termasuk struktur dan prosedur
organisasi
Tujuan pembaruan
pendidikan adalah meningkatkan efisiensi,relevensi, kualitas dan efektivitas:
saran serta jumlah peserta didik sebanyak-banyaknya, dengan hasil pendidikan
sebesar-besarnya. Dengan menggunakan sumber, tenaga,uang alat, dan waktu dalam
jumlah yang sekecil-kecilnya. Yang dimaksud efesiensi adalah fesiensi dalam
penggunaan waktu, pendayagunaan dana, dan tenaga kerja secara optimal. Waktu
belajar murid disekolah hanya enam jam
sehari. Waktu jam pelajaraan yang tersedia hendaknya dimanfaatkan
sebaik-baiknya.
Pembaruan system
pendidikan diarahkan untuk menunjang pembangunan bangsa pada khususnya dan
peningkatan kualitas hidup manusia pada umumnya.
Dengan demikian
sasaran pendidikan atau tujuan pembaruan ini sebagai berikit:
a). pengadaan
tenaga kerja kependidikan
dalam jumlah dan kualifikasi yang
tepat. Maksudnya, tenaga kerja pendidikan frofesionnal, yaitu tenaga kerja yang
cukup, bekerja dalam bidangnya dan mampeu pula mengembangkan dunia pendidikan.
b). pengembangan dan pembaruan ilmu
kependidikan
bertujuan agagr mampu menjawab
tantangan pembangunan yang kian meningkat terhadap bidang kependidikan itu.
Artinya, profesionalisasi penanganan ilmu kependidikan itu sangat perlu
diperhatikan. Tuntutan inimelahirkan jenjang-jenjang program pendidikan.
c). perncanaan dan pembangunan
terpadu
percanaan terpadu memerlukan adanya
kerja sama yang baik antara semua unit dan depertemen yang ada kaitannya dengan
masalah pembaruan ini. Akibatnya, perncanaan dan pengembangan terpadu merupakan
suatu keharusan.
d). mengejar ketinggalan-ketinggalan
yang dihasilkan oleh kemajuan-kemajuan ilmu dan teknologi sehingga makin lama
pendidikan diindonesia makin berjalan sejajar dengan kemajuan-kemajuan
tersebut.
e). mengusahakan terselenggaranya
pendidikan ssekolah maupun luar sekolah bagi setip warga Negara. Misalnya
meningkatkan daya tampung usia sekolah SD, SLTP, SLTA, dan perguruan tinggi
f). mengejar ketinggalan-ktinggalan
yang dihasilkan oleh kemajuan-kemajuan ilmu dan teknologi sehingga makin lama
pendidikan diindonesia makin berjalan sejajar dengan kemajuan-kemajuan
tersebut.
g). mengusahakan terselenggaranya
pendidikan sekolah maupun luar sekolah bagi setiap warga Negara. Misalnya
meningkatkan daya tampung usia sekolah SD, SLTP, SLTA, dan perguruan tinggi
disamping itu, ak yang aktif aik menjadin
diusahakan peningkatan mutu yang dirasakan makin menurun dewasa ini. Dengan
system penyammengetahuiian yang baru, diharapkan peserta didik menjadi menyammengetahuiian
yang baru, diharapkan peserta didik menjadi manusia yang aktif, kreatif, dan
terampil memecahkan masalahnya sendiri.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran
pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan
sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya
melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.
Adapun pengertian pembaharuan yang dimaksud diatas ialah
suatu perubahan yang baru yang bersifat kualitatif, berbeda dari hal yang ada
sebelumnya serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka
pencmengetahuiian tujuan tertentu dalam pendidikan
Penyebab timbulnya penbaharuan
pendidikan yaitu: Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,
pertmabahan penduduk, meningkatnya animo masyarakat untuk mendmengetahuitkan
pendidikn yang lebih baik, dan menurunnya kualitas pendidikan.
Tujuan pembaruan
pendidikan adalh meningkatkan efisiensi,relevensi, kualitas dan efektivitas:
saran serta jumlah peserta didik sebanyak-banyaknya, dengan hasil pendidikan
sebesar-besarnya. Dengan menggunakan sumber, tenaga,uang alat, dan waktu dalam
jumlah yang sekecil-kecilnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar